ADA CINTA.

ADA CINTA.
Kecewa


__ADS_3

---------------HAPPY READING-----------------


Windy dan Reza melangkahkan kaki mereka, memasuki kantin Sekolah SMA Cendrawasih. Suasana kantin seperti biasa, tetap ramai dan berisik. Saat Windy dan Reza datang, hampir semua orang yang berada di kantin melirik ke arah mereka berdua, termasuk Rendy dan Camela yang sedang duduk menunggu makanan datang.


Windy dan Reza mendadak menjadi pusat perhatian, orang - orang kantin. Mereka uda jadian yaa pikir orang - orang. Saat melihat tangan Reza, merangkul bahu Windy.


" Rez lepas tangan mu " Pinta Windy, saat menyadari bahwa dirinya menjadi pusat perhatian.


Reza melirik ke arah Windy, lalu mengabaikan permintaan Windy. Reza pun berjalan kembali, terpaksah Windy ikut berjalan mengikuti Reza. Dari tadi Windy sudah berusaha mencoba melepaskan rangkulan tangan Reza, tapi tidak berhasil. Bagaiman bisa berhasil, tenaga Reza itu kuat.


Reza berhenti tepat di depan Rendy dan Camela, yang sedang duduk berhadapan. Reza melepas rangkulannya, dari pundak Windy. Setelah menyadari, bahwa Reza sudah tidak lagi merangkul dirinya. Windy bisa bernafas legah.


" Duduk " Pinta Reza, Ia menunjuk kursi kosong yang berada di samping Camela.


" Ga rez, ku cari tempat lain aja " Tentu Windy menolak. Ia lebih memilih di anggap sombong, daripada harus merasakan sakit. Bukan sakit fisik, tetapi sakit hati saat melihat Rendy dan Camela bersama.


" Duduk sini aja win, uda ga ada tempat yang kosong " Ucap Rendy, Ia menatap Windy yang masih berdiri di depan nya.


Windy melirik sekeliling kantin, Ia tidak dapat menemukan tempat duduk kosong. Reza yang berdiri di sebalah Windy, langsung mendorong tubuh gadis itu. Agar terduduk di kursi yang terletak di sebelah Camela.


Windy berdecak kesal, kini Ia sudah terduduk di atas kursi yang berada di sebelah Camela. Rendy yang duduk di depan Windy, melontarkan senyum ke arah gadis itu. Windy membalas senyum kaku kepada Rendy.


" Mau makan apa? " Tanya Reza, yang berdiri di sebelah Windy.


Windy menoleh ke kiri, tepat dimana Reza berdiri " Samain aja "


Reza pun melangkah pergi, untuk memesan makanan serta minuman. Untuk dirinya dam juga Windy.


" Haii kak. Kenalin aku Camela " Kini gadis yang duduk di sebelah Windy mejulurkan tangan ke arah Windy


Windy menyambut tangan gadis itu, lalu melontarkan senyum yang di paksahkan " Windy "


Jujur, Windy merasa kurang suka dengan Camela. Alasannya, karena gadis yang duduk di sebelahnya ini. Selalu menempal pada Rendy seperti kuman.

__ADS_1


" Kak Windy, habis MPLS aku sama kak rendy mau ke mall lohh. Kakak mau ikut ga? " Camela bertanya sambil melontarkan senyum


Windy semakin muak dengan gadis di sebelah nya ini. ini Mau ajak atau mau pamer? Pikir Windy


" Kak windy " Camela menepok pundak Windy


Windy yang barusan terdiam, kini menjawab "Hah, gak deh. Makasih ajakanya " Windy berusaha tersenyum.


" Yahh kak, masa ga mau ikut " Camela masih menatap Windy. Sedangkan Windy menatap ke arah Reza yang sedang memesan minuman.


" Yauda mel, kalau Windy ga mau ikut. Gausah di paksah " Ucap Rendy


Jleb Ucapan Rendy merusak mood Windy. Apa segitu ga berharganya aku di matamu ren Batin Windy.


