ADA CINTA.

ADA CINTA.
Bab 9


__ADS_3

Hari sabtu. Tepat pada pukul sembilan malam, Reza baru selesai menyatap makan malam bersama ibu dan Ayahnya. Reza melangkah menaiki anak tangga menuju kamanya. Setiba di Kamar, cowok berparas bule itu langsung merebahkan diri ke kasur dan tangannya bergerak meraih ponsel dari atas nakas.


Rendy : Woii rezaa


Reza : ??✔


Rendy : Besok temenin lu ke mall dong


Reza : gak✔


Rendy : Ayolahh rez, gw mau cari kado buat ulang tahun abang gw nih. masa harus jalan sendiri


Reza : jam berapa?✔


Rendy : jam 9 pagi


Reza : Ok✔


Rendy : Makasih bro. Besok lu kerumah gw yaa!!


Reza : Ck✔


Setelah tak mendapat balasan pesan Rendy, cowok berparas bule itu pun langsung mematikan ponselnya. Dan meletakkan kembali ponselnya di atas nakas.


✺ ✺ ✺ ✺


Reza yang baru terbangun dari tidur, langsung melangkah menurunin anak tangga. Langkahnya terhenti tepat di anak tangga terakhir, saat Matanya menangkap sosok Bi Suti yang sedang memgepel lantai.


"Mama sama papa, uda berangkat kerja ya, Bi?" tanya Reza.


Bi Suti menghentikan aktivitasnya, lalu menoleh ke asal suara. "Iya nak, baru aja mereka berangkat."


"Bibi nanti gausah masak ya ... Reza makan diluar." Setelah mendapat anggukan dari Bi Suti, Reza pun melangkah kembali ke kamarnya.


Reza melemparkan dirinya ke atas kasur king size. "Setiap hari libur, gak pernah di rumah buat nemenin anaknya. Dikira anaknya pajangan doang kali."


✺ ✺ ✺ ✺


Reza yang baru selesai mandi, langsung memakai baju putih polos dan celana jeans hitam. Ya, hanya kaos putih polos yang di kenakan Reza, tapi walau begitu. Reza tetap terlihat menawan dan penampilannya itu, mampu membuat hati para kaum hawa menjerit.


Reza meraih kunci motornya dari atas nakas, setelah kunci motor tersebut sudah berada dalam genggamannya, Reza pun melangkah menuruni anak tangga.


"Bi, Reza mau pergi. Nanti kalau mama sama papa pulang ... tolong bilangin, kalau Reza nginep di rumah teman ya," tutur Reza, tersenyum tipis.


"Iya, nak Reza." Bi Suti melangkah keluar rumah, untuk membukakan pintu pagar.


"Reza pergi ya, Bi." Reza sudah duduk di atas jok motornya.


"Iya, hati-hati," ucap Bibi senyum.


Setelah mendapat balasan dari Bi Suti, Reza pun melajukan motornya. Meninggalkan Bi Suti yang sedang menutup kembali pintu pagar.


✺ ✺ ✺ ✺


Motor gede mili Reza berhenti di depan rumah teman dekatnya. cowok bermata coklat itu turun dari motor, dan tangannya meraih ponsel dari saku celananya.


Tut... tut... Suara deringan, saat Reza melakukan panggilan dengan ponselnya.

__ADS_1


"Hallo." Rendy mtenjawab telepon dari Reza.


"Cepet turun! Gak pakai lama!" ketus Reza, yang lansung mematikan sambungan teleponnya.


Rendy tercenga, ia langsung melangkah ke balkon dan memandang kebawah. "Woi Rez! cepat amat, kan gw bilang jam sembilan!" teriak Rendy dari atas balkon.


"Lu kalau gak turun sekarang, gw pulang!" balas Reza tampa mendongak ke atas.


Rendy menggeleng heran. Cowok yang memiliki lesung pipi itu, langsung berlari secepat kilat, menghampiri Reza.


" Duh jangan ngomel mulu! Uda mirip emak gw aja!" Tangan Rendy sibuk membuka pintu pagar.


"Gw gak bakal ngomel kalau lu gak lelet! Naik!" pekik Reza dingin.


Rendy berdecak kesa. "Iya, sabar"


Rendy menutup kembali pintu pagarnya. Seusai pintu pagar tersebut tertutup, ia pun langsung berhalan dan menaiki motor Reza.


Setelah mematikan Rendy sudah terduduk di jok motornya, Reza pun mulai menyalakan motor dan menjalankam motor gede itu dengan cepat.


"Ren, nanti gw nginep ya!" pandangan Reza menatap lurus ke depan jalan.


"Siap Boss." Rendy mengacungkan jempol tepat di depan Wajah Reza. Untung Reza tidak oleng, saat Rendy melakukan tundakan gilanya itu.


✺ ✺ ✺ ✺


"Turun! Uda sampai," Reza menghentikan motornya di salah satu parkiran Mall.


"Uh pegel pantat gw, gara-gara kelamaan duduk" Rendy melompat turun dari motor Reza dan tangannya bergerak membuka helm.


"Lu mau beli kado apa?" Reza berjalan di belakang Rendy.


Reza menaiki satu alisnya. "Emang lu tahu, toko jam tangan dimana?"


Rendy menoleh ke belakang sejenak. "Tahu lah, kan sebelum gw ajak lu. Gw uda cari-cari di google duluan."


