
"Kakaak, jangan tinggalkan aku!" teriak seorang anak gadis pada anak laki-laki yang hendak menaiki sebuah mobil mewah berwarna hitam.
Gadis kecil yang memakai gaun berwarna pink itu menangis sejadi-jadinya, ketika ia mengetahui bahwa orang yang sangat berarti baginya tiba-tiba akan pergi ke tempat yang jauh dari tempat tinggalnya. Namun, sayang sekali tangisannya tak dapat menghentikan langkah anak laki-laki itu.
Sang ayah berusaha menahan gadis berusia lima tahun itu, ketika ia hendak mengejar mobil yang ditumpangi anak laki-laki tersebut. Suara tangisannya pun semakin memecah di udara. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk menahan kepergian sahabat yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.
Di dalam mobil, tampak anak laki-laki berusia delapan tahun. Ia menatap sedih gadis yang kini tengah duduk menangis di tengah jalan. Seketika ia pun ikut meneteskan air mata. Ia terpaksa harus ikut bersama keluarganya dan meninggalkan sahabat kecilnya.
Hari itu menjadi hari yang paling menyedihkan bagi gadis bernama Lilyana Pricillia Lugina, karena harus berpisah dengan sahabat yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.
***
Matahari telah terbenam sempurna. Langit pun menjadi gelap, sehingga suasana terasa begitu mencekam. Belum lagi kilatan petir sambar-menyambar diiringi gemuruh gelegar menggema diangkasa dan hujan yang turun dengan derasnya. Namun, tidak menyurutkan langkah seorang wanita berusia dua puluh tiga tahun yang baru saja keluar dari minimarket tempatnya bekerja.
Jadwal shift sore membuat ia terpaksa harus pulang malam. Kendati pun begitu, ia tetap bersyukur karena masih mendapat pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, meskipun hanya bermodalkan ijazah SMA.
Tiga tahun yang lalu, tepat dua bulan setelah kepergian kedua orang tuanya, wanita itu menjadi sosok yang hidup sebatang kara. Ia pun memutuskan untuk meninggalkan kota kelahirannya dan merantau di ibukota negara Indonesia. Mengadu nasib di ibukota memang menjadi pilihan satu-satunya agar ia tetap bisa hidup, meskipun tanpa bantuan orang tua ataupun saudara lainnya. Namun, itu bukanlah satu-satunya tujuan ia pergi ke kota itu, melainkan ada tujuan lain.
Ia sedang berusaha mencari sosok sahabat yang 18 tahun lalu pergi meninggalkannya. Pasalnya sahabatnya itu pergi ke kota yang sama. Namun, setelah sekian lama ia tinggal di kota itu, masih saja belum menemukan sosok yang belum ia ketahui wajahnya seperti apa. Memang sangat sulit mencari orang hanya bermodalkan fotonya sewaktu kecil, sedangkan waktu yang terlewati sudah cukup lama.
Wanita itu tampak berlari di bawah rintiknya air hujan, berpayungkan tas berbahan kulit sintetis berwarna hitam. Ia duduk di halte bus yang tidak terlalu jauh dari tempatnya bekerja, berharap akan segera ada bus atau angkutan umum yang melintas di hadapannya. Seketika ia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Terjebak di tengah hujan seperti itu membuat bulu kuduknya seketika meremang ketakutan, terlebih lagi ia hanya sendirian di sana. "Sepi sekali malam ini, huh!" gumamnya seraya mengembuskan napas pendek.
__ADS_1
Wanita itu kembali mengedarkan pandangan ke arah lain, berharap ada orang lain yang mungkin saja bernasib sama dengannya. Namun, seketika harapannya musnah. Nyatanya hanya dia yang bernasib buruk malam itu.
Setelah hampir setengah jam ia menunggu, terdengar suara hentakan sepatu yang membuatnya tersentak, lalu menoleh ke arah sumber suara. Ia tampak senang. Setidaknya ia tidak akan sendirian lagi. Namun, ternyata dugaannya salah. Kehadiran dua sosok pria bertubuh kekar dengan penampilan ala preman, justru membuatnya semakin merasa ketakutan.
