
Terkadang yang menantang, jauh lebih menyenangkan, mampu menghilangkan beban, meskipun nyawa kemungkinan melayang.
***
Sumpah demi apapun, hari ini adalah hari terburuk selama hidup nya, Bias berpikir, dosa apa diri nya sampai-sampai harus dipertemukan lagi dengab laki-laki seperti Alvaro. Tampang sok ganteng, sok cool nya, bahkan sikap menyebalkan nya benar-benar membuat darah nya seketika naik, mendidih sampai ke ubun-ubun, setiap kali bertemu dengan nya. Bias tidak pernah mengira, jika ia akan satu sekolah dengan nya, terlebih harus satu kelas dengan makhluk Crocodile seperti nya. Lagi-lagi hal itu membuat Bias mengacak rambut panjangnya frustasi, karena harus setiap hari bertemu dengan nya.
"Crocodile!" Teriak Bias saat mengendarai Laborghini Veneno, salah satu koleksi mobil mewah, hadiah dari sang Ayah kareba lagi-lagi meninggalkannya Bias di rumah sendiri. Rasa kesal nya tak kunjung reda, hanya satu yang mampu, dan pastinya berhasil membuat mood nya kembali membaik. Bias menginjak pedal gas, menambah kecepatan mobilnya diatas rata-rata.
Tempat yang tak lagi asing di matanya, tempat yang sudah sering kali ia kunjungi, sekedar menghilangkan bosan juga menghabiskan waktu luangnya. Bias selalu datang sendiri, tentu saja Tarisa tidak tahu, karena gadis itu hanya akan melemparkan ceramahan panjang yang tak ada ujungnya.
Bias segera turun dari dalam mobil, seketika seorang laki-laki datang diikuti dua orang gadis disamping nya, berjalan santai datang ke arahnya.
"Bias! Akhirnya, lo dateng juga hari ini"
Andro Bagaskara, laki-laki tampan berperawakan gagah, yang bernotabe sebagai ketua geng mobil mewah. Semua gadis selalu melemparkan tatapan kagum setiap kali melihat sosok nya, tidak ada satu gadis pun yang mampu menolak pesona nya. Kecuali Bias, gadis itu selalu menolak, setiap kali Andro menyatakan perasaan nya.
__ADS_1
"Hari ini, ada penantang baru"
Bias seketika mendongak, merasa puas saat mendengarnya. Hampir setiap hari Bias selalu datang ketempat ini, tempat terkenal dimana hanya ada jalanan, atau arena balap mobil yang sudah menjadi makanan sehari-hari untuknya. Gadis aneh, yang dikagumi banyak pria, terlebih ia adalah lawan paling unggul ditempat ini, bahkan Andro mengakui kehebatan nya. Karena terlalu sering lawan mainnya selalu kehilangan mobil mewah, setiap kali bertanding dengannya.
"Siapa?" Bias penasaran, sebelum ia beranjak untuk segera mengganti seragamnya. "Tenang aja, intinya orang kaya" Bias hanya memutar bola matanya malas, seraya menerima air mineral yang baru saja Andro lemparkan ke arahnya.
Andro terlihat menyenderkan tubuhnya tepat didepan mobil nya, menunggu kedatangan Bias yang sebelumnya berganti pakaian di toilet. Gadis yang sejak tadi mereka tunggu akhirnya muncul, dengan kaos putih oblong juga celana hot pants melekat pas ditubuhnya, rambut panjang yang kini dicepol terlihat mengekspos leher jenjangnya. Semua mata terus fokus menatapnya, membuat gadis itu seketika risih sekaligus tidak nyaman karena mendapatkan banyak tatapan dari laki-laki disekitarnya.
"Dimana?" Tanya Bias, saat sudah berada tepat dihadapan Andro.
***
Awalnya Alvaro malas, mood nya yang buruk membuatnya sangat enggan untuk balapan, terlebih cuaca hari ini benar-benar sangat terik. Tetap saja dua biang kerok akan selalu mengganggunya jika ia tak juga menuruti keinginan keduanya, dan terus memaksa sebelum ia ikut pergi bersamanya. Padahal hari ini, Alvaro sudah ada janji dengan salah satu gadisnya, dan terpaksa ia batalkan karena ulah teman-temannya, membuatnya berakhir di arena balap hari ini.
Alvaro terlihat mengenakan setelan jaket kulit hitam, melekat pas ditubuh atletisnya, kaca mata hitam yang tak pernah ketinggalan, juga sudah bertengger rapih dihidung mancungnya. Pesonanya benar-benar membuat siapapun berdecak kagum, namun matanya seketika terbelalak saat ia menangkap jelas siapa gadis yang kini berdiri tak jauh dari tempatnya. Membuat laki-laki itu dengan cepat membuka pintu mobil dan beranjak keluar, kedua temannya seketika mengeryit saat menghampirinya.
__ADS_1
"Lo kenapa?" Tanya David penasaran.
"Itu beneran si Pokemon?" Alvaro balik bertanya seraya memfokuskan pandangannya, membuat kedua laki-laki disamping nya ikut adil memperhatikan. "Wadidaw, cantik *****" Celetuk Rangga reflek saat matanya menangkap sosok Bias yang kini berdiri tak jauh dari tempatnya, yang juga terlihat memperhatikan ke arahnya, sedangkan Alvaro, seketika menepuk keras puncak kepalanya.
"Bangun woy! Lo halu?" Ucap Alvaro, Rangga seketika meringis, sekaligus melemparkan tatapan tajam kearahnya. Sedangkan David, tanpa mereka sadari terlihat beranjak menghampiri Bias, membuat keduanya terpaksa mengekor dibelakangnya.
"Sialan! Lo lagi!" Teriak Bias dengan tatapan sinis ke arahnya. "Lo kira gue mau ketemu sama lo, males banget, kaya nggak ada cewek lain aja!" Ucap Alvaro tidak terima.
"Mulai lagi" Celetuk Rangga, terlihat menepuk wajahnya frustasi, begitupun David disampingnya.
"Andro! Dimana penantang gue?" Tanya Bias terlihat kesal, seraya menoleh kearah laki-laki yang kini terlihat bingung sekaligus mengarahkan jari telunjuknya tepat kearah dimana Alvaro berada.
"Crocodile!" Teriak Bias reflek, terkejut sekaligus tidak percaya, mengapa harus dia, tidak ada orang lain kah selain Alvaro. Namun tanpa sadar ia terus memperhatikan naik turun Alvaro dengan lekat, membuat laki-laki itu seketika merasa tidak nyaman dengan tindakan nya.
"Apa lo liat-liat?!" Sinis Alvaro, membuat Bias seketika mengalihkan pandangannya. "Ganti! Gue males" Ucap Bias santai, seraya meneguk sekaleng soda ditangannya.
__ADS_1
"Woy! Lo pikir gue takut, sama Pokemon, kaya lo!" Seketika Bias terlihat menyemburkan minuman dimulutnya, terkejut dengan panggilan yang baru saja dilontarkan Alvaro padanya. Tentu saja karena hal itu akan merusak reputasinya ditempat ini, sebab tidak ada satupun yang berani memanggilnya dengan embel-embel memalukan seperti itu.