After Meet You

After Meet You
AMY#28


__ADS_3

Happy Readingā¤


***


Bias tidak menyangka dengan apa yang baru saja menimpanya, karena untuk pertama kalinya seumur hidupnya laki-laki itu main tangan padanya, bahkan saat ia melakukan hal diluar kendali dan terus dikeluarkan dari Sekolah hal itu tetap saja tidak pernah membuatnya bertindak kasar padanya apa lagi melayangkan tamparan kewajahnya.


Namun semuanya berbeda sekarang, hanya karena wanita muda itu Ayah nya menjadi orang yang sangat berbeda dalam sekejap mata, bahkan laki-laki itu lupa dengan tanggal kematian wanita yang sempat menjadi istrinya yang kini berakhir di liang lahat karena ulahnya. Membuat gadis itu seketika mengepalkan tangannya bahkan rahangnya seketika mengeras membuat ia lupa dengan aktivitas mengemudinya hingga membuatnya membanting stir dan menabrak trotoar jalan.


"Kenapa semua harus terjadi sama gue" Ucap Bias seraya menghela nafas berat, ia benar-benar frustasi sekarang, hingga tanpa sadar akal sehatnya menghilang sekejap mata, dan membuat ia kembali memacu mobilnya dengan cepat menuju jembatan yang tak lagi asing dimatanya, ditempat ini, dijalan ini, diatas jembatan ini, Ibu nya direnggut, karena ulah laki-laki yang bernotabe sebagai Ayah nya.


Tanpa sadar Bias segera turun saat ia memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, dengan langkah gontainya, diderasnya hujan yang kini membasahi seluruh tubuhnya. Gadis itu terlihat berdiam diri dipinggir jembatan, dengan tatapan kosong menatap jauh kedepan sana, sekelebat bayangan datang menghampirinya, tawa canda kehangatan keluarga yang dulu sempat dirasakan nya seketika menghilang tak berbekas dihidupnya.

__ADS_1


Semua tidak lagi sama, menghilang dan tak kan pernah lagi kembali didapatkannya. Meskipun laki-laki itu mengatakan akan memberikan pengganti untuk wanita yang sangat disayanginya, untuk Ibu nya, namun hal itu hanyalah sebuah penderitaan yang akan hadir didalam hidupnya. Karena tidak ada satupun wanita di dunia ini yang bisa dan dapat menggantikan posisi Ibu nya, sampai matipun Bias tidak akan mau menerima wanita yang kini bersama Ayah nya.


"Brengsek!" Teriak Bias berusaha untuk melepaskan semua beban yang selama ini ditanggung nya, mungkin semua orang menganggap ia tidak pernah memiliki beban atau masalah hidup, karena orang lain selalu melihatnya bahagia, bergelimbang harta, hidup yang benar-benar terlihat sempurna. Namun tidak untuknya, semua ini adalah penderitaan yang Tuhan berikan padanya, bukan bergelimbang harta yang diinginkan Bias selama ini, gadia itu hanya menginginkan keluarga yang utuh seperti dulu, namun Bias kembali dihantam kenyataan pahit, jika semua itu hanyalah angan-angan nya, karena Ibu nya sudah berbahagia disana. Lantas untuk apa ia masih hadir di dunia ini, jika orang yang dicintainya telah lama pergi meninggalkannya. Akankah ia bisa bertemu kembali dengan Ibu nya jika ia menyusulnya, ataukah tetap akan berakhir sendirian seperti hal nya saat ini.


Ditengah derasnya hujan, dijalanan yang kini sepi tak seperti biasanya, membuat laki-laki itu menghela nafas lega seraya menghirup udara segar yang sangat disukainya, namun tanpa sengaja matanya menangkap sosok yang tak lagi asing untuknya. Tentu saja ia terkejut, sedang apa gadis itu berdiam diri dipinggir jembatan, bahkan tubuhnya sudah basah kuyup sekarang. Seketika pikiran aneh bermunculan diotaknya, membuat ia tanpa sadar menghentikan dan memarkirkan mobilnya dipinggir jalan. Dengan langkah tergesa-gesa ia menghampiri gadis yang sebelumnya ia lihat, dengan tubuh yang juga sudah basah kuyup sama sepertinya.


"Bias! Lo ngapain?!" Teriak nya tanpa aba-aba, seraya memeluk tubuh gadis yang kini terkejut dengan tindakannya dan berusaha membawanya menjauh dari jembatan.


"Iya gue gila! Kenapa? Masalah buat lo!" Teriak Bias tidak terima, nafasnya tersegal-segal amarah seketika merasukinya, karena laki-laki itu tiba-tiba saja mengganggunya.


"Lo kalo mau mati nggak gini caranya!" Teriak Alvaro yang juga sudah kesal dengan gadis yang kini tidak terima dengan tindakannya.

__ADS_1


"Mau gue mati atau nggak! Itu semua nggak ada hubungannya sama lo!" Teriak Bias lagi seraya menyeka air hujan yang membasahi wajahnya.


"Tapi gue,,,"


"Lo denger! Gue sama sekali nggak pernah mau ketemu sama cowok kaya lo! Dan lagi jangan pernah ikut campur sama urusan gue, gue nggak butuh belas kasihan dari lo!" Ucap Bias memotong ucapannya, seraya menatapnya tajam, dan berniat untuk segera beranjak dari tempatnya, namun suara Alvaro seketika menghentikan niatnya.


"Kenapa dulu lo nggak mati tenggelam aja di Laut!" Teriak Alvaro dengan nafas tersegal-segal.


Deg!


Seketika Bias terdiam, tatapannya kosong. Mengapa laki-laki itu tiba-tiba saja membawa Lautan, bagaimana Alvaro bisa tahu jika ia sempat akan tenggelam. Bukankah mereka sebelumnya tidak pernah bertemu kalau ia tidak melihatnya menggoda seorang wanita dipinggir pantai, lalu siapa yang menyelamatkannya waktu itu. Begitu banyak pertanyaan yang bermunculan dibenaknya, namun satupun sulit terucap dari bibirnya, tanpa sadar pandangannya meremang dan tubuhnya seolah melayang hingga akhirnya ia terjatuh tak sadarkan diri digelapnya malam dan derasnya hujan.

__ADS_1


__ADS_2