
Happy Readingā¤
***
Alvaro benar-benar sangat kesal karena gadis itu selalu semaunya sendiri, padahal ia hanya ingin berniat baik namun tetap saja Bias tidak pernah mau menerimanya, dan selalu berprasangka buruk padanya. Hingga akhirnya matanya terbelalak saat melihat tubuh ramping itu terjatuh tak sadarkan diri dihadapannya, tanpa pikir panjang ia segera menghampirinya dengan panik.
"Bias! Lo nggak papa kan?" Tanya Alvaro panik seraya mengguncangkan tubuhnya, namun sama sekali tidak ada jawaban atau respon darinya, tubunya terasa dingin bahkan wajahnya sangat pucat sekarang. Sebenarnya apa yang baru saja terjadi padanya, mengapa sampai seperti ini keadaannya, mungkinkah sebelumnya ia berniat untuk bunuh diri. Begitu banyak pertanyaan yang singgah dibenaknya, namun terpaksa ia sisihkan dan segera mengangkat tubuh ramping gadis yang kini memejamkam matanya. Dengan langkah cepat Alvaro segera membuka pintu mobil miliknya dan mendudukkan Bias didalamnya, namun ia lupa jika gadis itu juga membawa mobilnya. Hingga akhirnya ia terpaksa menghubungi kedua sahabatnya, tentu saja mereka bingung dan mengajukan banyak pertanyaan namun Alvaro mengabaikannya, meminta keduanya untuk segera mengambil mobilnya dan ia memilih untuk pindah ke mobil milik Bias.
Dengan langkah cepat ia segera masuk kedalam rumah, untung saja orang tuanya sedang tidak ada seperti biasanya, memudahkan nya untuk membawa Bias masuk kedalam kamarnya. Meskipun dilantai bawah ia sempat bertemu dengan Asisten rumah tangganya, namun ia segera mengabaikan pertanyaan yang diajukan olehnya, dan memintanya untuk ikut ke kamar Alvaro, karena tidak mungkin jika ia yang akan menggantikan pakaian milik Bias.
Hingga akhirnya timbul permasalahan yang lebih menyebalkan, karena kedua sahabatnya tiba-tiba saja sudah datang ke kamarnya dengan tatapan curiga, terlebih lagi sangat penasaran karena sebelumnya ia tidak menceritakan apa yang sebenarnya tengah terjadi. Namun lagi-lagi Alvaro hanya mengabaikannya, membuat mereka terus mengekor, hingga akhirnya ia terpaksa menceritakan semuanya.
__ADS_1
"Ohh gitu" Ucap mereka bersamaan, membuat Alvaro semakin kesal karena respon keduanya.
"Gila! Nyesel gue cerita!" Teriak Alvaro seraya mengacak rambutnya frustasi, sedangkan mereka hanya tertawa melihatnya.
"Awas lo Al!" Ucap David tiba-tiba dengan tatapan yang berubah serius, membuat laki-laki itu seketika menatapnya bingung.
"Jatuh cinta sama Bias" Timpal Rangga, seketika keduanya tertawa karena melihat respon Alvaro yang benar-benar sangat kesal sekarang. Baru saja laki-laki itu akan membuka suara, tiba-tiba terdengar seseorang yang meringis membuat mereka segera mengalihkan pandangannya dan menatap kearah Bias yang kini terbaring dikasurnya. Tentu saja Alvaro segera menghampirinya, namun kedua temannya terlihat beranjak keluar kamar seraya membisikkan sesuatu padanya.
"Lo nggak papa?" Tanya Alvaro seraya menatap Bias yang kini menatapnya, namun seketika kesadaran Bias kembali membuat gadis itu segera bangkit dari tidurnya.
"Gue dimana? Lo ngapain hah!" Teriak Bias dengan tatapan tajam, membuat laki-laki itu seketika menghela nafas berat karena respon Bias yang menyebalkan.
__ADS_1
"Lo nggak usah kebanyakan mimpi, gue nggak akan sudi apa-apain lo" Ucap Alvaro tidak terima dengan apa yang baru saja didengarnya, gadis itu sama sekali tidak tahu terima kasih padanya, padahal sudah kedua kalinya ia menyelamatkan hidupnya, namun tetap saja hal itu tidak membuat Bias berlaku baik padanya.
"Eh gue tau ya lo itu gimana! Gini-gini gue itu cewek, dan apa yang diliat cowok itu pasti ujung-ujungnya mesum" Balas Bias tidak terima dengan ucapannya.
"Lo sama sekali nggak tau terima kasih! Padahal lo udah gue tolongin, tapi lo selalu aja berpikiran negatif sama gue!" Ucap Alvaro lagi, seketika gadis itu terdiam saat mendengar ucapanya. Meskipun Bias tidak pernah menginginkan Alvaro untuk menolongnya, tapi tetap saja laki-laki itu masih mau menolong dan menyelamatkannya, membuat ia mau tidak mau harus berterima kasih padanya.
"Makasih" Ucap Bias tiba-tiba, seraya menundukkan pandangannya. Tentu saja hal itu mengalihkan padangan Alvaro dan menatapnya, namun seketika ia tertawa karena melihat gadis bringas dihadapannya berubah baik. Tentu saja hal itu membuat Bias seketika kesal.
"Sejak kapan Pokemon jelek kaya lo jadi baik gini, pake ngomong makasih segala lagi" Ucap Alvaro disela-sela tawanya, tentu saja Bias tidak terima dengan apa yang diucapkannya, karena tidak mengerti dengan jalan pikir Alvaro.
"Eh lo bener-bener ya! Dasar Crocodile bau!" Teriak Bias tidak terima dan segera mengalihkan pandangannya, sedangkan Alvaro seketika diam menatapnya. Entah mengapa ada perasaan hangat saat melihat gadis dihadapannya, terlebih lagi jika melihat rasa kesal dari wajahnya, sebenarnya apa yang kini dirasakannya, mungkinkah hal itu benar-benar akan terjadi padanya.
__ADS_1
"Apa gue harus jilat ludah sendiri" Ucap Alvaro dalam hati dengan tatapan yang terus tertuju pada Bias. Karena tanpa mereka sadari, keduanya sudah terjalin perasaan yang berbeda setiap kali bertemu bahkan bertengkar