After Meet You

After Meet You
AMY#31


__ADS_3

Happy Reading❤


***


Mungkin selama ini Bias mengira hanya dirinya yang menderita dan menanggung beban cukup berat dalam hidupnya, ternyata dugaannya salah, bahkan seorang playboy sepertinya juga memiliki banyak beban. Mungkinkah selama ini ia kurang bersyukur dengan apa yang didapatkannya, namun tetap saja apa yang dilakukan Alvaro salah, karena tidak sepantasnya ia mempermainkan hati orang lain hanya untuk menyenangkan hatinya.


"Tapi cara lo salah, bener-bener salah. Nggak seharusnya lo maenin perasaan cewek, lo juga punya Nyokap, coba lo bayangin gimana kalo hal itu ada diposisi Nyokap lo. Gimana hancurnya perasaan lo liat orang yang lo sayang sakit hati, apa lo nggak kasian" Ucap Bias yang kini menatap kearahnya setelah ia melepaskan pelukan Alvaro, sedangkan laki-laki itu kini balik menatap kearahnya. Apa yang dikatakan Bias ada benarnya, tapi sebelum bertemu Bias ia sama sekali tidak pernah benar-benar jatuh cinta pada gadis manapun. Membuat ia akhirnya hanya mempermainkan mereka dan bergonta-ganti pasangan setiap kali ia bosan, terlebih lagi hanya dijadikan tantangan sama seperti yang diberikan teman-temannya saat pertema kali bertemu dengan Bias.

__ADS_1


"Gue tau di dunia ini nggak cuma gue yang menderita, semua orang juga punya penderitaannya sendiri. Cara lo ngehibur diri ya mempermainkan cewek, gonta-ganti pacar cari mangsa baru. Sedangkan gue ya tingkah aneh nyebelin terus keterlaluan, sampe-sampe gue sering dikeluarin dari sekolah, pindah sana-sini gara-gara sering buat ulah" Ucap Bias lagi seraya tertawa karena akhir kalimatnya, membuat laki-laki itu semakin lekat menatapnya. Entah apa lagi yang belum ia ketahui dari gadis yang selama ini ia anggap aneh dan sangat menyebalkan, mengapa begitu banyak hal menarik dan misterius tentangnya. Membuat ia semakin tertarik dan kagum dengan semua yang ada padanya.


"Apa lo mau jadi alasan gue berhenti maenin perasaan cewek?" Ucap Alvaro tiba-tiba, seketika gadis itu terdiam seraya menatapnya. Apa yang baru saja didengarnya, mengapa Alvaro mengatakan hal itu padanya, mungkinkah laki-laki itu benar-benar jatuh cinta padanya ataukah hanya untuk menghibur perasaannya. Membuat ia seketika tertawa, berusaha untuk mencairkan suasana yang kini terasa aneh.


"Gue mana mau sama Crocodile kaya lo, gini-gini gue milih-milih. Ogah banget gue jadi yang kesekian dihidup lo, lo pikir kos-kosan putri" Ucap Bias seraya tertawa lagi setelahnya. Hal itu membuat Alvaro seketika sadar, dan paham dengan maksud ucapan Bias. Karena ia sadar jika masih memiliki banyak hubungan dengan wanita-wanita diluar sana, meskipun sudah sekian wanita yang sempat diputuskannya, namun tetap saja masih banyak yang kini bersamanya dan mendekatinya.


"Apa lo bisa suka sama gue?" Tanya Alvaro tiba-tiba, membuat Bias semakin terkejut dengan ucapannya. Alvaro tidak perduli jika teman-temannya akan menertawakannya karena menjilat ludahnya sendiri, karena sebelumnya ia mengatakan jika tidak akan pernah jatuh cinta padanya. Namun hati manusia siapa yang tahu, mungkin kemarin ia benci namun hari ini bisa jadi ia cinta. Tuhan yang menghadirkan cinta dan Tuhan pula yang menghilangkan cinta.

__ADS_1


"Gue nggak tau" Ucap Bias dan segera beranjak pergi meninggalkan Alvaro yang kini menatapnya, namun tanpa sadar tersenyum setelahnya. Karena untuk pertama kalinya ia melihat gadis itu salah tingkah dan gugup.


Bias benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut laki-laki Crocodile itu, mengapa dengan mudahnya ia mengatakan perasaanya pada siapapun. Meski begitu entah mengapa jantungnya tidak karuan, bahkan ia merasa gugup sekarang. Sebenarnya apa yang saat ini terjadi padanya, tidak mungkin ia juga memiliki perasaan yang sama dengan Alvaro. Karena dalam kamusnya tidak akan pernah mencintai seorang laki-laki yang selalu mempermainkan wanita, dan wanita mana yang ingin dipermainkan bahkan menjadi yang kesekian dihati kekasihnya. 


"Gue nggak cinta sama dia!" Ucap Bias seraya menggelengkan kepalanya, berusaha untuk menyakinkan dirinya dan menolak semua yang baru saja terjadi padanya.


"Bias lo harus tenang, lo nggak boleh luluh sama mulut berbisa si Crocodile itu, nggak boleh!" Ucap Bias lagi masih terus menggelengkan kepalanya seraya mondar-mandir didalam kamar Alvaro. Meskipun begitu, tetap saja hatinya sangat gelisah entah apa yang kini terjadi padanya. Mungkinkah hal itu benar-benar terjadi padanya, mungkinkah ia jatuh cinta

__ADS_1


__ADS_2