ADA CINTA.

ADA CINTA.
Rendy


__ADS_3


FLASBACK


Reza melangkah menaiki anak tangga kemudian menurunin anak tangga, hal itu dilakukan berulang - ulamg kali, Ia terlihat mencari sesuatu.. Sesekali Ia masuk ke kamar nya, kemudian ke dapur dan ke ruang depan.. Wajah nya terlihat khawatir dan panik,


" Mana si Putih, Kok ga ada ? " Gumam Reza, yang berdiri tepat di hadapan Rendy


Rendy yang sedang duduk di sofa sudah tidak tahan melihat tingkah teman nya itu, Ia bergegas berdiri dan bertanya " Lu nyari apaan sih ?, dari tadi bolak balik.. Pusing gw liat nya " sambil menggaruk bagian kulit kepala nya yang tidak terasa gatal


" pas lu kesini, lu liat kucing warna putih gak? " Tanya balik Reza, yang kedua tanya nya itu menggenggam pundak Rendy


" Ohh kucing liar warna putih, tadi gw biarin dia kabur keluar rez " Tanpa rasa bersalah Rendy menjawab


Reza menghelai nafas panjang " RENDY LINO, Lu sekarang cari tuh kucing sampai ketemu! Gw ga mau tau ! " Reza berkata dengan Jari yang menunjuk ke pintu


melihat raut wajah Reza yang terlihat marah, Rendy berjalan cepat untuk keluar rumah dan mencari kucing putih tersebut


" Tega banget si Rendy, nyuruh gw nyari kucing di daerah luas gini.. masa kucing lebih berharga dari teman baik nya sendiri " Gumam Rendy, sambil berjalan menendang - nendang batu kerikil


" Eh itu kucing putih nya " Bisik Rendy,Ia mempercepat langkah kaki nya itu.. menuju ke arah seorang cewe yang sedang menjongkok


" Eh, kok kucing gw bisa sampai ga berdaya gini? lu apain ? " Ucap Rendy, yang berdiri di hadapan cewe tersebut


Cewe di hadapan Rendy memiliki tinggi sekitar 160cm dan berat 50kg, dengan rambut lulus berwarna hitam, mata belo, dan kulit putih


" Tenang - Tenang jangan asal nuduh aja, tadi di tengah jalan, aku liat kucing kamu ga berdaya, trus ini aku mau bawa kucing mu ikut pergi ke minimarket, buat sekalian beliin dia makanan " balas Cewe tersebut, sambil menggendong kucing tersebut


" Aduh malu banget main asal nuduh, di liat - liat nih cewe uda cantik trus baik lagi.. gw comblangin aja kali, Siapa tau si Reza bisa berubah kalau punya cewe " Gumam Rendy


" oh gituh toh, maaf udah asal nuduh aja "


" iya gapapa, ini kucing kamu "


" makasih, lu tinggal di daerah sini juga yaa? "


" Iyaa, aku baru aja pindah kesini minggu kemarin, jadi bisa di bilang orang baru "


" Pass nih, Rumah nya ada di sini juga.. pertama nanya nama nya dulu trus kita bisa cari sosmed nya " Ucap Rendy dalam hati


" Oh salam kenal yaa, nama gw rendy lino, nama lu siapa? "


" Nama gw Windy anastasya, salam kenal juga "


" Rumah lu deket sini? "


" Iya sekitar 50 langkah dari sini "


" perasaan jarak rumah Reza ke sini juga kurang lebih 50 langkah " Gumam Rendy


****


Pukul 13 : 40 Siang


" Nanti gw mesti cerita yang baik - baik tentang tuh cewe, biar si Reza penasaran trus naksir " Gumam Rendy, sambil menaiki anak tangga menuju kamar Reza


" Tuh Kucing lu yang lebih berharga dari pada teman lu " Ucap Rendy, sambil Memberikan Kucing tersebut