Kedua pria itu tampak menghampiri wanita berjaket hitam yang masih duduk di sana. Salah satu dari mereka diperkirakan berusia sekitar dua tahun lebih tua darinya. Wajah pria itu sedikit sangar, tetapi cukup tampan. Hanya saja penampilannya yang berantakan membuat pria itu terlihat sedikit kumal. Sementara, satu lagi adalah pria brewok yang usianya diperkirakan lima tahun lebih tua dari wanita itu.
Langkah mereka sedikit terhuyung. Sepertinya mereka berada di bawah pengaruh alkohol. Wanita itu semakin yakin, tatkala hidungnya dapat mencium bau alkohol dengan sempurna, setelah kedua pria itu semakin mendekat padanya.
"Hai, Cantik ... sendirian saja, nih?" goda pria brewok sembari menyunggingkan senyumannya. Pria itu terlihat memakai setelan jeans berwarna biru tua, dengan celana yang sedikit robek pada bagian lututnya.
Dengan penuh rasa takut, wanita itu segera bangkit dari tempat duduknya dan mundur beberapa langkah, berusaha menjauhi kedua pria itu.
"Mau apa kalian?" tanya wanita itu tanpa menghentikan pergerakan kakinya. Namun, kedua pria itu tak ingin kalah. Mereka terus mendekat hingga membuat ia semakin bergetar ketakutan. Entah apa yang akan dilakukan kedua pria itu terhadapnya.
Tak ada pilihan lain. Wanita itu segera berlari menghindari kedua preman tersebut, sebelum ia berhasil diterkam macan kelaparan. Dengan nekatnya ia menerobos jalan raya di tengah derasnya air hujan. Tak peduli bajunya basah, tubuhnya kedinginan, yang penting ia bisa menyelamatkan diri dari kejaran kedua preman itu.
Tanpa ingin menyerah, kedua preman itu terus mengejar wanita yang tengah menjadi incaran mereka. Meski larinya sedikit terhuyung karena pengaruh alkohol, tetapi tak membuat mereka menyerah begitu saja.
Sementara, wanita itu semakin mempercepat langkahnya. Sesekali ia menoleh ke belakang. Rupanya kedua preman itu sudah tertinggal jauh dari langkahnya. Namun, tak lantas membuatnya merasa tenang.
Belum selesai ia menghindar dari kejaran kedua preman tersebut, tiba-tiba ia dikejutkan oleh sebuah mobil yang melaju kencang tepat beberapa meter dari hadapannya, sontak membuat ia terhenti dan mematung di tengah jalan.
__ADS_1
"Aaarrrrgh!!!" jerit gadis itu seraya menutup wajahnya dengan lengan.
Melihat sosok yang tengah berdiri di tengah jalan, membuat sang pengendara mobil itu terkejut bukan main. Seketika pengendara itu menginjak pedal rem mobilnya dengan satu kali hentakan, sehingga terdengar suara gesekan ban mobil dengan aspal yang memecah cukup nyaring di udara, sontak membuat wanita itu terkulai di atas aspal, tepat di depan sebuah mobil Lamborghini Aventador berwarna putih.
Di waktu bersamaan, tubuh si pengendara mobil itu tampak memantul akibat rem mendadak. Bahkan, kepalanya hampir saja terbentur setir mobil. Namun, nasib baik masih berpihak padanya, sehingga tidak ada sedikit pun tubuhnya yang terluka.
Tak berapa lama, terdengar suara jerit tangis wanita itu. Bagaimana tidak? Setelah ia terjebak di tengah malam yang mencekam, kemudian dikejar preman, tiba-tiba sebuah mobil nyaris menghilangkan nyawanya begitu saja. Bahkan, ia sendiri berpikir bahwa nyawanya telah melayang karena tertabrak mobil itu.
"Tuhan, kenapa Engkau ambil nyawaku secepat ini? Apa salahku?" ucap wanita itu di tengah isak tangisnya. Sungguh miris sekali nasibnya, pikirnya.
Belum selesai ia meratapi nasibnya, tiba-tiba terdengar suara bariton yang cukup membuatnya tersentak.
"Hei! Are you crazy? Apa kau sudah bosan hidup, ha?"
______________
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT AND RATE 5 STARS
SEMOGA KALIAN SUKA.
HAPPY READING
__ADS_1
TBC😍