After Meet You

After Meet You
AMY#30


__ADS_3

Happy Readingā¤


***


Sebenarnya Alvaro sangat penasaran dengan apa yang sudah terjadi pada gadis yang kini tengah menikmati makan malam bersamanya, namun ia merasa tidak enak jika langsung bertanya padanya saat ini. Mungkin ia akan melakukannya setelah menyelesaikan aktivitasnya dan mencari tempat yang tenang agar gadis itu mau bercerita padanya, meskipun ia tidak yakin jika Bias akan menanggapinya.


"Lo ngapain liatin gue?" Tanya Bias seraya menatapnya, karena sendari tadi laki-laki itu terus fokus padanya dan melupakan makanan miliknya. Seketika Alvaro terlihat salah tingkah karena tertangkap basah oleh Bias dan terlihat menyibukkan diri dengan piring dihadapannya. Sedangkan Bias hanya menggedikkan bahu dan kembali fokus pada makanannya, meskipun ia menumpang namun gadis itu hanya acuh tak acuh, tapi tetap saja ia penasaran mengapa rumah ini begitu sepi sama seperti rumah nya.

__ADS_1


Akhirnya keduanya menyelesaikan aktivitas makan malamnya, membuat keduanya akhirnya berakhir ditaman belakang rumah Alvaro. Terlihat Bias yang kini mendudukkan diri di ayunan kayu, tentu saja Alvaro juga ikut melangkahkan kakinya dan mendudukkan diri disamping Bias, membuat gadis itu menatap tajam kearahnya.


"Ngapain lo duduk disini?!" Tanya Bias terdengar ketus, membuat laki-laki itu seketika ikut menatapnya tidak terima.


"Lo nggak tau diri! Jelas-jelas ini rumah gue, ya terserah gue dong mau duduk dimana" Ucap Alvaro tidak terima, namun gadis itu hanya mengabaikannya dan memilih untuk menatap langit-langit malam yang kini terlihat sangat gelap tanpa cahaya rembulan atau bintang yang menghiasi, mungkin karena selepas hujan deras tadi.


"Lo lagi ada masalah?" Tanya Alvaro tiba-tiba, sedangkan Bias hanya diam enggan untuk menanggapi membuat laki-laki itu tanpa sadar menghela nafas berat karena ia sudah menduga hal ini yang akan didapatkannya. Namun dugaannya salah, karena tiba-tiba gadis itu berdehem membuat ia segera menatapnya.

__ADS_1


"Gue nggak tau apa harus gue omongin sama lo, karena posisi gue juga sama kaya lo" Ucap Alvaro, membuat gadis itu sempat terkejut namun kembali fokus dengan aktivitasnya.


"Liat langit malam ini seolah dia tau banget gimana perasaan gue sekarang, bahkan hujan ikut turun. Gue tau selama ini mungkin gue nggak pernah bersyukur karena tingkah gue yang keterlaluan, tapi hal ini nggak lebih cuma sekedar buat cari perhatian dari orang yang gue sayang" Ucap Bias lagi, membuat Alvaro terkejut, apa maksud dari orang yang Bias sayang, apakah gadis itu tengah mencintai seseorang.


"Gue sayang sama Nyokap Bokap gue,,," Entah mengapa Alvaro tiba-tiba menghela nafas lega saat mendengar ucapannya lagi. "Tapi mereka nggak pernah ada waktu buat gue, dulu mungkin masih ada Mamah, tapi sekarang dia udah pergi, dan lagi Papah sama sekali nggak pernah perduli sama gue, dia sibuk sama dunianya sendiri" Ucap Bias lagi, tanpa sadar untuk pertama kalinya gadis itu meneteskan air matanya dihadapan orang lain. Karena hatinya benar-benar sangat hancur sekarang, raganya tak lagi sanggup menompang semua kepedihan bahkan beban yang selama ini ditahan dan disembunyikannya.


"Gue tau kalo selama ini gue cewek yang super nyebelin dimata orang, banyak yang nggak suka sama gue karena kelakuan gue yang buat orang selalu marah selalu mejauh dari gue, nggak ada satupun yang mau temenan sama gue disekolah, tapi gue bersyukur karena satu teman yang setia lebih dari cukup. Bahkan gue tau lo juga nggak suka ketemu sama gue, hidup lo ancur pas ketemu gue, gue sadar dan gue minta maaf sama lo" Ucap Bias lagi, membuat Alvaro tanpa sadar bangkit dari duduknya dan manarik Bias kedalam pelukannya. Entah mengapa hidupnya seolah sama dengan gadis yang kini sudah menangis didalam pelukannya, mungkin untuk sekarang hanya ini yang bisa dilakukannya.

__ADS_1


"Gue bener-bener paham sama apa yang selama ini lo rasain, gue emang nggak suka sama lo, nggak suka sama sikap lo yang nyebelin, tapi bukan berarti gue benci sama lo" Ucap Alvaro seraya menepuk-nepuk pelan punggung rapuh gadis didalam pelukannya.


"Mungkin gue sebrengsek yang kalian liat, tapi gue nggak pernah ada maksud buat nyakitin mereka, bahkan gue nggak pernah mau sama mereka. Selama ini gue cuma kasian sama mereka yang terus ngejar-ngejar gue, bahkan ngemis cinta sama gue. Bahkan kalian nggak pernah tau kalo selama ini gue juga punya hati, orang brengsek dan playboy kaya gue juga punya hati Bi. Gue tau gimana sakitnya kesepian, gue tau gimana sakitnya ditinggalin, tapi gue berusaha buat ngehibur diri gue sendiri meskipun gue sadar cara gue salah dan nyakitin banyak orang" Ucap Alvaro lagi panjang lebar, seraya menghela nafas lega. Karena untuk pertama kalinya ia bisa mengutarakan semua isi hati dan beban yang selalu mengganjal dihatinya, entah mengapa seketika ada perasaan lega saat menceritakan semuanya.


__ADS_2