" Lu kok lama? " Tanya reza dengan raut wajah datar


" Habis nemenin cewe yang nolongin kucing lu ke minimarket, trus tadi mampir ke rumah nya dulu buat makan kue " Jawab Rendy, yang rebahan di atas kasur Reza


" Ohh "


" tau ga rez, cewe yang gw temui.. rumah nya sebelahan ama lu trus dia satu sekolah sama kita.. cakep lagi, keknya bisa lu jadiin pacar "


" Ga tertarik "


" Trus tadi gw lupa bawa duit, tuh cewe yang bayaran makanan buat kucing lu "


Mengerti maksud Rendy, Reza langsung berkata " Iyaa ren, iyaa.. nanti kenalin gw ke dia oke " sambil membungkam mulut Rendy


" Siapp "

__ADS_1


****


" Tadi Windy gila sih, bisa sampai bikin Reza panik.. baru kali ini gw ketemu cewe se nekad dia, fix dia cocok sama Reza, selanjutnya gw deketin temen nya aja buat cari info, trus perhatiin Windy diam - diam biar gw tau kebiasaan dia apa aja " Uca Rendy dalam hati, yang berjalan disamping reza menuju kelas


" Reza lu ada rasa ya sama windy? " Tanya Rendy yang berjalan di samping Reza


" Gak "


" Trus kenapa lu cegah dia buat lompat, kalau ga ada.. gw tau lu rez, lu itu orang nya cuek ke semua orang kecuali ke orang yang lu sayang "


" Mikir Ren, kalau ada berita ( Seorang pelajar meninggal karena di suruh cowo ) bisa - bisa gw digebukin sama ortu gw, karena bikin anak orang meninggal"


" Yauda gw masuk kelas gw dulu "


" Yoo " Reza terus berjalan menuju kelas nya, yang berada di depan kelas Rendy


*


*


*


" Makasih yaa Ren uda nemenin gw seharian di rumah sakit, trus uda anter gw pulang juga " Ucap Angela, teman dekat Windy


" Iya ngel sama -sama, oh yaa gw minta id linc lu donk " Balas Rendy, sambil menyerahkan handphone ke Angela


" Boleh, uda nih " Angela mengembalikan handphone tersebut kepada Rendy


" Bye ngel, gw pergi yaa "


" Bye, hati - hati Ren "


****



Rendy berjalan di lorong sekolah, kebetulan melihat Windy di depan - nya, kemuadian Ia berlari menghampiri Windy


" Heii Win " sambil menepok pundak Windy pelan


" mau ke kantor guru "


" Ohh, Gw denger - denger lu lagi deket sama Angela.. ?"


" Iya sih lagi dekat, tapi gw deketin buat nyari info tentang lu.. " Ucap Rendy dalam hati


" Ahh uda sampai, bye Win " Rendy berjalan masuk ke ruang guru dengan cepat


" Kenapa lagi tuh anak, Kek menghindar gitu " Gumam Windy, yang melanjutkan langkah nya


****


" Bu ini saya mau kumpul kertas soal dan Wajaban Ujian saya " Ucap Rendy yang beridiri di depan meja guru


" kamu kelas XI IPS, tarok di sebelah kanan "


" Baik bu " Kemudian Rendy berjalan keluar kelas, menuju kantin


" Ada Angela sama Windy lagi duduk " Gumam Rendy


"Haii ren " Angela melambai ke arah rendy


" kamu makan mie lagi? kemarin bukan nya uda makan mie ngel? " Ucap Reza, yang berdiri di samping Angela, tetapi mata nya selalu melirik Windy


" Nasi di kantin habis soalnya, terpaksah deh " balas Angela, sambil memerhatikan tingkah Rendy


" hmm.. besok- besok jangan makan mie lagi, gaa bagus " Cetus Rendy, dimana lirikan matanya masih sesekali tertuju pada Windy


