Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Untuk Alex


__ADS_3

Penyesalan tinggallah penyesalan, menyia-nyiakan orang yang tulus demi seorang bajingan yang hanya mengambil keuntungan saja tapi kini Angkasa telah pergi meninggalkan ketulusan cintanya yang baru Anastasia sadari.


Tak terasa lampu sudah kembali hijau, Anastasia segera melajukan mobilnya menuju supermaket.


Di supermarket selain sayur dia membeli mie instan, yang beberapa waktu lalu dia bilang kalau mie instan adalah makanan orang kere.


Saat mengambil mie instan tak disangka ada Angkasa juga yang sedang belanja mie instan juga.


"Loh An, kamu beli mie instan?" tanya Angkasa.


Mendengar pertanyaan Angkasa membuat Anastasia malu dan Angkasa hanya tersenyum sembari menatap isi keranjang belanjaan mantan istrinya tersebut.


"Iya mas," jawab Anastasia.


"Sejak kapan kamu suka mie instan An?" tanya Angkasa lagi yang lebih ke menyindir Anastasia.


"Dan sejak kapan general manager makan mie instan apalagi stok mie instan," sambung Angkasa.


Anastasia meletakkan keranjang belanjaannya lalu menatap Angkasa dengan mata yang berkaca. Sindiran Angkasa benar-benar membuatnya malu plus menyesal.


"Mas maafkan aku, aku menyesal mas," kata Anastasia sambil memegangi tangan Angkasa.


Lagi-lagi Angkasa tersenyum menatap Anastasia lalu dia melepaskan tangan Anastasia dari tangannya.


"Aku sudah memaafkan kamu An," sahut Angkasa.


Tersungging senyuman di ujung bibir Anastasia senyuman yang mampu membuatnya terperangah dan bahagia.


"Apa kita bisa bersama mas?" tanya Anastasia.


"Mohon maaf An, memaafkan bukan bearti bersama lagi. Dan aku tidak mungkin bisa melupakan hinaan serta ejekan kamu terhadapku," jawab Angkasa.


"Aku tau mas, aku janji tidak akan melakukannya lagi. Aku masih mencintai kamu mas," sahut Anastasia.


"Dimana Richard, bukankah dia yang selalu kamu agungkan? dia yang selalu kamu bandingkan denganku?" tanya Angkasa lagi.


Anastasia menunduk, ekspektasi Anastasia tidak sesuai kenyatannya, ternyata dia hanya dijadikan tempat untuk membuang hasrat Richard saja. Dia dijadikan ratu hanya untuk diambil nikmatnya saja setelah itu dibuang tanpa simpati di hati.


"Dia tidak benar-benar mencintai aku mas," jawab Anastasia.


"Dulu kan aku sudah mengingatkan kamu tapi kamu ngeyel jadi sekarang terimalah konsekuensinya," sahut Angkasa.


Karena ingin cepat-cepat pulang Angkasa mohon pamit pada Anastasia tak lupa dia memberikan jatah yang masih harus diberi kepada mantan istrinya tersebut.

__ADS_1


"Ini uang terakhir yang aku berikan ke kamu An, jaga baik-baik diri kamu. Aku pamit ya," kata Angkasa lalu menepuk bahu Anastasia.


Melihat apa yang terjadi dengan Anastasia membuat Angkasa prihatin namun untuk kembali rasanya tidak mungkin, dia tidak ingin kembali masuk ke dalam neraka.


Di tempatnya Anastasia menangis sembari menatap punggung Angkasa yang pergi menjauh, sakitnya sampai ke ulu hati, kali ini benar-benar terasa kepergian Angkasa.


"Aku memang wanita terbodoh sedunia karena mengabaikan lelaki yang begitu tulus," gumam Anastasia.


Perutnya yang sudah lapar membuatnya ingin bergegas pulang juga.


Setibanya di rumah dia langsung memasak mie instan yang dibelinya, saat memasak dia teringat akan Angkasa, biasanya Angkasa lah yang memasak untuknya.


"Bayangan kamu selalu menghantui aku mas,"


Air mata Anastasia merembes keluar, bayangan Angkasa terus saja mengganggunya membuat jiwanya semakin rapuh.


Seusai makan Anastasia memutuskan pergi ke kamarnya untuk tidur namun sangat sulit untuk memejamkan mata.


Keeoskannya, Anastasia diminta Richard untuk datang ke ruangannya karena teman Richard meminta berkas yang beberapa waktu lalu Anastasia presentasikan.


