
Happy Readingā¤
***
Sejak kejadian itu Alvaro terlihat sangat cuek bahkan jarang sekali mereka bertengkar jika bertemu disekolah, tentu saja hal itu membuat teman-temannya penasaran karena tidak seperti biasanya keduanya terlihat tenang-tenang bahkan adem ayem seperti sekarang. Terutama Rangga manusia bin kepo yang selalu ingin tahu segala urusan sahabatnya yang kini berkali-kali terus melemparkan pertanyaan kepada Alvaro, membuat laki-laki itu terlihat sangat kesal dan menatapnya tajam.
"Woy Al ayo dong cerita?" Ucap Rangga untuk yang kesekian kalinya, membuat kedua temannya terus menggelengkan kepala frustasi dengan laki-laki namun terlihat seperti emak-emak rempong.
"Cerita apaan si! Gue nggak ada apa-apa sama si manusia Pokemon" Balas Alvaro dengan nada kesal, hal itu membuat mereka bertambah penasaran.
"Eh lo ngapain ngomongin gue!" Teriak Bias yang baru saja memasuki ruang kelasnya diikuti Tarisa disampingnya, namun tunggu dulu, mengapa laki-laki itu ikut hadir disampingnya. Ada apa sebenarnya, lantas untuk apa ia kini kembali kesal saat melihat kehadirannya.
"Najis Pd banget lo!" Balas Alvaro ketus, seraya mengalihkan pandangannya kearah luar jendela.
"Woy Al! Itu siapa?" Bisik Rangga membuat Alvaro semakin kesal sekarang, dan tanpa sadar menggebrak meja seraya bangkit dari duduknya. Membuat teman-temannya terbelalak melihat responnya begitupun Bias yang kini menatapnya aneh.
__ADS_1
"Itu manusia kenapa?" Tanya Bias saat Rangga bersama David melewatinya untuk menyusul sahabatnya yang kini sudah keluar dari dalam ruangan, sedangkan mereka hanya meggelengkam kepalanya menjawab pertanyaannya membuat gadis itu memutar kedua bola matanya malas.
"Yaudah kalo gitu aku pergi dulu" Ucap Bryan yang sendari tadi diam memperhatikan sekitarnya, namun tersenyum saat berbicara dengan Bias yang kini menatapnya seraya mengganggukkan kepala menanggapi ucapannya.
"Yaudah Tar gue duluan" Pamit Bryan lagi, dan segera beranjak pergi meninggalkan mereka, meninggalkan sekolah mereka. Sebenarnya Bias sangat kesal pagi ini, karena laki-laki itu tiba-tiba saja memaksa ingin mengantarkannya ke sekolah meskipun tetap saja ia membawa mobilnya sendiri dan Bryan mengikutinya dari belakang. Membuat gadis itu lagi-lagi menggelengkan kepala frustasi dengan sikapnya yang selalu mengganggu, walaupun itu semua demi kebaikannya tapi tetap saja ia tidak suka jika mendapat perlakuan seperti ini.
Tarisa sempat mengatakan jika sejak dulu Bryan menyukainya, tapi tetap saja Bias tidak percaya karena kedekatan mereka hanyalah sebatas sahabat sama seperti halnya ia dengan Tarisa dan tak lebih dari itu.
"Gila tu orang ya! Ngapain pake acara nganterin gue segala" Ucap Bias setelah kepergian Bryan, membuat Tarisa menggelengkan kepala. Karena sampai saat ini Bias belum juga mengerti dengan perlakuan Bryan padanya, padahal sudah terlihat jelas jika laki-laki itu sangat menyukainya. Namun sikapnya yang selalu acuh tak acuh dan semaunya sendiri membuat ia frustasi, meskipun ia sangat tahu jika sahabatnya hanya menginginkan kebebasan dan tidak menyukai hal yang berbau pengekangan.
"Kan gue udah bilang kalo Bryan itu suka sama lo" Ucap Tarisa seraya ikut mendudukkan diri disampingnya, membuat gadis itu seketika menatapnya.
"Eh si Alvaro kayanya suka juga deh sama lo" Celetuk Tarisa, membuat gadis itu seketika tersedak air yang baru saja ditegaknya. Seraya menyeka air yang tertinggal Bias menatapnya tidak percaya dan tertawa setelahnya, tentu saja hal itu membuat Tarisa mengeryit bingung dan berlagak menempelkan lenganya dikening Bias.
"Nggak panas" Ucap Tarisa dengan wajah polos.
__ADS_1
"Eh lo kira gue sakit" Ucap Bias tidak terima dengan apa yang baru saja didengarnya dari mulut sahabatnya, sedangkan Tarisa hanya menampilkan sederet gigi putihnya dan mengacungkan dua jari membentuk hurup V.
"Udah ah gue laper nih" Ucap Bias seraya bangkit dari duduknya.
"Bias! Ini udah mau masuk" Ucap Tarisa seraya menatapnya tajam, namun tetap saja hal itu tidak dapat mengurungkan niatnya untuk segera pergi ke kantin sekolah.
"Apa iya si Crocodile suka sama gue?" Ucap Bias dalam hati saat ia tengah melangkah di koridor menuju kantin sekolahnya, entah mengapa untuk pertama kalinya ia memasukan ucapan seperti ini kedalam pikirannya hingga membuat ia terus bertanya-tanya seperti sekarang. Tentu saja hal ini membuatnya tidak fokus dengan jalanan yang dilewatinya hingga seseorang tiba-tiba saja menabrak tubuhnya membuat ia seketika meringis dan terbelalak saat melihat siapa yang baru saja menabraknya dan membuyarkan semua lamunannya.
"Eh kalo jalan itu pake mata dong!" Ucap Mauren yang baru saja menabraknya.
"Woy yang bilang gitu harusnya gue!" Balas Bias tidak terima.
"Eh jelas-jelas lo yang dari tadi bengong" Ucap Alvaro yang kini tengah bersama Mauren, tunggu dulu, apakah Bias tidak salah lihat sekarang, bagimana bisa laki-laki itu mau bersama gadis manja dihadapannya, bukankah ia sangat tidak menyukainya.Tapi akal sehatnya seketika kembali, karena wajar saja laki-laki itu mau padanya karena notabenya ia seorang Crocodile siapapun yang diinginkannya tentu saja akan menjadi miliknya.
"Wah-wah, mangsa baru nih" Sindir Bias santai, namun hal itu membuat Alvaro seketika menatapnya tajam, begitupun dengan Mauren disampingnya.
__ADS_1
"Lo syirik sama gue?" Tanya Alvaro dengan tatapan merendahkan, membuat gadis itu seketika menatapnya tajam.
"Eh lo denger ya! Walaupun gue badgirl tapi gue masih punya hati, nggak kaya lo CROCODILE!" Ucap Bias penuh penekanan diakhir kalimat, tentu saja hal itu membuat Alvaro tidak terima dan tapa sadar menarik pergelangan tangannya dan beranjak pergi membawa Bias yang kini berontak disampingnya. Bukan hanya Bias yang terkejut dengan tindakan Alvaro, namun Mauren lebih terkejut karena ia kini ditinggalkan sendirian.