Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Terima Kasih


__ADS_3

Dokter menyanggupi keinginan Alex bahwa beliau tidak akan mengatakan perihal keguguran yang dialami oleh Anastasia.


Alex hanya tidak ingin sang istri bersedih yang akhirnya membuatnya tidak fokus dalam proses penyembuhan.


Waktu terus berlalu, keadaan Anastasia semakin membaik luka di perutnya berangsur kering dan Anastasia juga sudah mulai belajar berjalan.


Alex selalu berada di dekat Anastasia, urusan kantor dia serahkan sepenuhnya kepada asisten karena dia ingin fokus menemani istrinya dalam masa pemulihan.


"Mas aku sudah nggak papa sebaiknya kamu pergi ke kantor sudah beberapa hari ini kamu selalu menemani aku," kata Anastasia.


"Mana mungkin aku meninggalkan istri tercintaku dalam keadaan sakit seperti ini," sahut Alex.


Tapi bagaimana dengan pekerjaan kamu Mas, aku nggak mau karena aku pekerjaan kamu terbengkalai semua," timpal Anastasia.


"Kamu jangan khawatir Sayang ada asisten yang sudah mengurusi semuanya kalau memang ada pekerjaan yang membutuhkan tanda tanganku dia akan datang kemari," ujar Alex.


Setelah keadaan Anastasia benar-benar pulih dokter pun mengizinkannya untuk pulang, setelah di rumah mereka sudah disambut oleh asisten rumah tangga, Anastasia nampak heran kenapa ada asisten rumah tangga di rumah pasalnya selama ini dia tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga.


"Mas Kenapa ada asisten rumah tangga di sini?" tanya Anastasia.


"Dia adalah asisten rumah tangga ku yang bekerja di rumahku dan anggun, berhubung sekarang Anggun juga tidak tinggal di sana lagi maka aku meminta asisten rumah tangga tersebut untuk melayanimu. Keadaanmu yang belum pulih betul membuatku tidak mengizinkan kamu untuk melakukan pekerjaan rumah sendiri," jawab Alex.


"Astaga Mas pekerjaan rumah tangga itu sangat mudah sekali, cuci baju ya tinggal pencet tombol, masak juga cuma untuk aku dan kamu, nyapu ya cuma lingkup rumah kita ini, ngepel juga nggak setiap hari, setrika juga cuma bajuku dan baju apa sih susahnya," kata Anastasya yang membuat Alex tersenyum.


Alex sangat bersyukur bisa mendapatkan Anastasia baginya Anastasya adalah wanita yang sempurna, Istri terbaik di dunia meskipun masa lalunya dulu sempat membuat Alex menjadikannya wanita rendahan. Namun siapa sangka dari situlah cintanya dimulai, kecanduan tubuh Anastasia membuatnya tidak bisa kehilangan Anastasia dan menjadikannya istri simpanan.


Sore ini Anastasia sedang melamun di teras rumah dia memikirkan Anggun istri pertama Alex yang kini berada di balik jeruji besi, Anastasia cukup menyadari kalau hal ini tidak sepenuhnya adalah salah Anggun, mengingat dirinya juga salah.


"Apa aku meminta Mas Alex untuk mencabut tuntutannya ya."


Anastasya bermonolog dengan dirinya sendiri dirinya, dia sunggun risau memikirkan nasib Anggun yang kini berada di penjara.


Anastasia terus melamun hingga dia tak sadar kalau Alex sudah berdiri di depannya.


"Sayang," panggil Alex.


Anastasia sungguh terkejut saat suaminya sudah berdiri di depannya padahal dia tidak mendengar suara mobil masuk ke halaman rumah.

__ADS_1


"Kamu kok sudah pulang Mas?" tanya Anastasia dengan kaget.


"Kamu tuh yang kenapa dari tadi aku perhatikan nampak memikirkan sesuatu," jawab Alex.


Anastasia menceritakan hal yang membuatnya risau dirinya benar-benar memikirkan Anggun bahkan dia meminta Alex untuk mengantarnya ke penjara karena dia ingin menemui Anggun dan meminta maaf atas apa yang telah diperbuatnya.


"Ngapain sih sayang kamu susah payah menemui Anggun wanita seperti Anggun Memang pantas berada di penjara," kata Alex dengan marah.


Alex benar-benar marah kepada Anggun karena Anggun tak hanya melukai wanita yang dicintainya tapi Anggun juga membuat janin yang baru saja akan umbuh mati sia-sia padahal calon bayi itu yang dia tunggu-tunggu.


"Mas kamu nggak boleh gitu bagaimanapun juga semua ini juga salah kita andaikan kita tidak menikah secara diam-diam di belakangnya mungkin dia juga tidak marah dan menyerangku seperti ini.l," sahut Anastasia.


"Itu bukanlah sebuah alasan Sayang aku sudah mengatakannya kalau kita sudah menikah dan seharusnya dia menerima hal itu karena dia sendiri tidak becus menjadi seorang istri," ungkap Alex.


"Geng sosialitanya lebih berharga dibanding aku suaminya," sambung Alex.


Anastasia mengelus dada Alex, dia mencoba menenangkan sang suami yang tengah marah.


"Aku tau mas, tapi Please aku mohon sekali Ini saja izinkan aku menemuinya dan setelah itu aku tidak akan meminta lagi," pinta Anastasia dengan mata perkaca.


