After Meet You

After Meet You
AMY#26


__ADS_3

Happy Reading❤


***


Sebenarnya sendari tadi Bias terus memperhatikan Alvaro dan juga seorang wanita yang sempat bertengkar dengannya yang tiba-tiba saja datang melabraknya berpikir karena kehadirannya Alvaro banyak berubah, dan menuduh jika ia merebut Alvaro darinya. Tentu saja Bias tidak terima dengan perlakuan wanita gila yang tidak tahu malu, bahkan selama ini ia tidak berniat bahkan tidak ingin mendekati laki-laki sepertinya. Apa bagusnya Alvaro, dia hanya laki-laki brengsek yang selalu mempermainkan perasaan wanita dan membanggakan kepandaiannya merebut hati para wanita.


Terlebih lagi kejadian yang baru saja disaksikannya, mengapa dengan mudahnya laki-laki itu mengatakan kata putus dihadapan kekasihnya, meskipun ia tahu bukan hanya wanita itu yang menjadi kekasihnya selama ini, karena laki-laki Crocodile itu selalu berganti-ganti pasangan. Bahkan gadis-gadis disekolahnya sudah banyak yang menjadi korban pesonanya, bahkan rayuannya. Seketika membuat Bias bergidik ngeri saat membayangkannya.


"Woy Bi! Lo ngapain disitu?" Teriak Tarisa yang sendari tadi menunggunya bersama Andro yang kini tersenyum kearahnya, apa lagi sekarang, mengapa harus ada laki-laki itu disampingnya. Namun Bias segera melangkahkan kakinya dan menghampiri kedua temannya.


"Lama banget si lo! Ngapain aja?" Tanya Tarisa saat ia mendudukkan diri dihadapannya.


"Ya sorry gue kan orang sibuk" Ucap Bias membuat keduanya mengalihkan pandangan berlagak memuntahkan makanannya, tentu saja hal itu membuat Bias seketika mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Lo ngapain disini?" Tanya Bias seraya menatap Andro, sedangkan laki-laki itu hanya menggedikkan bahunya membuat Bias memutar kedua bola matanya malas.


"Eh Bi ada balapan lagi nih, lo mau ikutan?" Ucap Andro tiba-tiba membuat gadis itu seketika menatapnya antusias, sedangkan Tarisa terlihat menggelengkan kepalanya frustasi karena lagi-lagi balapan dan balapan yang dibahas kedua manusia itu jika sudah bertemu.


"Nggak-nggak!! Nggak ada balapan lagi" Ucap Tarisa tiba-tiba berusaha menengangi seraya menatap Bias tajam, terlihat Bias yang kini menampilkan sederet gigi putihnya begitupun dengan Andro disampingnya, tentu saja hal itu membuat Tarisa menundukkan pandangannya frustasi.


"Capek gue sama lo berdua" Ucap Tarisa seraya menyuapkan Ice cream kemulutnya.


"Utututu kesian, nanti mamah beliin Ice cream yang banyak ya" Ucap Bias dengan tampang jijiknya, membuat gadis itu seketika memutar bola matanya bosan.


"Bi lo belum punya pacar kan?" Tanya Andro tiba-tiba, seketika kedua gadis itu tersedak Ice cream karena terkejut dengan ucapannya. Terlihat Bias yang kini menatap kearah Tarisa berusaha untuk meminta pertolongannya, karena ia sangat malas jika sudah membahas perihal perasaan sekarang.


"Eh Bi gue lupa kalo Mamah minta gue buat ke Super Market, lo mau kan temenin gue?" Ucap Tarisa yang kini berusaha mengalihkan pembicaraan, seketika Bias bangkit dari duduknya dan meraih tas rasel miliknya.

__ADS_1


"Siap!" Ucap Bias dan segera beranjak pergi mendahului mereka


"Yaudah kita duluan ya" Ucap Tarisa yang juga ikut beranjak mengikuti Bias.


"Andro kita duluan" Teriak Bias yang kini tengah didepan pintu masuk, sedangkan laki-laki itu hanya tersenyum miris karena respon yang diberikan gadis itu padanya. Entah sudah keberapa kali ia menyatakan perasaannya namun gadis itu selalu menolak dan mengalihkan pembicaraan, bahkan seringkali meninggalkannya dan mengatakan jangan pernah menyukainya karena  tidak ada untungnya jika menyukainya. Meskipun begitu Andro tidak pernah menyerah untuk terus meyakinkan Bias agar mau menerima cintanya, meskipun ia tahu jika gadis itu sama sekali tidak pernah menyukainya dan hanya menganggapnya sebatas teman.


Tapi tetap saja Andro masih merasa senang karena gadis itu sampai saat ini belum juga memiliki pasangan, padahal ia tahu jika Bryan juga mendekati gadis itu hanya saja sama seperti dirinya, Bias tidak pernah menyadari dan menerima perasaan Bryan dan menganggapnya sebatas sahabat. Sebanarnya laki-laki seperti apa yang diinginkan gadis itu, mengapa sampai sekarang Bias memilih untuk terus sendiri dan menikmati hidupnya. Lantas sampai kapan gadis itu terus menutup hatinya, sampai kapan ia akan terus menutup matanya dengan orang-orang yang terus mendekatinya dan menyukainya. Lagi-lagi Andro hanya menghela nafas berat, karena menyadari usahanya selalu gagal untuk mendapatkan Bias.


Akhirnya mereka dapat bernafas lega setelah berhasil lolos dari suasana yang akan berubah menjadi sangat menegangkan, karena lagi-lagi Andro terus membahas perihal perasaanya pada Bias. Tidak hanya Bias yang bosan mendengarnya, Tarisa pun tak kalah bosan, karena terus menjadi obyek untuk dimintai tolong oleh keduanya.


"Huhh! Thanks you so much my baby" Ucap Bias saat sudah masuk kedalam mobilnya bersama Tarisa, tentu saja gadis itu kini bersamanya karena ia kebetulan tidak membawa mobilnya. Bahkan tadi gadis itu datang bersama Andro, karena laki-laki itu yang memaksanya untuk ikut.


"Lebay lo!" Ucap Tarisa seraya mendaratkan kepalan tangannya tepat dikepala Bias, membuat sang empunya seketika menatapnya tajam.

__ADS_1


"Jadi kita mau kemana?" Tanya Tarisa seraya fokus dengan ponsel miliknya.


"Ke toko bunga" Jawab Bias seraya menghela nafas berat, seketika gadis itu terkejut saat mendengar ucapan sahabatnya seraya ikut menghela nafas berat.


__ADS_2