
Terkadang kita tidak pernah menduga dengan siapa kita akan dijodohkan, bahkan kita terlalu sibuk mencari kesana kemari seseorang yang diharapkan, lantas mengapa kita lupa dengan seseorang yang selama ini ada bersama kita, bahkan terlihat sangat dekat. Seperti halnya gadis yang kini tengah tersenyum menatap gaun putih indah yang bertengger rapih didalam kamarnya, gaun yang sebelumnya sudah ia pilih bersama Alvaro kekasihnya yang akan segera menjadi suaminya.
Sesekali senyum terlukis diwajahnya terbayang bagaimana dulu saat ia pertama kali bertemu dengan laki-laki itu, pertemuan mereka tidaklah sebaik yang dibayangkan, permusuhan selalu menjadi rutinitas setiap kali mereka bertemu dimanapun bahkan kapanpun. Bahkan ia terdengar menutup mulutnya karena tawa yang berhasil lolos darinya, bukan tanpa sebab, melainkan karena mengingat bagaimana wajah Alvaro saat ia mengatakan sebuah kata Sakral untuk laki-laki yang sebelumnya bernotabe sebagai Playboy.
Hingga terdengar ketukan pintu yang membuyarkan lamunan nya, membuat gadis itu seketika bangkit dari kasurnya dan berjalan kearah pintu untuk membuka pintu kamarnya. Seketika Bias mengeryitkan dahi karena respon seseorang yang kini menampilkan sederet gigi putihnya, benar-benar terlihat begitu konyol dimatanya, hingga akhirnya tawa pecah diantara keduanya.
"Ngapain si lo Tar" Ucap Bias disela-sela tawanya, begitupun dengan Tarisa yang kini beranjak masuk kedalam kamarnya.
"Wihh calon pengantin mah beda" Ucap Tarisa seraya mengamati gaun putih yang terlihat mewah dimatanya, sahabatnya benar-benar memiliki selera yang bagus dalam memilih pakaian.
"Apaan sih lo! Makannya cari pacar" Ucap Bias dengan tawa setelahnya, sedangkan Tarisa terlihat mengerucutkan bibirnya membuat gadis itu tertawa dengan ekspresi sahabat baiknya.
"Eh jangan salah, gini-gini gue udah punya pacar sekarang" Ucap Tarisa tidak terima sedangkan Bias hanya tertawa menanggapinya, meskipun sebenarnya ia tahu jika gadis itu benar-benar sudah memiliki pasangan, namun entah mengapa ada perasaan bahagia jika terus menggoda sahabatnya. Hingga suara seorang wanita terdengar mengusik obrolan keduanya.
"Wahh kayanya tante ganggu ya?" Ucap Anna yang baru saja masuk kedalam kamarnya dengan senyum mengembang diwajahnya karena melihat putrinya yang besok akan segera melangsungkan pernikahan.
"Enggak kok Tan, nggak ganggu" Ucap Tarisa seraya tersenyum kearah wanita yang kini menjadi orang tua sahabatnya, Tarisa juga tak kalah senang saat mendengar jika hubungan keluarga Bias sudah membaik dan sekarang gadis itu terlihat sangat bahagia bahkan sempurna sekarang.
"Iya Mah, lagian kita lagi santai kok" Ucap Bias yang juga menanggapinya seraya datang menghampirinya mengambil cemilan yang ada ditangan sang Ibu.
"Eh kamu ya kebiasaan" Ucap Anna karena melihat tingkah putrinya yang masih terlihat seperti seorang gadis belia dimatanya, meskipun Bias bukanlah anak kandungnya namun tetap saja ia sangat menyanyanginya seperti anak kandungnya sendiri.
💑
Tanpa terasa hari yang selama ini dinantinya akhirnya tiba, hari dimana ia akan menjadi seorang istri dari orang yang sangat dicintai nya, orang yang selama ini selalu memberikan kebahagiaan dihidupnya. Wanita mana yang tak bahagia jika dinikahi oleh orang yang juga mencintainya, segala kebahagiaan yang takkan pernah ternilai selama hidupnya, kebahagiaan yang akan selalu ia jaga selama akhir hayatnya.
__ADS_1
Lagi-lagi senyum terlihat diwajahnya, membuat seorang gadis juga ikut tersenyum saat melihatnya tak lupa ucapan menggoda yang lagi-lagi terus terlontar dari bibirnya.
"Wahh calon pengantin sih senyum terus" Ucap Tarisa yang sejak kemarin terus mendampinginya dan menemaninya sampai hari ini ia akan dilepaskan oleh kedua orang tuanya.
"Apa sih iri aja lo!" Ketus Bias tidak terima karena terus digoda oleh sahabatnya seraya mengerucutkan bibirnya.
"Ehh nggak boleh kaya gitu, nanti make up lo ancur woy" Ucap Tarisa seraya tertawa setelahnya, membuat gadis itu seketika menatap pantulan dirinya di depan cermin yang bedada tepat dihadapan nya.