"Cihh." Reza memutar kedua bola matanya malas, saat melihat tingkah temannya itu.


"Stop Rez, kita uda sampai," celetuk Rendy, heboh.


"Lebay," ketus Reza, yang mengikuti Rendy masuk ke salah satu toko di dalam Mall.


" Eh, itu ada sofa. Lu duduk di situ dulu." Telunjuk Reza menunjuk ke sofa yang terletak di sebelah kiri.


"Gak lama!" Reza melangkah ke arah sofa yang barusan di tunjuk Rendy, lalu duduk dan tunggu disana.


✺ ✺ ✺ ✺


Setelah tiga puluh menit Reza menunggu sambil memaikan ponselnya. Rendy pun datang menghampirinya, dengan tangan yang menggenggam kantong plastik berisi jam.


"Uda nih, yuk pergi! " ucap Rendy, sambil memperlihatkan kantong plastik berisi jam yang ia pegang.


"Lama lu." Reza bangkit berdiri dan melanhkah pergi.


"Dih si abang, marah-marah aja," ledek Rendy, sembaru berjalan mengikuti Reza dar belakang.


"Pergi makan dulu Ren!" Reza berhenti dan menoleh ke arah Rendy.

__ADS_1


"Oh lu belum makan? Yauda makan ramen aja tuh ... gw yang traktir " Rendy menunjuk sebuah restoran Ramen yang berada di depan mereka.


"Ok," jawab Reza.


Rendy dan Reza berjalan ke arah restoran ramen yang ramai akan pengunjung.


"Rez ramai nih ... gw mau ke toilet dulu. Tolong lu antri dulu, sama gw titip jamnya nih!" Rendy langsung menggantukan kantong plastik yang barusan ia pegang ke pergelangan tangan Reza, kemudian ia berlari kecil meninggalkan Reza sendirian.


Reza tidak mempunyai kesempatan untuk menolak permintaan Rendy. Sehingga terpaksah ia harus mengantri dan memegangin kantong plastik berisi jam tersebut.


✺ ✺ ✺ ✺


Di tengah-tengah Reza mengantri. Tiba-tiba bagian sikut tangannya terasa gatal, sehingga membuat Reza megaruk sikutnya dan tampa sengaja tangannya menyenggol pengujung lain yang berdiri di belakangnya.


"Aduhh." Ponsel pengujung yang tersengol Reza jatuh.


"Maaf." Reza membantu Pengujung itu mengambil ponselnya.


Ponsel tersebut sudah berada dalam tangan Reza, dan ia berniat mengembalikan ponsel tersebut kepada pemiliknya.


"Reza?" Pengunjung yang disenggol Reza, ternyata Windy Anastasya.


Reza yang ikut terkejut, karena melihat Windy yang tiba-tiba berdiri di hadapannya.


Ingin rasanya Reza mengabaikan keberadaan Windy, namun ia sudah berjanji untuk tidak bersikap dingin ke gadis itu.


"Kok kamu bisa di sini?" tanya Windy penasaran.


"Nemenin Rendy," jawab Reza datar.


Tak lama setelah Reza mentebut nama Rendy, sangs pemilik nama yang disebut pun datang. Ia berjalan cepat menghampiri Reza, takut bila temannya itu mengamuk karena ditinggal kelamaan.


"Maaf Rez, lama," ucap Rendy, yang masih belum menyadari kehadiran Windy.


"Sini lu antri! Gantiin gw!" Reza menarik tangan Rendy, agar menggantikan posisinya. Setelah Rendy sudah menggantikan dirinya mengantri, Reza pun melangkah pergi mencari tempat duduk.


"Windy! Sejak kapan disini?" tanya Rendy senyum.


"Dari tadi Ren, kamu sama Reza ngapain ke sin?" Mata Windy memandang ke arah Reza, yang terlihat masih mencari-cari tempat duduk.


"Cari kado buat Abang gw. Lu sama siapa? Ngapain?" tutur Rendy penasaran.


"Aku nemenin Angela, buat cari baju. Eh itu Reza dari tadi mondar-mandir, keknya gak dapat tempat duduk." Mata Windy masih setia memperhatikan Reza.


"Aduh tuh anak, Angela dimana sekarang?" Rendy ikut menoleh ke arah Reza, yang terlihat sedang kebingungan mencari tempat duduk.


"Angela di sana duduk sama adik aku, kamu suruh Reza gabung aja." Windy menunjuk ke tempat dimana Angela dan Lita duduk, tidak lupa tangannya meraih ponsel untuk mengirim pesan kepada Angela.


"Boleh nih?" ujar Rendy, senyum.


"Iya Ren. Dari pada kalian berdua gak dapat tempat duduk, ntar makannya sambil berdiri lagi," tutur Windy, yakin.


"Oh yauda. Win tolong jaga tempat gw yaa sebentar! Gw samperin Reza dulu." Setelah mendapat anggukan, Rendy berjalan menghampiri Reza.


"Reza! Lu gabung aja sama Angela, dari tadi gw perhatiin lu mondar-mandir gak jelas," ucap Rendy terkekeh.


"Hmm, mana Angelanya?" tanya Reza.

__ADS_1


"Itu disitu." Reza menunjuk dimana Angela duduk.


Bersambung → → → → → →


__ADS_2