Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Impian


__ADS_3

Hari ini senen 15 juni 2018 pertama kali menginjakkan kakiku di bangku Smp, sekolah baru, teman-teman yang baru juga pengalaman yang baru.


Disekolah ini terdapat dua jenjang tingkat pembelajaran yaitu Smp dan Smk.


Aku sangat deg-degkan perlahan selangkah demi selangkah aku berjalan melewati taman sekolah dan mencari ruangan kelasku.


Aku baru datang kekota ini dan memberanikan diri mengontrak rumah untuk tempat tinggalku.


Sejak kelas 4 sd aku sangat ingin bersekolah disini, berkat usaha dan kerja kerasku dalam belajar akhirnya terwujud juga, meski harus tinggal jauh dari orang tua dan keluarga.


Sekolah ini adalah salah satu sekolah tervaforit di kota ini.


Sudah banyak kulewati kelas tapi aku belum juga menemukan ruangan kelasku A13 cerdas.


Mau bertanya pun aku sangat gugup akhirnya aku terus berjalan tanpa tau arah.


''Permisi maaf mengganggu? Kamu anak baru ya...'' Ujar laki-laki menegurku.


''Ia...'' ku anggukan kepalaku.


''Kelasmu ada diruangan apa?'


''A13 cerdas.'' Aku sangat canggung.


''Oh...ayo ikuti saya,'' ujarnya menarik tanganku.


''Mau kemana?'' kelapaskan genggamanya.


''Kelasmu! itu pun jika kamu mau.'' Ia mengkerutkan dahinya.


''Baiklah! Terimakasih,''

__ADS_1


Aku terus mengikuti dari belakang, tapi kami kembali ke arah kelas yang sudah aku lewati.


''Kenapa kesini lagi? aku sudah mencarinya disini tapi tidak menemukannya,''


Tapi ia diam saja dan tak merespon perkataanku.


Dalam hati aku ragu-ragu mengikutinya, tapi aku tidak ada pilihan lain sebentar lagi jam masuk kelas akan berbunyi.


''Ini kelasmu!'' Ia menunjukkan kearah satu ruangan.


''Terimakasih...'' Aku bergegas masuk dan duduk di kursi kosong.


Kulihat ia masih berdiri di depan kelas ku entah siapa yang ia tunggu, sesekali ia senyum kearahku.


''Hai namaku ika, kamu siapa?'' ia duduk tepat disamping kursiku.


''Samira...'' Ucapku tanpa basa basi.


''Tidak! Aku tidak kenal sama sekali.''


''Dia ganteng juga ya kan? Seandainya ia mau menjadi pacarku,''


''Kita kan baru saja masuk sekolah, sebaiknya fokus saja kepelajaran.'' Gumamku dengan cetus.


''Apa kau mau jadi temanku?'' Ucapnya tersenyum lebar dan mengulurkan tangannya.


''Baiklah! Tapi kamu tidak boleh genit-genit ya...'' aku tersenyum dan meyambut tangannya.


''Tapi... jika sekeren itu sumpah aku tidak bisa diam saja,''


''Huss... Dasar ya kamu ini, dengar nih kalau aku ingin belajar dulu, kuliah lalu kerja. Setelah itu baru deh menikah tanpa pacaran.''

__ADS_1


''keburu tua aku tuh...!''


''Kring...kring...'' suara bel sekolah pun berbunyi.


Tak lama kemudian guru pun masuk kedalam kelas dan hanya melakukan perkenalan satu sama lainnya.


Begitu juga dengan guru yang lainnya silih berganti mengenalkan diri, di depan kami para murid.


Jam 12.00 akhirnya jamnya pulang sekolah, karna masih hari pertama jadi lebih cepat.


''Samira tinggal dimana? Apa kau membawa kendaraan?'' Teriak ira berlari menghampiriku.


''Aku menyewa rumah tidak jauh dari sini,''


''Apa boleh kuantar? Sekalian aku ingin tau dimana tempat tinggalmu?''


''Boleh saja jika kamu mau, ayo!''


Akhirnya sampai juga setelah berjalan cukup lelah, ditambah teriknya matahari membuat keringat bercucuran.


''Ayo masuk! Aku tinggal disini sendiri tidak usah segan-segan.'' Ucapku.


''Wah...kamu tidak takut tinggal sendiri?''


''Tidak ada alasan untuk takut, sekolah disini adalah pilihanku mau tidak mau harus berani.'' Aku berbaring melepas penat diatas kasur ku.


Ia pun berbaring disamping ku.


Bersambung...


''

__ADS_1


__ADS_2