Terlihat tatapan bahagia dari semua pasang mata yang menghadiri pernikahannya, senyum juga tak lupa menyambut kedatangannya, langkah kakinya terus membawa ia menghampiri seorang laki-laki yang kini tengah menunggunya dengan senyum yang juga terpancar diwajah tampannya, Alvaro terlihat begitu sempurna dimatanya, dengan balutan jas yang kini dikenakannya.
Hingga akhirnya suara gemuruh yang menyerukan kata "Selamat" Terdengar jelas ditelinganya, rasa bahagia benar-benar menghadiahi hidupnya kali ini, hadiah terindah yang Tuhan kirimkan melalui laki-laki yang sebelumnya menjadi musuh bebuyutannya di Sekolah. Seketika ia sangat merindukan masa-masa indah saat menjadi remaja, masa-masa penuh kebebasan tak pernah merasakan sulitnya kehidupan. Hingga tanpa sadar air mata jatuh membahasi pipinya, membuat laki-laki itu terlihat panik karena baru saja melihat istrinya menangis.
"Kamu kenapa?" Tanya Alvaro seraya menyeka air mata yang tertinggal diwajah Bias.
"Aku bahagia, akhirnya aku jadi istri dari laki-laki yang dulunya musuh, sumpah nggak nyangka banget" Ucap Bias seraya tertawa setelahnya, namun Alvaro hanya tersenyum seraya menyentuh wajahnya dengan tatapan tulus yang tersorot jelas dimatanya.
"Aku mencintaimu diwaktu sekarang dan waktu yang akan datang, selamanya" Ucap Alvaro seraya memeluk tubuh ramping istrinya.
"Selamat untuk putri kesayangan Papah" Ucap Aryo seraya memeluk hangat putri satu-satunya dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya, tentu saja Bias juga balik memeluk Ayah nya dengan sayang.
"Inget! Kamu harus jaga Bias buat Papah ya" Ucap Aryo seraya memegang kedua bahu Alvaro.
"Siap komandan!" Ucap Alvaro seraya berlagak hormat seperti layaknya Siswa SMA saat upacara bendera. Seketika terdengar gelak tawa dari orang-orang disekitarnya.
"Makasih sayang kamu udah mau nerima anak Papah yang bandelnya nauzubillah" Ucap orang tua Alvaro seraya memeluk Bias dengan sayang, membuat laki-laki itu segera melepaskan pelukan Papahnya dari istrinya.
Lagi-lagi tawa terus terdengar menghiasi hari bahagia mereka, tak ada lagi kesedihan yang terlihat menghiasi. Meskipun dimasa mendatang akan ada yang dinamakan kesedihan, namun dengan kehadiran Alvaro dihidupnya akan selalu bisa menguatkannya untuk terus menjalani hari-harinya hingga nanti ia menua bersama suaminya.
__ADS_1
"I Love You Crocodile" Ujar Bias dalam hati seraya menghambur kepelukan Alvaro untuk kedua kalinya.
"I Love You Pokemon" Ujar Alvaro dalam hati seraya membalas pelukan Istrinya.
"Ciee!!" Seketika terdengar semua orang yang menyerukan kata yang sama, membuat kedua pasangan itu terlihat menahan malu, terutama Bias yang kini wajahnya merona karena tersipu malu karena semua mata yang tertuju kearahnya, membuat gadis itu tanpa sadar kembali membenamkan wajahnya ke dalam dekapan Alvaro.
Jangan pernah berburuk sangka pada orang lain, belum tentu apa yang kita anggap salah juga salah di mata orang, atau mungkin sebaliknya. Terkadang kita hanya melihat dari luar nya saja tanpa tahu arti di dalam nya. Setiap orang memiliki pandangan berbeda, mungkin hari ini kita tampak buruk, namun tidak tahu esok seperti apa. Karena pada dasarnya manusia selalu berprogres untuk terus berubah, berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Tetap berpikir positif pada orang yang baru saja kita temui, namun tak mengurangi rasa untuk tetap berhati-hati karena kita tidak tahu dengan hati, terlebih hati manusia..
Seperti awalnya hubungan Bias dengan Alvaro yang selalu dilandasi oleh permusuhan, bahkan selalu melemparkan kata kasar. Namun siapa tahu jika keduanya di takdirkan berjodoh, bahkan melangsungkan pernikahan. Dan lagi orang yang sebelumnya ia anggap buruk kini menjadi orang terbaik yang selalu berhasil membawa kebahagiaan di hidupnya yang semula kelam kini tampak berwarna. Sekali lagi tetap berpikir positif.
*Terima kasih sudah mampir dan mengikuti kisah BiasAlvaro, salam hangat dari Indi yang tanpa kalian nggak ada arti apa-apa❤
Bonus pict pernikahan Alvaro Bias😍 Jadi pengen nikah juga😭😂
__ADS_1
Jangan lupa mampir dicerita aku yang lain :)
Terima kasih atas partisipasinya di cerita aneh ini❤*