After Meet You

After Meet You
AMY#37


__ADS_3


Sebenarnya Bias tidak ingin menangis lagi dihadapan Tarisa, karena ia tahu jika gadis itu akan sangat mengkhawatirkannya sama seperti halnya sekarang. Namun entah mengapa hatinya terasa kelu, hingga tanpa sadar air mata jatuh bahkan membuat ia menangis dipelukan sahabatnya. Mungkin karena ucapan Mauren sebelumnya yang membuat gadis itu terus memikirkannya bahkan menyalahkan dirinya karena sudah salah paham pada laki-laki brengseknya.


#Flashback On


Dengan nafas tersegal-segal karena rasa kesalnya Bias melangkahkan kakinya bersama Mauren yang sendari tadi terus berontak berusaha untuk melepaskan cekalan tangannya bahkan ada sedikit cakaran karena ulah gadis yang kini membuat sakit kepalanya, hingga akhirnya tanpa sadar Bias membawa gadis itu ke taman belakang sekolah nya, terlihat jelas raut wajah tidak suka dari Mauren karena melihatnya.


"Lo ngapain bawa gue kesini?!" Tanya Mauren terdengar ketus ditelinganya, namun Bias terlihat menampilkan wajah santainya seraya terus menatapnya.


"Lo pikir gue bawa lo kesini buat apa?" Bias balik bertanya membuat gadis itu semakin menatapnya tidak suka.


"Eh lo denger ya! Gue nggak pernah suka sama lo, jadi lo nggak usah deket-deket sama gue. Najis tau nggak!" Ucapan Mauren benar-benar membuat kesabarannya habis, bahkan ia sudah tidak tahan lagi sekarang, ingin sekali ia menarik rambut panjang gadis yang kini belum juga berhenti memaki padanya.

__ADS_1


"Eh cabe-cabean Ancol! Lo pikir gue suka deket-deket sama lo, najis! Gue masih normal" Ucap Bias tidak terima dengan semua yang diucapkan gadis itu padanya, tentu saja hal yang sama juga dirasakan Mauren karena mendengar ucapannya.


"Lo yang cabe-cabean! Gara-gara lo Alvaro nggak suka sama gue, gue nggak terima dia suka sama lo!" Teriak Mauren seraya menunjuk kearahnya.


"Eh lo nya aja yang kalah saing sama gue! Lagian gue nggak pernah nyuruh Alvaro buat suka sama gue tuh" Ucap Bias santai, namun ucapannya seketika membuat gadis itu semakin kesal dan tanpa aba-aba menarik rambutnya. Tentu saja Bias tidak tinggal diam, dan segera menepis tangan Mauren dari kepalanya.


"Eh lo nggak usah kaya anak kecil deh! Pake jambak-jambakan segala, lo nggak tau gue abis duit berapa buat ngerawat rambut badai gue yang cantik ini" Ucap Bias masih dengan tampang santainya namun sangat menyebalkan dimata Mauren.


"Lo pikir selama ini gue diem aja liat lo deket-deket sama Alvaro, jangan mimpi!" Ucap Mauren tanpa sadar membuka aib nya sendiri, membuat Bias seketika menatapnya.


"Emangnya siapa yang kasih tau mereka buat dateng ngelabrak lo kalo bukan gue! Emangnya siapa yang jelek-jelekkin lo kalo bukan gue! Bukannya gue hebat banget, bahkan Alvaro aja sampe nggak tau soal ini" Ucap Mauren dengan bangga, hingga tanpa sadar ia sudah membuka semua kedoknya, dan membeberkan semua aib dan kesalahannya. Membuat gadis itu seketika terdiam, sadar akan apa yang baru saja diucapkannya sekarang.


"Ohh jadi selama ini lo yang buat ulah! Pantes seketika gue jadi artis terkenal dikalangan mantan-mantan Alvaro" Ucap Bias santai seraya menatapnya, membuat gadis itu tidak lagi bergeming dihadapannya.

__ADS_1


"Ehh gue,, gue" Mauren terlihat gugup, bahkan terbata-bata saat berbicara membuat keyakinan Bias terhadapnya semakin kuat.


"Astaga! Lo ini lagi ngapain sih sebenernya, apa untungnya buat lo? Ini cuma ngebuktiin kalo lo itu jauh dibawah gue, lo kalah sama gue dan lo sadar itu, makannya lo ngelakuin hal licik buat dapetin Alvaro" Ucap Bias lagi seraya tersenyum remeh kearahnya, membuat gadis itu tidak terima karena diremehkan olehnya bahkan ucapannya.


"Tapi tetap aja gue menang disini!" Teriak Mauren tidak terima, sedangkan Bias hanya tertawa menanggapinya.


"Menang? Lo bahkan mempermalukan diri sendiri disini" Ucap Bias lagi disela-sela tawanya, Mauren kesal bahkan sangat malu karena terus-terusan kalah dari Bias. Hingga akhirnya ia memilih untuk pergi meninggalkan Bias sendiri.


Hingga tanpa sadar Bias terduduk dibangku kayu didekatnya seraya menghela nafas berat, meskipun ada perasaan lega, namun tetap saja ia merasa tidak enak hati karena sudah menyalahkan Alvaro sebelumnya, karena sudah berprasangka buruk pada laki-laki playboy yang kini sudah berubah untuknya. Hingga akhirnya Tarisa datang mencarinya dengan kekhawatiran tercetak jelas diwajahnya.


#Flashback Off


"Kenapa cinta pertama gue kaya gini sih Tar! Kenapa?" Ucap Bias setelah ia menceritakan semuanya dan beranjak dari pelukan sahabatnya, namun Tarisa terlihat menyeka air matanya dan tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


"Lo denger gue Bi! Cinta pertama lo baik-baik aja sekarang, nggak ada kata terlambat untuk memperbaiki semuanya, gue tau Alvaro udah berubah, dia bener-bener cinta sama lo" Ucap Tarisa berusaha meyakinkan sahabatnya, membuat gadis itu tersenyum membalas ucapannya.


__ADS_2