After Meet You

After Meet You
AMY#21


__ADS_3

Happy Reading


***


Padahal hari ini Bias ingin berniat baik, meskipun dengan cara yang salah. Namun laki-lakI yang duduk disamping kemudi, sejak tadi terus mengomel, bahkan berontak tak ingin diam. Hal itu membuat Bias seketika kesal, terlebih dengan mulut Alvaro. Mulut laki-laki itu melebihi tetengganya yang tak pernah melewatkan rutininas bergosip ria setiap hari. Mungkin diam-diam Alvaro yang mempelopori komunitas gosip di Indonesia. Entahlah, Bias tidak ingin memikirkannya. Yang terpenting, bagaimana caranya membungkam mulut Crocodile disampingnya.


"Woyy! lo budek ya. Berapa kali harus gue bilang. Turunin gue disini! sekarang" teriak Alvaro yang sejak tadi tak juga menyerah, bahkan bertambah semangat disampingnya. Membuat Bias lagi-lagi terlihat memutar bola mata malas.


"Woyy! lo budek ya. Berapa kali harus gue bilang. Tutup mulut! diem! berisik tau nggak" teriak Bias tak ingin kalah. Dengan mata yang terus fokus pada kemudi, memperhatikan jalanan didepannya yang terlihat semakin ramai. Wajar saja, karena jam pulang sekolah sudah tiba.


Alvaro tak juga diam. Bahkan terus membuka mulut dengan suara yang membuat Bias semakin kesal, juga bosan secara bersamaan.


"Lo bener-bener ya! nasib mobil gue gimana? tas gue gimana? mikir dong lo nya!" ucap Alvaro terdengar ketus. Membuat Bias tanpa aba-aba menginjak rem secara mendadak. Mengentikan laju mobilnya tanpa berbicara. Alvaro seketika bungkam, terkejut dengan tindakannya. Bahkan kini terlihat melemparkan tatapan tajam kearah Bias. Seketika terdengar klakson mobil yang bersautan dari arah belakang. Karena tindakan Bias cukup membahayakan.


"Woy!! sebenarnya disini siapa yang berjenis kelamin perempuan? kenapa mulut lo dari tadi nggak mau diem! lo ngerti bahasa manusia kan" ucap Bias terdengar kesal. Wajahnya benar-benar serius sekarang. Menatap tajam Alvaro, yang ditatap seketika diam ditempatnya.

__ADS_1


"Ya-harusnya-gue-yang nyetir," Alvaro terdengar ragu saat membuka suara. "Mau ditaro dimana muka gue, kalo sampe ada orang yang liat" ucap Alvaro, terlihat menatap Bias dengan penuh harap. Sedangkan Bias, hanya memutar bola mata malas, benar-benar sangat membosankan.


Bias berpikir, hari ini sudah cukup panas. Terlebih jika harus ditambah dengan suara Alvaro. Membuat gadis itu akhirnya mau menurut, membiarkan Alvaro yang mengendarai mobilnya. Lagi pula sebelumnya ia sedikit merasa tidak enak, sempat mengerjainya untuk membersihkan toilet sekolah. Hingga akhirnya mereka memilih untuk segera bertukar tempat, sebelum kembali melajukan mobil dijalanan dengan kecepatan diatas rata-rata.


"Kita mau kemana?" tanya Alvaro. Suaranya sudah kembali tenang, tak menyebalkan seperti sebelumnya. Matanya terus fokus, menatap jalanan. Menunggu jawaban gadis disampingnya.


"Mall" jawab Bias singkat, padat. Sebelum kembali menyibukkan diri dengan ponsel ditangannya. Bukan untuk membalas pesan, ataupun update media sosial. Melainkan bermain game favoritenya. Yang sudah menjadi kebiasaan, dimanapun dan kapanpun dirinya berada. Membuat Alvaro terlihat penasaran, melihat gadis disampinya benar-benar sibuk, dan asik sendiri dengan dunianya.


"Ngapain si lo? sok sibuk banget jadi cewek" ucap Alvaro. Tak ada respon, Bias hanya diam enggan menanggapi.