Alex menghela nafas lalu mengusap rambutnya seandainya Anastasia tahu kalau apa yang telah Anggun perbuat telah merenggut janin yang akan tumbuh pasti Anastasia tidak akan mau menemui Anggun apalagi memaafkannya.


Keesokan harinya Anastasia dan Alex pergi ke penjara untuk menjenguk Anggun, tak lupa dia membawakan Anggun sedikit makanan karena dia tahu makanan di penjara tidak layak.


"Kamu pasti senang sekali kan melihat aku di sini," kata Anggun.


"Kamu melihat wajahku kan apa menurutmu raut wajahku ini menggambarkan seorang yang sedang senang," sahut Anastasia.


"Keberadaanmu di sini adalah akibat ulahmu sendiri tapi aku ikut menanggung beban karena aku tahu kamu melakukan hal ini karena emosi dan marah kepadaku," sambungnya.


"Kalau saja kamu tidak merebut suamiku aku juga tidak akan nekat seperti itu," sahut Anggun.


Anastasia memahami apa yang Anggun rasakan tapi apa yang dilakukannya juga sangat tidak manusiawi.


"Sekarang intropeksi dan perbaiki diri Anggun semoga kedepannya kamu menjadi lebih baik lagi," pungkas Alex.


Anggun tampak terdiam lalu mengangguk mungkin mengikhlaskan dan intropeksi diri adalah hal yang terbaik yang bisa dia lakukan saat ini.

__ADS_1


"Maafkan aku Anggun," kata Anastasia.


"Aku sudah memaafkanmu tapi aku tidak bisa melupakan apa yang telah kamu lakukan di belakangku Anastasia, Meskipun aku istri yang buruk tapi aku juga punya hati ketika suamiku memaduku aku juga merasakan sakit," sahut Anggun lalu dia meminta penjaga untuk membawanya kembali ke dalam sel.


Anastasia meneteskan air matanya lalu dia tersenyum menatap Anggun Yang di bawah petugas kembali masuk ke dalam sel.


"Memang benar apa yang dikatakannya Mas semua ini adalah kesalahan kita terlebih aku seandainya waktu itu aku tidak memintamu untuk menikahiku mungkin rumah tangga kalian akan baik-baik saja," kata Anastasia.


"Sudahlah sayang jangan menyesali apa yang terjadi semua sudah menjadi garis Tuhan dan ini juga adalah hukum sebab akibat aku seperti ini juga karena Anggun, semua saling berkaitan jadi kamu tidak usah menyalahkan diri kamu sendiri," sahut Alex.


Setelah kejadian itu, Anastasia berusaha menjadi istri yang terbaik, istri yang sangat menyayangi suaminya, istri yang selalu menurut suaminya dan istri yang tidak membantah sedikitpun ucapan suaminya, dirinya tidak ingin menjadi istri durhaka seperti dirinya yang dulu dan apa yang terjadi pada Anggun benar-benar dijadikan Anastasia sebagai pelajaran untuk dirinya.


Setelah Alex mendapatkan akta cerai dia segera menikahi Anastasia secara sah agar status Anastasia jelas di mata negara dan juga agama.


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, setahun telah berlalu Anastasia sempat khawatir karena dirinya tak kunjung hamil dan ini membuatnya meminta Alex untuk melakukan program hamil.


Sebenarnya bukan karena Anastasia tak bisa hamil tapi memang Alex memberikan Anastasia pil pencegahan hamil bukan karena dia tidak ingin memiliki anak tapi mengingat perut Anastasia yang dulu sempat tertusuk, kata dokter terlalu beresiko jika Anastasia dalam waktu dekat hamil lagi.


Dirasa luka Anastasia benar-benar sembuh dan perutnya benar-benar pulih Alex menghentikan pil yang diberikannya kepada Anastasia, dan dalam waktu 3 bulan akhirnya Anastasia merasakan mual-mual.


" Mas aku kok mual ya," kata Anastasia.


"Jangan-jangan kamu hamil sayang," sahut Alex.


Anastasia sungguh bahagia lalu dia mengajak Alex untuk memeriksakan kandungannya ke dokter dan benar saja setelah di USG terlihat ada sebuah titik yang artinya Anastasia tengah mengandung.


"Alhamdulillah sayang akhirnya kita akan memiliki anak," kata Alex sambil mencium istri tercintanya.


"Iya Mas Alhamdulillah,"


Kini lengkap sudah kebahagiaan Alex, dia tak hanya memiliki istri yang sangat baik tapi kini dia mendapatkan anugerah terindah dari Tuhan yaitu anak.


Di sisi lain angkasa semakin sukses, kepintaran serta kejujuran Angkasa membuat dosen meminta dirinya untuk menjadi asisten dosen dan dia juga di sudah dilirik oleh Rektor tempatnya kuliah untuk menjadi dosen setelah lulus.


Angkasa sungguh sangat bersyukur dia tak menyangka cacian hinaan serta ejekan Anastasia dahulu benar-benar menjadi cambuk untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, setelah 2 tahun kuliah dia telah menjadi asisten dosen gaji yang dia dapat selama menjadi asisten dosen cukup untuk membiayai hidup dan kuliahnya dan gajinya sebagai PNS Angkasa tabung untuk masa depannya nanti.


"Terima kasih an kamu telah menjadi pelajaran berharga dalam hidupku," kata Angkasa dengan tersenyum.

__ADS_1


Tamat.


__ADS_2