" Bentar ya, ku nyusul Reza dulu " Windy segera bangkit dari duduknya, lalu melangkah jauh meninggalkan Rendy dan Camela.


Rendy menatap kepergian Windy, dengan raut wajah yang sulit di artikan. Sedangkan Camela, hanya bisa tersenyum puas.


****


" Kamu kelamaan rez, makanya ku kesini " Asal jawab Windy


Dari kejauhan ada sekelompok peserta MPLS, yang sedang duduk bersama, melirik ke arah Windy dan Reza. Mereka yang tadinya membahas urusan perfome. Kini mengganti topik, membahas Windy dan Reza.


" Eh itu kak Reza sama kak Windy pacaran ya ? " Tanya seorang gadis berkaca mata


" Keknya sih iya, kalian liat kan pas tadi mereka masuk. Pakai acara rangkul - rangkul segala " Celetuk cewe berponi


" Jiah kalah telak gw " Pekik cowo berkulit sawo mateng


" Ngaca jon. Ka Reza tuh Keturan bule, ganteng, trus walaupun galak tapi matanya itu lohh bikin hati meleleh. Lah lu uda itum, pesek, idup lagi " Sahut seorang cewe berkuncir kuda sambil terkekeh


" lu juga ngaca sin. Kak Windy itu, cantik, ramah, baik, trus idola cowo - cowo. Lah lu culun " Balas cowo berkulit sawo matang tidak terima.

__ADS_1


Sekolompok orang yang duduk bersama mereka berdua hanya bisa tertawa terbahak- bahak. Melihat kedua teman nya itu saling menghina satu sama lain.


" Yee, makanya gw tau diri " Ujar Cewe berkuncir kuda


" Suka - suka lu lah, Kuda " Cowo berkulit sawo mateng terkekeh.


****


Reza dan Windy kembali ke tempat dimana Rendy dan Camela duduk. Tidak lupa nasi goreng serta jus jeruk sudah berada di tangan mereka.


Di sana Rendy dan Camela sudah menyatap Ketoprak mereka dengan lahap. Reza meletakkan nasing goreng dan jus jeruk di atas meja, lalu Ia menduduki diri di kursi, yang terletak di sebelah Rendy.


Begitu juga Windy, Ia meletakan nasi goreng dan jus di atas meja. Lalu duduk di kursi yang berada di depan Rendy. " Makan semua " Ucap Windy datar, kemudian gadis itu langsung menyatap makananya.


Windy menyatap makanan nya secara buru - buru, Ia ingin cepat pergi dari kantin. Suasana hati nya sedang buruk sekarang.


" Aww " Jerit Camela. Tampa semgaja Windy menyengol jus jeruk milinya, sehingga jus itu tumpah dam mengenai rok biru Camela.


Windy panik, Ia segera mengambil tissue yanh berada di meja. Dengan tissue tersebut, gadis itu berusaha membersihkan rok biru yang di kenakan Camela.


Reza berhenti mengunyah makanan, sekarang Ia fokus menatap ke arah Windy. Yang sedang sibuk membersihkan rok Camela. Sedangkan Camela hanya bisa membiarkan windy bertanggung jawab, membersihkan rok birunya itu.


" Ceroboh banget sih Win " Ucap Rendy pelan.


Windy menghentikan aktivitasnya itu dan membuang tissue yang sudah basah ke lantai. Gadis itu kini bangkit dari duduknya, Ia menatap Rendy marah. " Iya, emang aku ceroboh " Windy kemudian berjalan pergi, meninggalkan kantin. Nasi goreng Windy masih tersisa banyak.


Rendy bingung, kenapa Windy harus semarah itu. Cowo itu bangkit dari duduknya, lalu berlari kecil mengejar Windy yang sudah menghilang dari kantin.


Reza dam Camela saling pandang. Reza juga ikut pergi dari kantin, meninggalkan Camela sendiri.


Semua orang yang berada di kantin,memandang ke arah Camela, tatapan bingung di lontarkan mereka. Mereka bingung, apa yang terjadi barusan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2