"Apaan si lo! bisa kan nggak usah teriak. Gue nggak budek" ucap Bias tidak terima. Terlebih Alvaro membuatnya kalah saat bermain game online. Hal paling menyebalkan yang berhasil membuatnya bertambah kesal sekarang.


"Lagian lo diem aja. Jelas budek lah" ucap Alvaro terdengar santai. Bias hanya mengabaikannya, kembali mengalihkan pandangannya menatap lurus kedepan.


"Idih! pake ngambek. Nggak cocok sama refutasi lo" Bias tetap mengabaikannya. Enggan menjawab ataupun menanggapi. Hingga akhirnya mereka sampai disebuah pusat perbelanjaan yang ada dikota, memarkirkan mobil sebelum masuk kedalam.

__ADS_1


Bias masih dengan posisi yang sama. Lagi-lagi terus mengabaikannya. Membuat Alvaro terlihat meenggelengkan kepala. Tak habis pikir dengan alasannya. Bukankah gadis itu hanya kalah bermain game? namun responnya benar-benar diluar dugaan. Tidak pernah berpikir, jika Bias akan sekesal bahkan semarah itu padanya. Biasanya seorang gadis akan sangat marah, jika yang diharapkan tidak membalas pesan, ataupun menuruti keinginnannya. Berbeda dengan Bias yang kini bersamanya.


Bias telrihat mendahuluinya, meninggalkan Alvaro sendiri. Membuat laki-laki itu reflek, menambah kecepatan langkahnya. Berusaha untuk menyamai gadis dihadapannya.


Akhirnya mereka sudah masuk kedalam, tepatnya di lantai tiga Mall. Alvaro hanya mengekor kemana Bias pergi. Hingga gadis itu terlihat menghentikan langkahnya, masuk kedalam toko baju khusus pria. Membuat Alvaro seketika mengeryit, untuk apa seorang gadis sepertinya masuk ketempat ini. Tidak mungkin jika Bias mengenakan pakaian pria. Atau mungkin untuk kekasihnya. Seketika Alvaro menggeleng, mengusir pikiran impossible yang baru saja singgah di otaknya.


"Pilih baju yang lo suka" suara Bias seketika terdengar, menjawab segala pertanyaan dibenaknya. Alvaro terkejut, malu dengan orang-orang disekitarnya. Seolah darinya tengah memanfaatkan seorang wanita untuk kebutuhan pribadinya. Bahkan kini, Alvaro sadar dengan tatapan aneh orang-orang yang kini melihatnya aneh.


"Bias! maksud lo apa? sekarang lo mau ngelakuin apa lagi sama gue" bisik Alvaro, dengan nada kesal. Mencekal pergelangan tangan Bias. Membuat gadis itu terkejut dengan tindakannya.


"Gue kesini mau tanggung jawab, ganti rugi. Lo nggak liat, baju yang udah basah sama keringet?" Alvaro tanpa sadar bernafas lega saat mendengarnya. Terlebih saat melihat orang-orang yang tak lagi melemparkan tatapan aneh padanya.


"Nggak perlu. Gue masih bisa beli sendiri. Sekarang kita pergi" ucap Alvaro. Menarik pergelangan tangan yang sejak tadi laki-laki itu genggam. Bias tidak terima, berontak dengan tindakan Alvaro yang berlagak lembut selayaknya seorang kekasih.


"Lo jadi cowok nggak ada terima kasihnya! udah capek-capek gue dateng kesini. Maksain dateng ketempat paling nyebelin ini. Tapi lo malah tolak niat baik gue" ucap Bias, yang dihadiahi tatapan tajam darinya.

__ADS_1


"Gue nggak minta lo buat beliin gue baju! salah sendiri ngapain sok-sokan mau bawa gue kesini" ucap Alvaro tidak terima. Yang akhirnya, kembali terjadi perselisihan antara mereka. Hingga seseorang tiba-tiba saja datang, berhasil menghentikan aktivitas keduanya. Tak hanya itu, Bias menagkap jelas wajah terkejut laki-laki dihadapannya. Membuat gadis itu seketika memperhatikan naik-turun keduanya.


__ADS_2