
---------------HAPPY READING-----------------
Satu minggu lagi liburan sekolah akan usai. Bunda memutuskan untuk pergi berkunjung dan menginap ke rumah orang tua Hendi suaminya. Karena mengingat, dirinya sudah tidak pernah lagi kesana, semenjak Hendi meningal. Bunda mengajak kedua putrinya untuk ikut, karena Ia tidak tenang bila harus membiarkan keduanya putrinya itu, tetap d berada di rumah tampa dirinya.
Lita yang sudah bosan terus berada di rumah saja saat liburan, langsung antusias mempersiapkan pakaian nya. Sedangkan Windy, Ia menolak ikut. Windy mau bantu Bunda buat jaga toko kue aja Itu alasan Windy.
Awalnya Bunda tidak setuju, karena mengingat di toko miliknya sudah ada pegawai yang sangat Bunda percayai dan lagi Ia tidak tenang membiarkan Windy semdiri di rumah. Namun Windy terus membujuk Bunda nya itu, dan akhirnya Bunda pun setuju. Dengan syarat, selama tiga hari Bunda dan Lita pergi. Windy tidak boleh membawa cowo kerumah, Windy harus memberi kabar kepada bunda setiap hari, dan nanti saat Bunda dan Lita kembali, rumah harus tetap bersih. Windy langsung setuju dengan syarat tersebut.
Hari ini, tepat pada pukul enam pagi. Bunda dan Lita sudah siap untuk berangkat, Windy mengantar Bunda dan Lita ke depan teras rumah, dengan wajah kantuk. Bunda memberikan uang kepada windy, agar putrinya itu bisa membeli makanan saat Ia lapar. Windy tidak menerima uang tersebut. Di kulkas kan uda ada ayam,ikan, telur sama sayur bunda, tinggal windy masak kan. Trus Windy juga masih ada sisa uang kok Kata Windy, saat menolak uang tersebut.
Bunda menyimpan kembali uang tersebut ke dalam dompet, dan sebelum pergi Bunda memberikan beberapa nasehat kembali kepada Windy
" Inget ya sayang, kamu jangan bawa cowo kerumah ! " Ucap Bunda
" Iyaa Bunda " Windy mengangguk
" Kalau malas masak, beli makanan di depan aja ya. Di depan gang kan banyak tuh,yang jual makanan " Bunda menatap Windy
" Iya bun "
"Sebelum tidur. jangan pintu pagar, pintu rumah sama pintu kamar di kunci " Lita menahan tawa , saat melihat Kakanya itu
" iya bun "
" Kamu jangan ke tempat yang aneh – aneh "
" Ga bakal bun " Windy tersenyum paksah
" Kalau kesepian, ajak Angela aja nginep "
" Angela,keluar negeri bun " Windy langsung menjawab cepat
" Yauda, minta pegawai toko aja "
" Hmm iya bunda " Kali ini Windy sudah tidaktahan. Ia tahu kalau bunda nya sayang padanya, dengan cara memberi banyak nasehat. Tetapi Windy merasa ini bukan waktu yang pas, karena Ia ingin segera kembali tidur.
" Rumah jangan sampai kotor dan berantakan "
" hmm "
" Jangan begadang terus " Lita tekekeh melihat raut wajah kakaknya itu
" Iyaa bunda "
c Jangan_ " Ucapan Bunda tertahan, saat Windy memeluk Bundanya itu.
" Iya Bunda sayang, kalau bunda ga jalan sekarang. Nanti kesiangan lohh, trus kasian Lita uda berdiri dari tadi buat nunggu Bunda. Dan itu mobil gocar nya uda datang " Windy melepas pelukan nya itu. Lita menatap bingung windy,saat mendengar namanya disebut.
Bunda mengelus puncuk kepala Windy, sayang. Lalu Bunda tersenyum " Yauda Bunda sama Lita pergi dulu, kamu jaga diri di rumah "
__ADS_1
Bunda bun mengakat tas kecil,lalu berjalan menggandeng Lita keluar dari pintu pagar. Windy menatap Bunda dan Lita yang sudah masuk kedalam mobil. Setelah memastikan mobil yang ditumpangin Bunda dan Lita sudah pergi, Windy langsung berjalan cepat masuk ke kamar untuk kembali tidur.
🌝🌝🌝🌝
Sekarang Windy sedang berada di toko kue bunda. Toko kue bunda terletak di tempat yang strategis, tidak heran bila setiap haris Selalu ramai pengunjung. Di dalam toko kue bunda juga menyediakan kursi,meja, AC dan wifi. Layaknya seperti café. Disebut toko kue Karena di situ hanya menjual kue dan minuman.
Karena pengunjung yang setiap hari ramai, kadang membuat pegawai bunda kewalahan. Saat Bunda masih berada di rumah untuk membuat kue. Toko kue tersebut buka pada pukul sepuluh pagi dan tutup pada pukul lima sore. Bunda sudah berencana untuk membuka toko kue jtu sampai malam, lalu menambahkan menu makanan berat nanti, Saat Windy sudah lulus sekolah.
