
5 tahun sudah berlalu...
Tanpa sadar waktu berjalan begitu cepat, hingga membawa keduanya kini kembali dipersatukan. Tidak ada lagi jarak yang membentang atara mereka, suka cinta menyambut kerinduan akhirnya datang dan dirasakan. Hari ini, hari dimana Bias akan kembali dipertemukan dengan Alvaro kekasihnya selama 5 tahun belakangan yang meninggalkannya karena harus berkuliah diluar negeri, sedangkan ia tidak ingin menuruti ucapan Ayah nya yang juga akan menguliahkan nya di Luar Negeri, karena hubungan keduanya masih sama seperti dulu dingin seolah tidak seperti layaknya orang tua dan anak. Namun semua penantiannya tidaklah sia-sia, hari ini adalah waktunya.
Dengan tergesa-gesa Bias berlari menuruni anak tangga rumahnya, terlihat Ayah nya bersama kekasihnya yang tengah bersantai diruang keluarga karen kebetulan hari ini adalah hari minggu membuat keduanya tidak pergi meninggalkan rumah. Terdengar sapaan hangat dari wanita yang kini berstatus menjadi istri Ayah nya, namun gadis itu hanya mengabaikannya sama seperti biasanya, membuat laki-laki paruh baya itu menegurnya karena sikap tidak sopan putrinya.
"Bias! Mau sampe kapan kamu kaya gini? Udah 5 tahun berlalu tapi kamu nggak pernah bisa berubah" Ucap Aryo dengan tampang kesalnya.
"Udah Mas" Ucap Anna sang istri berusaha menenangkan.
"Loh bukannya selama ini kita damai-damai aja, terus kenapa sekarang masih permasalahin hal yang sama" Ucap Bias santai dengan mata yang terus fokus pada layar ponsel ditangannya, membuat laki-laki itu seketika merebut ponsel anaknya.
"Kamu udah dewasa, sebentar lagi juga kamu akan menikah! Harusnya kamu bisa ngerubah sikap buruk kamu yang kaya gini"
"Udah deh Pah! Papah nggak perlu ngatur aku terus, seperti yang Papah bilang aku itu udah dewasa jadi nggak perlu buat Papah ikut campur sama semua urusan aku"
Aryo benar-benar sudah putus asa dengan sikap putrinya, padahal selama ini ia berusaha untuk menuruti semua keinginanannya bahkan istrinya juga selalu bersikap baik padanya, namun tetap saja dimata Bias semuanya hanyalah pengkhianatan, karena gadis itu sampai saat ini tidak juga terima dengan keputusaanya.
"Balikin handphone aku!" Ucap Bias seraya menatapnya, sedangkan Aryo hanya menghela nafas berat seraya menyerahkan ponsel putrinya. Tanpa pamit Bias segera beranjak dan pergi meninggalkan keduanya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Aryo.
"Bukan urusan Papah" Ucap Bias tanpa menoleh kearahnya, lagi-lagi Aryo menghela nafas berat, sampai kapan keluarganya akan seperti ini.
Meskipun moodnya sudah sangat buruk, tetap saja tidak membuat semangat Bias menurun untuk segera bertemu Alvaro dan menjemputnya di Bandara. Dengan langkah tergesa-gesa ia masuk kedalam mobilnya, senyum terus mengembang diwajahnya, hingga ia memacu mobilnya membelah jalanan yang sangat ramai karena hari ini adalah hari weekend.
Matanya tak lepas dari setiap sudut ruangan yang ada di Bandara, langkahnya terus membawanya untuk mencari seseorang yang sudah lama ia rindukan. Sudah setengah jam lebih ia menyusuri Bandara, bahkan berkali-kali menghubungi kekasihnya, namun tetap tidak ada jawaban darinya. Seketika perasaanya menjadi sangat khawatir, bahkan panik sekarang, mengapa laki-laki itu belum juga menampilkan sosoknya bahkan menghubunginya, dimana sebenarnya Alvaro sekarang. Tanpa sadar ia terduduk disebuah kursi besi yang tersedia di lobi Bandara, terdengar Bias yang lagi-lagi menghela nafas berat seraya mengacak rambutnya frustasi.
"Marah-marah mulu mbanya!"
__ADS_1
Tanpa aba-aba Bias bangkit dari duduknya, karena sangat pemiliar dengan suara laki-laki yang mengusik aktivitasnya. Seketika matanya terbelalak bahkan segera berlari dan menghambur kepelukan kekasihnya yang kini tersenyum dengan koper besar disampingnya.
"Crocodile!" Teriak Bias seraya memeluknya erat, begitupun dengan Alvaro yang juga melakukan hal yang sama padanya.
"Kangen banget ceritanya" Ucap Alvaro, sedangkan Bias hanya mengangguk dalam pelukan hangat kekasihnya.
"Mau sampe kapan pelukannya, diliatin banyak orang tuh" Ucap Alvaro, seketika Bias segera melepaskan pelukannya dan memperhatikan sekelilingnya.
"Lucu banget pacar aku" Ucap Alvaro seraya mencubit kedua pipi Bias, membuat sang empunya meringis seraya mengerucutkan bibirnya.
"Yaudah ayo pulang" Ajak Alvaro seraya merangkul kekasihnya, Bias hanya menurut dan ikut melangkahkan kakinya.
