After Met You

After Met You
Salah Masuk


__ADS_3

"Masuk!" pinta Reksa kepada seseorang yang berada di luar sana.


Pintu itu tampak terbuka. Muncullah seorang pria yang beberapa hari lalu pernah menjemput Anna di kontrakannya. Pria itu tampak membawa sebuah paper bag berwarna hitam mengkilap dengan sedikit motif bunga-bunga, lalu memberikan benda itu kepada Reksa.


"Ini yang Bapak minta," ucap pria itu seraya menyodorkan benda yang dibawanya kepada Reksa.


"Terima kasih, Hans," balas Reksa seraya mengambil paper bag itu dari tangan Hans, sementara Anna hanya memperhatikan mereka berdua.


Hans adalah salah satu orang suruhan Reksa yang selalu membantu menyiapkan segala keperluan Reksa secara pribadi. Selama ini ia selalu menjalankan tugasnya dengan baik dan belum pernah sekali pun ia mengecewakan Reksa. Itulah mengapa Reksa sangat memercayainya dan memberikan tugas penting itu kepadanya.


Untuk urusan pekerjaan memang ada Andre yang selalu membantu Reksa, tetapi untuk urusan pribadi, Hans lah yang menangani kebutuhan pria itu. Mengingat Andre yang juga sibuk bekerja di kantor, jadi Reksa memutuskan untuk memiliki dua asisten pribadi.


Setelah memberikan paper bag itu, Hans segera pamit kepada Reksa dan keluar dari ruangan itu.


"Ambil ini!" pinta Reksa seraya memberikan paper bag itu kepada Anna, sontak membuat Anna sedikit heran menatapnya.


"Apa itu?" tanya Anna seraya meraih benda itu, lalu membukanya. "Gaun lagi? Untuk apa?" tanyanya heran, setelah ia melihat isi paper bag itu.


"Cepatlah kau pakai gaun itu, waktumu 10 menit dari sekarang!" tegas Reksa yang sontak membuat Anna seketika membulatkan matanya.


"Ta-tapi—"


"Sembilan menit," potong Reksa seraya mengangkat sebelah tangan kananya, lalu memperhatikan hitungan detik pada jam tangan digital yang melingkar di pergelangan tangannya.


Tentu saja membuat Anna seketika panik. Ia tampak mengedarkan pandangan ke sekeliling. Bagaimana bisa ia mengganti pakaiannya hanya dalam waktu 10 menit, sementara ia sedang berada di ruang kerja Reksa. Ia sungguh bingung harus berganti pakaian di mana, sedangkan Reksa tidak menawarkan kamar private yang sengaja di desain di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Delapan menit," ujar Reksa lagi yang masih belum melepas tatapannya dari arloji itu, sontak membuat Anna semakin bertambah panik.


Setelah berpikir sejenak, ia pun segera berlari keluar, lalu menutup pintu ruangan itu dengan sedikit kasar, sehingga membuat Reksa seketika mengerjap kaget.


"Dasar bodoh! Kenapa dia tidak menggunakan saja toilet di ruangan ini?" gerutu Reksa, setelah Anna pergi dari ruangannya.


Sementara Anna tampak berlari mencari tempat yang aman untuk ia berganti pakaian. Seketika ia menghentikan langkahnya, ketika ia melihat tulisan "Toilet" dari kejauhan. Tanpa berpikir panjang, ia segera berlari ke arah toilet itu, lalu masuk ke dalamnya.


Di dalam toilet, ia segera mengganti pakaian itu dengan sangat terburu-buru. "Ya Tuhan, mimpi apa aku ini, bisa-bisanya bertemu dengan diktator yang tidak memiliki hati nurani. Sungguh malang para pegawai di perusahaan ini, karena memiliki atasan yang otoriter seperti mas Reksa,"gerutunya sambil memakai gaun tanpa lengan berwarna cream, lalu ia menutup bagian atas agun itu dengan blazer berwarna kuning sebagai outer-nya.


Model gaun yang panjangnya hanya selutut kaki Anna terlihat sangat sederhana. Namun, tetap menunjukkan kesan elegan, sehingga sangat cocok sekali dipakai oleh wanita yang memiliki paras cantik dan lugu sepertinya, meskipun tanpa polesan make up.