" iyaa iya, kamu uda makan? " tanya Angela


" belum, ini baru mau makan " jawab Rendy


" Woi Win, kamu kok bengong? " Angela melambaikan tangan ke depan wajah Windy

__ADS_1


Tiba - tiba raut wajah Windy berubah, terlihat kesal dan Ia menjawab " Kebelet kencing ngel, aku ke toilet dulu bye ngel, Ren " Windy berdiri, dan berjalan cepat meninggal kan Rendy dan Angela


" Kok Windy wajah keliatan kesel, masa dia


cemburu liat gw mesra - mesraan sama Angela? Yang aneh nya lagi, kok gw malah seneng liat dia lagi cemburu karena gw dan Angela? " Ucap Rendy dalam hati


" Ren, kau sejak kapan jadi aneh gini ? Jangan lupa sama niat awal mu Ren.. ku pergi dulu bye ren " Di ucap Angela, sebelum ia meninggal kan Rendy


*


*


*


Class Meeting


Rendy duduk di sebelah Reza dan angela, matanya tidak berkedip sama sekali memandang Windy yang bermain futsal


" Windy kalau lagi serius lucu yaa " Ucap Rendy dalam hati, yang tersenyum tipis


*


*


*


Rendy berbaring di kasur kamar nyan melihat daftar anggota kelompok Retreat milik nya , tidak ada nama Windy.. Ia merasa sedih


" Kok gw kecewa yaa windy ga masuk kelompok gw, dan kenapa gw iri liat si Reza bisa satu kelompok sama Windy " Rendy mengacak - acak rambutnya


*


*


*


Perasaan tidak dapat tumbuh karena terpaksah, namun perasaan dapat tumbuh karena terbiasa,


itu yang sedang di rasakan Rendy, Ia terbiasa memantau sosmed Windy, melihat foto - foto Windy, memperhatikan setiap tingkah Windy, dan selalu ingin tau apa yang di lakukan Windy, Ia selalu maju paling pertama jika itu tentang Windy, Sekarang Ia masih belum menyadari perasaan nya.. karena menurut dia apa yang dilakakun sekarang hanya untuk membantu teman baik nya Reza...


Hingga dimana suatu hari...


Rendy dan windy duduk di bangku yang sama, mata Rendy selalu melirik ke wajah Windy


" si Windy mau di liat dari jauh atau deket tetap cantik yaa.. kok gw senang yaa kalau dekat - deket Windy, perasaan gw kenapa jadi kacau gini maaf rez " Ucap Reza dalam hati


" Win, Gw suka sama lu " bisik Rendy


" Apa ren? lu bilang apa barusan ?" Tanya Windy, yang tidak mendengar jelas


" Matii gw, bodoh rendy.. untung dia ga denger "


" Gw ga bilang apa - apa, Lu bengong yaa ? " celetuk Rendy, sambil memegang jidat Windy


" Iyaa sih tadi bentar doang, tapi serius tadi ku dengar kau ngomong sesuatu " Ucap Windy, yang dimana bola matanya membesar, karena ia yakin barusan rendy berkata sesuaatu


" Harus buru - buru menghindar dulu nih gw, ah sial "


" Hadeuh windy, mending lu balik kamar sana.. Gw mau cari Reza dulu, Bye win " Balas Rendy, yang yang kemudian berlari kencang meninggalkan Windy sendiri


" Gw b*go banget.. niat nya mau comblangin Windy sama Reza, Kenapa malah gw yang kejebak sama perasaan gw sendiri? "


" Arghh.. Ren lu mesti simpan perasaan lu, Simpan rasa suka lu ren "


*


*


*


*


__ADS_1


FLASHBACK SELESAI.


ps : Episode yang paling membuat saya harus berpikir keras, jangan lupa like, comment dan sub hahaha.. ^^ buat pembaca yang uda mampir apalagi uda baca.. makasihh banyak


__ADS_2