"Berhubung berkas masih dalam bentuk file maka akan saya print terlebih dahulu," kata Anastasia.


Richard mempersilahkan Anastasia untuk membuat salinan berkas waktu itu.


"Kamu akan menikah, lalu bagaimana hubungan kamu dengan sekertaris kamu itu?" tanya Alex.


"Dia manager di sini bukan Sekertaris," jawab Richard.


"Ya itu maksud aku," sahut Alex.


Richard menjelaskan kalau hubungannya dengan Anastasia telah berakhir, dia tidak ingin calon istrinya tau jika dia ada hubungan dengan bawahannya di kantor.


"Kalau kamu sudah tidak membutuhkannya berikan saja padaku, aku akan menjadikannya ja-lang pribadiku daripada aku jajan diluar," kata Alex.


"Silahkan saja, ya walaupun aku masih sayang melepaskannya tapi mau gimana lagi," sahut Richard.


Alex meminta bantuan Richard untuk mempertemukannya dengan Anastasia di hotel karena dia ingin langsung menikmati tubuh Anastasia.


"Bisa diatur," kata Richard.


Setelah jam kantor selesai, Richard pergi ke ruangan Anastasia karena sore ini rencannya Richard akan mengajak Anastasia ke hotel.


"Mohon maaf ada urusan apa kita pergi ke hotel pak?" tanya Anastasia.

__ADS_1


"Ada meeting dengan klien," jawab Richard.


"Baiklah," sahut Anastasia.


Anastasia tidak curiga, karena memang mereka benar-benar sudah tidak berhubungan.


Sesampainya di hotel Anastasia nampak curiga karena biasanya meeting dilakukan di loby sedangkan kali ini Richard malah mengajaknya pergi ke sebuah kamar hotel.


"Anda tidak ingin mengajak saya untuk main kan pak?" tegas Anastasia.


"Tidak An," sahut Richard.


Setelah tiba di kamar hotel Alex, Richard dan Anastasia segera masuk. Richard meminta Anastasia untuk duduk sedangkan dirinya menghubungi Alex.


Beberapa saat kemudian Alex datang dan langsung melemparkan senyuman kepada Richard.


"An, yang ingin meeting dengan kamu adalah Alex jadi aku pamit dulu," kata Richard.


Anastasia protes bagaiamana bisa meeting berdua di kamar hotel tanpa Richard?


"Meeting yang aku maksud pasti kamu paham An, menurut saja atau kamu aku pecat," ancam Richard.


Anastasia memohon pada Richard untuk tidak melakukan hal itu, dia tidak ingin melakukannya dengan Alex.


"Pak Richard saya mohon, biarkan saya pergi. Diluar sana masih banyak perempuan kenapa harus saya?" protes Anastasia.


Tidak digubris Richard Anastasia mencoba mendapatkan simpati dari Alex namun keduanya sekaan tidak peduli.


"Sudahlah An, ikuti saja kemauan Alex. Dia akan memberi kamu apa yang kamu mau sama seperti aku," kata Richard lalu memberikan Anastasia kepada Alex.


Setelah Richard pergi Anastasia memohon pada Alex tapi Alex tidak menggubris tangisan Anastasia, malah dia segera memaksa Anastasia melakukannya.


Melawan tak bisa apalagi ancaman Richard membuatnya tidak memiliki pilihan lain selain melakukan apa yang diperintahkan Alex, di bawah Kungkungan tubuh Alex Anastasia menangis, andaikan dulu dia mendengarkan kata Angkasa mungkin dia tidak akan dianggap rendah seperti ini oleh Richard dan Alex, harga dirinya akan tetap berada di atas dengan status istri Angkasa.


Rasa sesal, rasa sakit dan rasa nikmat menjadi satu, sehingga membuat Anastasia mengeluarkan air matanya namun seberapa banyaknya air mata yang dia keluarkan tidak akan ada artinya.


"Kamu nikmat sekali An," bisik Alex sambil menikmati dadanya.


"Pak Alex sudah, saya mohon," pinta Anastasia.


"Mana mungkin aku akan menyudahi kenikmatan ini Anastasia, setelah ini aku akan memberi kamu uang untuk belanja," sahut Alex.


Ketika harga diri diturunkan maka para penikmat pangkal paha akan berburu untuk menikmatinya, seperti itu lah yang dirasakan Anastasia, dijadikan ratu oleh Angkasa tapi dia memilih dijadikan TPS oleh Richard yang ujungnya dia ditawarkan ke orang lain.

__ADS_1


__ADS_2