Windy sedang sibuk menantar pesanan kue kepada pengunjung sejak tadi. Tidak jarang pengunjung cowo, meminta nomor telepon Windy, tetapi Windy tidak membelikan nomor tersebut. Maaf, saya tidak bisa kasi nomor saya, nanti pacar saya marah bohong Windy, kepada orang yang meminta nomor telepon nya.
Windy merasa lelah. Ia melangkah ke tempat kasir, lalu duduk di sebelah Lesti, pegawai kepercayaan Bunda. Perempuan yang lebih tua delapan tahun dari Windy, menatap Windy bingung.
" Windy, bukanya kamu belum punya pacar? " Tanya Lesti dengan suara kecil.
" Emang belum kak " Bisik Windy
" Trus tadi ? "
Windy mengerti maksud Lesti, Windy tersenyum. " Itu, soalnya aku bingung nolak nya gimana. aku ga mau kasi nomor telepon, tapi juga gamau pengunjung toko kue berkurang " Windy berbicara, dengan suara sekecil mungkin.
Lesti mengangguk paham " Maklum orang cantik, jadi banyak yang deketin " Lesti terkekeh
" Apaan sih kak " protes Windy
Bzz.. Ponsel Windy yang terletak di atas meja kasi bergetar. Windy meraih ponsel tersebut, lalu mengecek aplikasi chat. Karena ada pesan yang masuk.
WINDY: kenapa ren ?✔
RENDY : Sibuk ga? Mau aja jalan
WINDY : maaf, ga bisa ren. Aku lagi di toko kue bunda✔
RENDY : ngapain disan? 😒
WINDY : Gantiin Bunda, jaga toko kuenya. Bunda lagi pergi soalnya✔
RENDY : Gw ke sana deh. Send location
WINDY : Hedeuh✔
Windy mengirim lokasi
RENDY : Otw
Windy membaca pesan terakhir dari Rendy, tampa membalas pesan tersebut.
Paling Cuma becanda pikir Windy
Setelah dua puluh menit, Windy mengirim lokasi. Rendy pun tiba di toko kue Bunda. Rendy turun dari motornyan, lalu masuk ke dalam toko yang berukuran sedang itu. Di dalam sana terlihat beberapa pengunjung,yang sedang duduk sambil mengobrol dan menyatap kue.
__ADS_1
Windy yang duduk di tempat kasir, membulatkan matanya saat melihat kedatangan Rendy. Segera Windy berdiri dan berjalan menghamliri Rendy.
" Beneran datang " Windy memasang raut wajah kaget
" Yaiyalah. Ngapain gw minta lu send lokasi, kalau ga kesini "
" Yauda duduk ren " Windy berjalan ke tempat duduk yang terletak di dekat pintu masuk. Rendy mengikuti Windy lalu duduk di samping Windy.
" Bentar ya " Windy bangkit berdiri, lalu berjalan ke arah kasir untuk mengambil menu.
Tidak sampai satu menit, untuk Windy kembali ke tempat di mana Rendy duduk. Windy duduk di samping Rendy , lalu memberikan menu tersebut kepada Rendy.
" Nih pesan aja,gratis buat kau "
Rendy menerima menu tersebut “ Kalau gratis, gw balik deh “ Rendy menatap Windy, dengan raut wajah datar.
" Eth jangan. Yauda bayar deh. Tapi diskon 10 % "
" Nah, kalau gitu gw setuju "
Pengujung cowo yang sebelum nya meminta nomor windy, dari tadi mentap Rendy dan Windy yang terlihat mesra baginya. Itu toh cowonya, lebih ganteng dari gw Pikir Pengunjung cowo terebut
" Pasti lu lagi mikir, cowonya ganteng " Ucap teman pengunjung cowo tersebut
Pengunjung tersebut mengangguk " Pantes tadi dia ga ngasih nomor nya "
" Yaiyalah. Cowonya mulus, lah lu dakian " Teman si pengunjung terkekeh
" Sialan lu "
Rendy melirik ke arah dua pengunjung cowo,yang duduk lumayan jauh darinya. Rendy merasa mereka sedang membicaran dirinya.
" Jadi mesen apa kau ren "
Rendy menoleh ke arah Windy,lalu melihat kembali menu yang ada di tangan nya " Red velvet aja deh “"
" Minumnya? "
" Es Susu coklat "
" Oke " Windy bangkit berdiri. Lalu duduk di kasir,menunggu Lesti membuatkan Es susu coklat pesanan Rendy.
Pintu toko terbuka kembali, terlihat seorang gadis cantik memasuki toko kue Bunda. Gadis kemudian melirik dan menghampiri Rendy yang sedang duduk sendirian.
" Kak Rendy ? " Panggil gadis tersebut
Rendy menoleh ke arah gadis tersebut. " Lah Camela "
BERSAMBUNG
__ADS_1