After Met You

After Met You
Selesai Kontrak


__ADS_3

Karena luka akibat kecelakaan itu, selama satu minggu Anna tidak bisa bekerja. Tiga hari yang lalu ia terpaksa meminjam uang dari Ratna, sang pemilik laundry. Ia pun bisa melakukan pengobatan kakinya ke klinik dengan menggunakan uang itu. 


Setelah Anna melakukan pengobatan di klinik terdekat, akhirnya kondisi kakinya segera membaik, hingga pada hari ini ia bisa kembali bekerja.


Kali ini Anna tengah berada pada sebuah kendaraan umum yang akan mengantarkannya ke minimarket untuk bekerja. Ia tampak mengedarkan pandangan ke luar jendela. Jalanan tampak cukup ramai dengan lalu lalang kendaraan, pun di dalam angkot yang ia tumpangi. Terasa begitu sesak dengan beberapa penumpang yang lainnya. 


Di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba ponselnya bergetar. Ia segera merogoh totebag yang ia letakkan di pangkuannya, lalu mengeluarkan handphone cerdas dengan spesifikasi di bawah standar, yang dia beli second beberapa bulan lalu.


"Manajer HRD?" ucapnya terbelalak, setelah mendapati nama Rudi yang tertera di layar ponselnya. "Ada apa beliau meneleponku? Apa ada sesuatu yang penting?" imbuhnya heran.


Anna segera menggeser ikon berwarna hijau, berniat menerima panggilan telepon itu, lalu menempelkan ponselnya di telinga.


"Selamat siang, Pak!" sapa Anna.


Anna tampak melakukan percakapan melalui saluran telepon dengan atasannya itu.


"Baik, Pak!"


Anna tampak mengakhiri obrolan itu, setelah Rudi memintanya untuk datang ke kantor pusat. 


"Kiri, Bang!"


Secepat kilat Anna menghentikan supir angkot itu, karena ia tahu bahwa kantor pusat dan minimarket tidaklah satu arah. Namun,  tempatnya memang tidak jauh dari minimarket. Anna segera turun dari kendaraan itu, lalu menghentikan kendaraan umum lainnya, dengan jenis kendaraan yang sama.


Harusnya dalam waktu lima belas menit, ia sudah tiba di kantor itu. Namun, karena sedikit terjebak macet, ia pun terpaksa harus menghabiskan waktu hampir setengah jam di perjalanan.


Dengan perlahan, tetapi pasti, Anna melangkahkan kakinya menuju ruangan HRD, lalu segera menghadap kepada Rudi yang tak lain adalah manajer HRD  yang menjadi atasannya.


Anna mengetuk pintu ruangan itu, lalu masuk setelah sang empunya memberikan ijin.


***


Setelah beberapa menit, Anna pun keluar dari ruangan manajer HRD dengan langkah yang sedikit gontai. Entah setelah ini nasibnya akan seperti apa. "Aku lupa kalau kontrakku habis bulan ini," lirihnya.

__ADS_1


Ya, ternyata itulah tujuan Rudi memanggilnya. Hanya untuk mengakhiri kontrak kerja dengannya yang memang berakhir pada bulan ini.


Anna masih merasa kecewa, ketika ia memohon agar kontrak kerjanya diperpanjang, tetapi Rudi menolak dengan alasan kerjanya yang kurang baik, salah satunya adalah sering datang terlambat. Itu memang benar, karena ia harus bekerja dulu di tempat lain. Selain itu, ia juga sering terjebak macet, sehingga membuatnya sering datang terlambat.


Dengan segenap rasa kecewanya, Anna pergi meninggalkan kantor itu. Ia berjalan kaki hingga beberapa meter dari kantor itu, menuju tempat yang paling nyaman untuk menunggu kendaraan umum yang dapat mengantarkannya pulang ke rumah kontrakan.


Lagi-lagi ponselnya bergetar. Ia menghentikan langkahnya, tepat di depan minimarket yang tidak jauh dari kantor itu. Ia segera mengambil ponsel itu dari dalam tasnya, lalu menempelkannya ke telinga.


"Iya, hallo, Sis!" sapanya.