Tak hanya itu, Reksa juga telah menyiapkan high heels berwarna putih dan clutch bag berwarna senada dengan gaunnya. Ia tampak memakai semua pakaian yang diberikan oleh Reksa, lalu menggantikan isi paper bag itu dengan baju dan sepatu yang sebelumnya ia pakai.


Setelah semuanya selesai, ia segera membuka kunci pintu toilet itu, berniat untuk segera keluar. Namun, ia dibuat terkejut saat baru saja membuka pintu itu.


Bukan hanya Anna, melainkan Andre juga ikut terkejut, ketika melihat Anna yang berada di sana. Melihat aksi Anna yang tiba-tiba menjerit saat melihatnya, membuat Andre langsung membekap mulut Anna, karena takut jika ada orang lain yang mendengar teriakan wanita di depannya.


"Anna, kau sedang apa di sini?" tanya Andre masih membekap mulut Anna. Sesekali ia edarkan pandangan ke sekeliling toilet. Beruntung toilet itu tampak sepi, sehingga tidak ada yang melihat mereka saat itu.


Andre masih menutup mulut Anna, sehingga membuat Anna merasakan sedikit sesak untuk bernapas. Menyadari akan hal itu, ia segera menarik kembali tangannya dari bibir Anna.


Seketika Anna mengembuskan napasnya dengan kasar, lalu sedikit menahan deru napasnya yang tampak tersenggal-senggal. Ia pun berusaha kembali untuk mengatur napasnya.


"Kau sedang apa di sini?" tanya Andre sekali lagi.

__ADS_1


"Mas Andre sendiri sedang apa di sini? Mas Andre mau mengintip saya, ya?" Anna tampak membulatkan matanya, menatap tajam wajah Andre.


"Hus! Yang benar saja? Seharusnya aku yang berbicara seperti itu," bantah Andre. "Apa yang sedang kau lakukan di sini, ha?" tanyanya penuh selidik.


"Sa—"


"Kau lihat!" Andre tampak menunjuk sebuah gambar logo toilet pria yang tertera di pintu toilet itu, sontak membuat Anna seketika membeliak tidak percaya, bagaimana mungkin ia bisa salah masuk toilet, pikirnya.


"Ha!" Anna tampat terperangah, lalu ia menutup mulutnya sendiri dengan sebelah tangannya. Seketika wajahnya berubah memerah, sungguh ia malu sekali dengan aksi cerobohnya kali ini, terlebih lagi sudah menuduh Andre berbuat macam-macam.


"Maaf, saya tidak tahu kalau ternyata ini toilet pria. Tadi saya terburu-buru sekali, karena diminta mas Reksa untuk berganti pakaian, sehingga saya salah masuk toilet.


"Kau ini bodoh sekali. Kenapa kau tidak pakai toilet yang berada di ruangan Reksa saja?" balas Andre yang sontak membuat Anna sedikit termangu.


"Ya Tuhan, kenapa aku bodoh sekali! Bukankah di ruangan mas Reksa memang ada toilet," gumam Anna merutuki dirinya sendiri.


"Maaf, saya lupa kalau ternyata di ruangan mas Reksa juga tersedia toilet," jawab Anna sedikit memasang ekspresi menyesal.


"Sudahlah. Cepat keluar, sebelum ada orang lain yang melihat kita di sini. Aku tidak ingin jika sampai ada orang yang berpikir negatif tentang kita!" tegas Reksa.


"Baiklah. Terima kasih, Mas. Sekali lagi, saya minta maaf." Anna segera keluar dengan sangat tergesa-gesa. Namun sebelumnya, ia tampak celingukan, mencari situasi aman.


Setelah keadaan terlihat sepi, ia pun segera berlari menuju ruangan Reksa kembali. Ia membuka knop pintu ruangan itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


"Kau terlambat 5 menit." Seketika langkah Anna terhenti, ketika mendapati Reksa yang tengah berdiri di depannya. Sungguh Reksa selalu saja membuatnya terkejut.

__ADS_1


"Apa saja yang sudah kau lakukan, sehingga mengahbiskan waktu selama itu?" tanya Reksa dengan tatapan mengintimidasi.


__ADS_2