Semilir angin berhembus menerpa wajahnya menyibak anak rambutnya, namun tetap saja tidak membuat gadis itu beranjak dari posisinya, tentu saja hal itu sangat menyenangkan untuk Alvaro memperhatikannya.
"Besok aku jemput kamu dirumah" Ucap Alvaro membuat gadis itu mengalihkan pandangannya dan menatap lekat-lekat kekasihnya.
"Mau ngapain?" Tanya Bias penasaran.
"Sejak kapan Pokemon jelek bisa semanis ini" Ucap Alvaro membuat gadis itu mengalihkan pandangannya.
Seperti janji Alvaro kemarin, laki-laki itu benar-benar datang ke rumahnya untuk menjemput Bias yang kini sudah siap dengan dress yang membalut pas di tubuhnya.
Sepanjang perjalanan senyum terus terukir dikeduanya, rasa bahagia benar-benar terpancar jelas diwajahnya. Hingga akhirnya mereka sampai disebuah Pantai tempat dimana mereka dulu bertemu tanpa sengaja. Tanpa pikir panjang Alvaro segera turun dari mobilnya, dengan tangan yang menggandeng lengan Bias disampingnya.
15menit berlalu, keduanya terus larut dengan pikiran masing-masing, hingga akhirnya Alvaro membuka suara memecah lamunannya.
"Inget nggak pertama kali kita ketemu disini, kamu panggil aku Buaya?" Bias hanya mengangguk dan terus menatapnya. ",,,,,,Aku mau kita menikah" Ucap Alvaro berbeda dengan ucapan sebelumnya, namun berhasil membuat Bias terkejut.
Deg!! Ucapan Alvaro benar-benar sangat mengejutkan untuknya, namun tidak menutupi kebahagiaan yang kini terpancar jelas diwajahnya. Seolah ia baru saja mendapatkan harta karun berharga selama hidupnya. Tanpa aba-aba Bias segera mengangguk menyetujui ucapan kekasihnya, dengan senyum yang terukir diwajahnya. Seketika Alvaro mengeluarkan cincin dan memasangkannya dijari manis kekasihnya.
"Terima kasih untuk kebahagiaan yang selama ini kamu kasih untuk aku" Ucap Bias tanpa sadar air mata kembali terjatuh selama 5tahun belakangan ini ia tidak lagi pernah menangis, namun hari ini ia kembali menangis, menangis karena terlalu bahagia.
__ADS_1
"Selamat ya sayang"
Deg! Suara itu terlalu akrab ditelinganya, jantungnya seolah berdetak kencang, matanya terbelalak bahkan lidahnya seketika terasa sangat kelu, bagaimana bisa laki-laki itu ada disini bersama wanita yang selama ini tidak disukainya. Namun suara Alvaro kembali menyadarkannya membuat ia mengalihkan pandangannya menatap lekat kekasihnya.
"Maafin aku Bi, tapi sebelum kita menikah aku pengen kamu perbaiki hubungan sama Ayah kamu. Karena restu dari Ayah sangat penting untuk anaknya" Aryo hanya tersenyum saat mendengar ucapan laki-laki yang selama ini menjalin hubungan dengan putri satu-satunya, sedangkan Bias hanya diam belum juga membuka suaranya.
",,,,Dia sayang banget sama kamu, setulus hati mencintai kamu. Kamu juga haru ngerti, kalo dia masih membutuhkan sosok istri dihidupnya. Lagi pula tante Anna juga selalu bersikap baik sama kamu, nggak ada salahnya kamu nerima mereka, maafin semua kesalahan mereka" Tanpa mengucapkan sepatah katapun dari bibirnya, seketika Bias bangkit dan menghambur kepelukan Ayah nya membuat mereka semua mengulas senyum diwajahnya, akhirnya gadis itu mau menerima dan memaafkan Ayah nya.
"Maafin Bias yang udah egois selama ini Pah" Aryo hanya tersenyum menanggapinya dan memeluk erat putri kesayangannya.
",,,Maafin Bias juga udah jahat sama tante" Ucap Bias lagi seraya melepaskan pelukannya dan menatap Anna yang berdiri disamping Ayah nya.
"Papah juga minta maaf sama kamu, Papah udah sering buat kamu kecewa" Ucap Aryo seraya tersenyum tulus kearahnya.
"Tante juga minta maaf ya" Ucap Anna yang juga tersenyum kearahnya, seketika mereka berpelukan dan mencurahkan kasih sayangnya, membuat Alvaro berdehem karena merasa terabaikan. Seketika tawa yang terdengar memenuhi seisi ruangan, dan Bias segera menghambur kepelukan Alvaro.
"Terima kasih Tuhan, hidupnya benar-benar sempurna sekarang" Ujar Bias dalam hati seraya tersenyum dipelukan Alvaro.
Bukan hanya hubungannya yang semakin menghangat dengan Alvaro, tapi juga berkat Alvaro hubungannya kembali membaik dengan Ayah dan keluarganya terasa sangat lengkap sekarang.
Sampai disini kisah Alvaro dan Bias, sekali lagi aku berterima kasih buat kalian yang udah setia baca cerita aneh ini😭❤
Tunggu Extra Part yang akan datang!!😍
__ADS_1