
Tanpa mereka sadari sendari tadi seseorang terus memperhatikan keduanya, bahkan lagi-lagi tersenyum senang karena hubungan mereka akhirnya benar-benar berakhir sekarang dan usahanya selama ini tidak berakhir sia-sia. Ada hasil yang kini bisa dinikmatinya dengan senang, hanya menunggu waktu sedikit lagi untuk mendapatkan hati Alvaro untuknya, dan menjadi kekasihnya.
"Rasain lo" Ucapnya tiba-tiba seraya tersenyum sinis.
"Lo ngapain disini?" Tanya Tarisa penasaran, karena sendari tadi melihat Mauren diam-diam terus memperhatikan kearah sahabatnya bersama Alvaro disampingnya. Seketika gadis itu terkejut dengan kehadirannya, mengapa gerak-geraknya sangat mencurigakan, apa yang sebenarnya tengah dilakukan gadis ini disini. Sepertinya ada sesuatu yang kini tengah terjadi antara mereka, membuat ia semakin penasaran sekarang. Namun tiba-tiba gadis itu beranjak pergi meninggalkannya dengan langkah terburu-buru, membuat kecurigaannya semakin besar terhadapnya.
Sebenarnya Tarisa juga sejak tadi memperhatikan Bias, karena gadis itu penasaran kemana Alvaro membawa sahabatnya. Namun kenyataan yang begitu mengejutkan tiba-tiba saja didengarnya, hal yang selama ini tidak pernah disadari sejak perubahan sikap Bias selama seminggu belakangan ini. Mengapa ia tidak sadar jika ternyata sahabatnya sudah benar-benar jatuh cinta pada Alvaro yang selama ini menjadi musuh bebuyutannya, padahal dulu ia sempat menyinggung perihal Alvaro namun gadis itu seketika langsung tidak percaya padanya. Mungkinkah gadis itu termakan ucapannya sendiri, namun tetap saja ada perasaan sedih karena mereka tidak juga bersatu bahkan berpisah sekarang.
Tarisa benar-benar bingung, karena tidak tahu harus melakukan apa untuk membantu sahabatnya. Terlebih lagi ia juga tahu jika gadis itu sekarang sering kali bertengkar dengan beberapa wanita, mungkin itu yang membuat Bias menjauh dari Alvaro dan berlagak seolah tidak perduli lagi dengan kehadiran Alvaro dihidupnya. Hingga akhirnya tanpa pikir panjang Tarisa segera beranjak dan menghampiri Alvaro yang kini terduduk sendiri dibangku kayu tak jauh dari tempatnya,
"Lo beneran cinta sama Bias?" Tanya Tarisa saat ia sudah berada tepat disampingnya, membuat laki-laki itu seketika mendongak karena kehadirannya yang tiba-tiba.
__ADS_1
"Sejak kapan lo disini?" Tanya Alvaro yang kini mengeryit bingung dengan kedatangannya.
"Gue curiga ada orang yang nggak suka liat kalian bersatu" Ucap Tarisa, seketika Alvaro mengeryitkan dahi bingung saat mendengar ucapannya.
"Gue tadi liat Mauren perhatiin kalian berdua, dan gue curiga dia yang sebar tentang Bias ke gadis-gadis yang deket sama lo" Ucap Tarisa lagi menjawab kebingungannya, membuat ia seketika berpikir dengan apa yang baru saja diucapkan gadis itu.
"Tapi kenapa lo bantu gue?" Tanya Alvaro penasaran, mengapa gadis itu kini berusaha membantu dan membelanya, bukankah seharusnya Tarisa marah karena ia sudah menyakiti sahabatnya.
"Gue mau bantu lo buat yakinin Bias, tapi lo harus janji sama gue kalo lo nggak akan pernah nyakitin sahabat gue. Udah cukup Bokapnya aja yang nyakitin dia, jangan lagi ditambah lo, bisa-bisa dia benci sama cowok" Ucap Tarisa membuat laki-laki itu mengeryit bingung namun segera menggangguk mantap.
"Nyokap dia udah lama meninggal, bahkan Bokap nya jarang pulang dan lagi gue denger dia mau menikah lagi. Itu yang buat Bias nggak balik-balik ke rumah" Ucap Tarisa lagi membuat Alvaro seketika terkejut dan paham dengan alasan Bias berada dipinggir jembatan waktu itu.
"Tapi kenapa Bias nggak pernah cerita kalo Nyokap nya udah meninggal?" Tanya Alvaro.
__ADS_1
"Bias nggak pernah mau cerita sama siapapun tentang masalahnya bahkan bebannya, kalo aja gue nggak pernah maksa dia, mungkin dia nggak akan pernah mau cerita. Gue salut sama dia, walaupun kelakuannya kaya gitu, tapi Bias perempuan baik dia selalu perduli sama orang lain bahkan lebih mikirin perasaan orang lain" Ucap Tarisa lagi, meskipun ia tidak terlalu lama mengenal Bias, namun ia sudah sangat tahu bagaimana gadis itu, terlebih lagi ia juga banyak mendengar dari Bryan.
"Gue bakal bantu lo buat cari tau semuanya, tapi lo harus janji buat Bias bahagia" Ucap Tarisa dan segera beranjak dari tempatnya meninggalkan Alvaro yang tak lama ikut beranjak dari tempatnya, dan segera melangkahkan kakinya untuk menemui seseorang yang sempat disinggung Tarisa. Kalau apa yang dikatakan Tarisa benar, ia tidak akan pernah mau memaafkan gadis itu, mau bagimanapun dan sampai kapanpun. Karena gadis itu, cinta pertamanya kandas dan berakhir menyakitkan seperti sekarang.
Pict Tarisa Bias, semoga suka. Dan jangan bosen-bosen ikutin kisah mereka😍😍
__ADS_1