After Meet You

After Meet You
AMY#25


__ADS_3

Happy Readingā¤


***


Bias tidak mengerti dengan jalan pikir laki-laki yang kini tiba-tiba saja menarik pergelangan tangannya dan membawanya pergi ke taman belakang sekolah, dengan nafas yang tersegal-segal Bias akhirnya berhasil melepaskan cekalan tangannya dan menatap Alvaro tajam. Sedangkan laki-laki itu hanya acuh tak acuh padanya seraya balik menatapnya tajam.


"Lo apa-apan?!" Tanya Bias dengan suara yang sedikit berteriak kearahnya, membuat Alvaro tiba-tiba kembali mencekal pergelangan tangannya.


"Lepasin gue! Lo gila atau stres sih!" Teriak Bias tidak terima dengan perlakuan aneh Alvaro padanya.


"Kenapa Bryan ada disini?" Tanya Alvaro tiba-tiba, membuat gadis itu seketika mengeryitkan dahi bingung namun seketika tertawa setelahnya, hal itu membuat Alvaro melepaskan cekalannya.


"Jadi lo cemburu?" Tanya Bias santai setelah meredakan tawanya.


"Najis! Siapa juga yang cemburu gue cuma tanya kali" Ucap Alvaro terdengar ketus seraya mengalihkan pandangannya.


"Sejak kapan lo jadi bucin gue?" Ucap Bias dan kembali tertawa karena tidak tahan dengan respon Alvaro yang tidak seperti biasanya, sejak kapan laki-laki itu menjadi seperti sekarang, bukankah biasanya mereka sudah seperti Tom and Jerry.

__ADS_1


"Woy mimpi jangan ketinggian! Nggak sudi gue jadi bucin lo, suka aja nggak sama lo" Ucap Alvaro tidak terima dengan apa yang baru saja didengarnya, namun Bias hany menggedikan bahunya tidak perduli dan mendudukkan diri dibangku yang tidak jauh darinya.


"Mending lo beliin gue makanan, laper banget nih" Ucap Bias dengan santainya.


"Lo pikir gue babu lo! Jangan mimpi" Ucap Alvaro, seketika gadis itu bangkit seraya menghampirinya. Entah mengapa posisi keduanya sangat dekat sekarang, bahkan nafas keduanya seolah beradu, seketika jantung Alvaro berdetak begitu cepat tidak seperti biasanya. Sebenarnya apa yang kini terjadi padanya, tidak mungkin ia jatuh cinta pada gadis aneh dihadapannya, terlebih lagi kini Bias terus menatapnya lekat-lekat membuat ia salah tingkah, namun seketika terdengar gelak tawa dari gadis yang kini memundurkan langkahnya.


"Liat muka lo merah anjirr" Ucap Bias disela-sela tawanya seraya memegang perutnya yang terasa nyeri akibat terlalu banyak tertawa, apa yang sebanarnya terjadi pada laki-laki itu mungkinkah Alvaro benar-benar sudah jatuh cinta padanya, tapi mana mungkin.


"Puas lo sekarang!" Ucap Alvaro dan beranjak pergi meninggalkan Bias yang kini menatapnya aneh, namun segera menyusulnya dan menghentikan langkah laki-laki itu.


"Lo denger! Jangan pernah suka sama gue, karena gue nggak suka cowok brengsek kaya lo" Ucap Bias tiba-tiba dan berlalu begitu saja meninggalkan Alvaro yang kini terdiam membisu ditempatnya, apa yang baru saja didengarnya, mengapa ada perasaan aneh dihatinya, benarkah ia sudah jatuh cinta pada gadis yang selama ini menjadi musuhnya, bagaimana bisa ini tidaklah benar.


"Alvaro!" Panggil gadis yang kini terus menatapnya aneh karena sendari tadi laki-laki itu terus diam tanpa berniat menyentuh makanan miliknya, bahkan terus mengabaikannya dan tidak menjawab panggilannya.


"Alvaro kamu denger aku kan!" Ucapnya lagi seraya membanting sendok yang sendari tadi ditangannya, seketika laki-laki itu menatapnya aneh dan segera bangkit dari duduknya.


"Kita putus" Ucap Alvaro tiba-tiba dengan tampang santainya dan beranjak pergi meninggalkan wanitanya sendiri dengan mata yang kini terbelalak karena mendengar ucapannya.

__ADS_1


"Alvaro nggak bisa! Kita baru jadian kemaren!" Teriak wanitanya tidak terima seraya berusaha mengejarnya namun seseorang menghalangi jalannya, sedangkan Alvaro hanya mengabaikannya karena sudah terbiasa dengan hal seperti ini, bahkan ia paling lama berpacaran hanya satu minggu dengan wanita-wanitanya. Laki-laki itu terus melangkahkan kakinya ingin segera pulang dan sampai dirumah karena pikirannya benar-benar sangat kacau sekarang.


Baru saja Alvaro sampai diparkiran, seketika matanya tidak sengaja menangkap sosok yang sendari tadi terus mengacaukan pikirannya seharian ini. Namun matanya tidak menakap sosoknya sendiri, melainkan ada seseorang yang kini bersamanya, sepertinya keduanya tengah berbincang, tunggu dulu, bukankah Bias tengah bertengkar sekarang. Hingga membuat Alvaro tanpa sadar datang menghampirinya, membuat gadis itu menatapnya bingung karena melihat kehadirannya.


"Lo ngapain disini?" Tanya Bias seraya menatapnya aneh, sedangkan Alvaro hanya mengabaikannya dan fokus dengan seorang wanita yang kini menatap kearahnya.


"Lo ngapain disini?" Tanya Alvaro seraya menatapnya tajam, sedangkan Bias hanya acuh tak acuh dengan keduanya.


"Bilangin sama pacar lo yang satu ini! Kalo mau nuduh liat-liat orang dulu" Ucap Bias dengan santai, dan segera beranjak pergi masuk kedalam cafe.


"Maksud lo apa?!" Tanya Alvaro tidak suka, karena kehadiran wanita yang kini tengah menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Lo jahat Al! Lo anggap apa gue selama ini?" Tanyanya tiba-tiba seraya menggenggam tangan Alvaro.


"Gue mau kita putus" Ucap Alvaro dan segera melepaskan tangannya, tentu saja wanita itu tidak terima dengan keputusannya yang sangat tiba-tiba.


"Gue tau ini semua pasti gara-gara cewek itu iyakan?! Lo pikir selama seminggu ini gue nggak tau!" Ucapnya tidak terima, sedangkan Alvaro hanya mengabaikannya dan segera beranjak meninggalkannya.

__ADS_1


"Lo harus terima! Karena yang mau jadi pacar gue akan berakhir sama" Ucap Alvaro seraya terus melangkahkan kakinya menuju mobilnya, sedangkan wanita itu hanya mengepalkan kedua tangannya dan pergi begitu saja dengan kekesalan yang kini merasukinya.


__ADS_2