Rupanya yang menelepon ada Siska, rekan kerjanya di minimarket.


"Ann, katanya hari ini masuk, kok belum sampai?" tanya siska di seberang sana.


Anna menghela napas sejenak, seolah mencoba menetralkan perasaannya.


"Aku baru saja dari kantor pusat, Sis. Pak Rudi memintaku untuk menghadapnya. Aku lupa kalau kontrakku habis bulan ini," keluhnya kepada Siska.


"Serius, Ann?" Siska terdengar seolah tidak percaya.


"Tidak minta diperpanjang?" tanya Siska.


"Ditolak, Sis," rengek Anna.


"Yah, Ann, kita jadi tidak kerja bareng lagi, dong," balas Siska kecewa. "Kamu yang sabar, ya," imbuhnya.


***


Reksa tampak sedang berada di dalam mobil yang dikendarai oleh asisten pribadi sekaligus sahabatnya bernama Andre Mahesa. Andre mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang.


Ya, mereka baru saja selesai meeting dengan kliennya di salah satu restoran bintang lima yang terletak  di kota Jakarta Selatan.


Tiga tahun lalu, Reksa meminta sang sahabat untuk menjadi asisten pribadinya. Pekerjaan yang diberikannya pun membuat Andre harus selalu standby dan siap siaga mengikuti kemana pun Reksa pergi, terlebih perjalanan kantor.

__ADS_1


"Kita kembali ke kantor atau  ke mana?" tanya Andre di tengah kegiatannya tanpa mengaluhkan fokusnya sedikit pun dari arah kemudi.


"Pulang ke kantor, Dre, Kau lupa kalau masih banyak yang harus kita kerjakan?" balas Reksa seraya menoleh ke arah Andre.


Tanpa menanggapi perkataan pria di sampingnya, Andre segera mempercepat laju kemudinya, mengingat jarak dari tempuh menuju kantor masih terasa jauh. Namun, tiba-tiba Reksa menghentikannya, tepat di depan sebuah minimarket.


"Dre, berhenti sebentar!" titah Reksa.


"Ada apa?" tanya Andre heran seraya menoleh sejenak.


"Ada sesuatu yang mau aku beli," jawab Reksa.


Andre pun memarkirkan mobilnya di depan sebuah minimarket. Reksa segera turun dari mobil, lalu memasuki minimarket itu. Entah apa yang mau dia beli, sementara Andre menunggunya di dalam mobil.


Reksa tampak membuka pintu showcase, lalu mengambil dua botol softdrink. Setelah itu, ia menghadap ke meja kasir untuk membayar minuman itu. Ia pun segera membayarnya kepada kasir, lalu beranjak dari sana.


Reksa membuka pintu kaca minimarket itu. Namun, seketika langkahnya terhenti, ketika ia mendapati sosok wanita tidak asing yang tengah berdiri memunggunginya di depan sana. Jarak mereka cukup jauh. Namun, tidak membuatnya lantas lupa atau tidak mengenal sosok wanita itu.


Sosok itu adalah Anna, wanita yang sudah beberapa kali bertemu dengannya secara tidak sengaja.


Reksa melihat Anna tengah melakukan percakapan melalui saluran telepon yang entah itu dengan siapa. Namun, tak berlangsung lama. Ia tampak memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, pertanda bahwa obrolannya telah selesai.


Reksa masih memperhatikannya dari kejauhan. Melihat sosok itu yang telah selesai menelepon, ia pun berniat untuk segera menghampirinya. Namun, belum berhasil ia mendekat, sosok wanita itu telah lebih dulu menghentikan kendaraan umum yang melintas di depannya, lalu naik ke kendaraan itu.


Reksa menghentikan langkahnya, tanpa berpaling dari fokusnya.


"Hey!" teriaknya kepada wanita itu. Namun, sayang sekali, kendaraan umum yang Anna tumpangi telah lebih dulu melesat dari tempat itu, sehingga membuat Reksa harus kehilangan sosok tersebut dengan begitu cepat. Padahal, ia berniat untuk mengembalikan gelang yang sempat ia temukan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


JANGAN  LUPA LIKE AND COMMENT


HAPPY READING

__ADS_1


TBC


__ADS_2