
Seminggu berlalu sejak kejadian Alvaro menyatakan perasaan secara tak langsung padanya, membuat Bias seolah menghindar dan menjauh darinya. Tentu saja hal itu membuat semua orang menatapnya aneh, karena tidak seperti biasanya keduanya berdamai dan tidak pernah terjadi perang dunia ketiga dikelas bahkan sekolahnya.
Entah mengapa sekolah terasa sepi tanpa ulah Bias, bahkan kelas juga terasa aneh tanpa pertengkaran kecil antara Bias dan Alvaro. Membuat teman-temannya terlihat kecewa karena tidak lagi mendapatkan hiburan dari keduanya. Memang benar, kelas terasa hambar tanpa hadirnya murid bar-bar, kelas terasa hambar tanpa hadirnya murid nakal yang menjadi langganan BK.
Tanpa terkecuali Alvaro yang juga merasa aneh karena tiba-tiba saja gadis itu berubah dan menghidar setiap kali bertemu dengannya, seolah mereka bagaikan orang asing yang tak pernah saling mengenal. Apakah gadis itu marah padanya, lantas mengapa seolah Bias tidak lagi perduli dengan kehadirannya.
Setiap kali Alvaro berniat untuk menyapa, gadis itu berlagak tidak melihatnya dan menyibukkan diri dengan sekitarnya. Bahkan Alvaro sempat bertanya pada Tarisa perihal perubahan Bias, namun gadis itu malah mengucap syukur karena akhirnya sahabatnya berubah tidak lagi berbuat ulah.
__ADS_1
Hari ini Alvaro meyakinkan diri untuk berbicara dengan Bias, bertanya semua hal yang selama ini mengganjal hatinya, karena ia juga sudah tidak lagi memiliki hubungan dengan wanita manapun dihidupnya. Meskipun awalnya ia sempat ditertawakan habis-habisan oleh teman-temannya, karena memutuskan untuk berhenti dan bertobat menjadi seorang playboy dan memilih untuk mengejar cinta Bias. Terutama ia yang menjilat ludahnya sendiri, karena kenyataannya ia benar-benar jatuh cinta pada gadis yang selama ini mengusik hidupnya.
Selama gadis itu menjauh, seolah dunianya sepi, tidak ada lagi pertengkaran-pertengkaran atau perselisihan yang sudah menjadi rutinitasnya setiap kali bertemu Bias disekolah bahkan dimanapun. Anehnya ada perasaan kehilangan setiap kali ia sadar jika gadis itu tak lagi memperdulikan kehadirannya dan mengacaukan hari-harinya, dan Alvaro sangat merindukannya.
Terlihat Bias yang baru saja memasuki ruang kelas bersama Tarisa disampingnya, tawa terlihat menghiasi wajahnya, namun berbeda saat matanya bertemu dengan mata miliknya. Gadis itu seketika mengalihkan tatapannya dan lagi-lagi mengabaikan kehadirannya, membuat ia tidak tahan lagi dengan perubahan Bias terhadapnya. Hingga akhirnya tanpa sadar Alvaro menghampiri Bias dan mencekal pergelangan tangannya. Baru saja gadis itu akan berontak, namun Alvaro menariknya dan membawanya pergi keluar kelas.
Seketika kelas menjadi ramai karena tindakan Alvaro, bukan tanpa sebab, karena akhirnya mereka menyaksikan tontonan yang selama ini dirindukannya. Tontonan Pokemon Vs Crocodile kembali ditampilkan, membuat mereka lagi-lagi bersorak ramai.
Bias tidak mengerti mengapa Alvaro tiba-tiba menariknya dan membawanya dengan paksa, bahkan sepanjang perjalanan laki-laki itu hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun dari bibirnya. Membuat ia juga memilih bungkam dan terus mengikuti kemana langkah membawanya, hingga akhirnya ia berakhir ditaman belakang sekolah bersama Alvaro yang kini menatapnya.
__ADS_1
"Lo apa-apan si?!" Ucap Bias kesal seraya memegang pergelangan tangan kanannya yang kini memerah akibat ulah Alvaro.
"Lo kenapa jauhin gue? Lo kenapa ngehindar setiap kali ketemu gue? Apa salah gue?" Begitu banyak pertanyaan yang Alvaro ajukan padanya, membuat gadis itu bingung dengan apa yang akan dikatakannya. Terlebih laki-laki itu kini terus menatapnya, membuat ia semakin sulit untuk menjawabnya.
"Gue cuma nggak mau ganggu lo lagi, gue cuma mau berubah nggak nyebelin lagi. Gue cuma mau nurutin semua ucapan baik Tarisa" Jawab Bias berusaha untuk tetap tenang.
"Kenapa? Kenapa disaat gue udah bener-bener yakin kalo gue jatuh cinta, lo malah pergi jauh? Kenapa disaat gue yakin sama hati gue, lo malah hilang dari pandangan dan hidup gue?" Tanya Alvaro seraya menatapnya lirih, untuk pertama kalinya laki-laki itu mengharapkan dan mengemis cinta pada seorang wanita. Bukankah selama ini ia yang mendapatkan perlakuan seperti ini dari semua wanita yang ditemuinya, tapi hari ini dunia seakan terbalik.
"Tapi kenapa disaat gue mulai jatuh cinta, ternyata orang itu nggak sebaik yang gue kira. Lo dateng bawa cinta bahkan luka dihidup gue Al, gue nggak suka lo maenin perasaan cewek, gue capek lagi-lagi mereka dateng gara-gara tau lo deket sama gue. Gue capek berantem sama semua orang yang nggak terima lo putusin, kenapa harus gue? Bahkan gue nggak pacaran sama lo, tapi gue yang dituduh jadi perusak hubungan lo. Kenapa mereka nggak sadar juga kalo lo itu brengsek!" Ucap Bias seraya memalingkan wajahnya, karena tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipinya.
__ADS_1
Alvaro benar terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya, bahkan ia tidak pernah mengira jika semua wanita yang dekat dengannya akan datang menemui Bias. Bukankah mereka sebelumnya tidak pernah tahu, bahkan tidak mengenal Bias, mengapa semua ini begitu membingungkan, dari mana mereka semua tahu perihal Bias. Begitu banyak pertanyaan yang terus hadir, namun tidak ada seorangpun yang dapat menjawabnya, membuat ia tanpa sadar menghela nafas berat seraya mengacak rambutnya frustasi.