Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Saham perusahaan Richard terus menurun tentu hal ini membuat Ricard frustasi, jika perusahaannya tidak segera distabilkan maka perusahaannya dalam beberapa bulan ke depan akan mengalami kebangkrutan.


Tak ingin tinggal diam, Richard meminta manager barunya untuk membuat janji dengan asisten Alex karena dia harus membicarakan ulang kerja sama mereka.


Ucapkan Richard berbalik menyerang dirinya sendiri, selama ini dia selalu berkata kepada Anastasia jika Anastasia resign dari kantor maka hidupnya akan jadi gembel namun kini yang terjadi adalah yang sebaliknya.


Saat jam istirahat, Alex pergi ke rumah Anastasia dia yang sudah sangat merindukan Anastasia tidak sabar menunggu sampai jam pulang kantor.


"Tumben mas siang-siang kesini," kata Anastasia saat dia membukakan pintu.


"Aku kangen," jawab Alex.


Setelah dipersilahkan masuk, Alex langsung saja memeluk Anastasia, dia sungguh merindukan tubuh yang kini menjadi candu buatnya.


Sebentar tidak bertemu rasanya sudah bertahun-tahun.


Anastasia tersenyum, sungguh lelaki di depannya pandai sekali melelehkan hatinya.


Hangatnya sikap Alex benar-benar mengingatkan Anastasia akan Angkasa dan hal ini lagi-lagi membuat mata Anastasia membasah.


"Sikap kamu benar-benar menawanku mas," batin Anastasia.


Dalam pelukan Alex Anastasia merasa tenang, apalagi Aroma parfum Alex ditambah bau keringat yang keluar semakin membuat Anastasia menenggelamkan kepalanya.


Puas berpelukan Anastasia membawa Alex ke meja makan, dia yang habis memasak mengajak Alex untuk makan bersama.


"Ayo makan bersama mas," ajak Anastasia.


Memang semenjak kepergian Angkasa, Anastasia memutuskan untuk merubah dirinya sedikit demi sedikit, dia kini mulai rajin memasak dan juga bersih-bersih rumah walaupun ada pelayan yang dikirim oleh Alex untuk melakukan pekerjaan rumah.


"Kamu masak apa An?" tanya Alex.


Mendengar pertanyaan Alex membuat Anastasia mematung lagi-lagi dia teringat kembali dengan Angkasa, cara bertanya Alex lah yang membuat dirinya teringat akan mantap suaminya.


Cara Alex memanggil dirinya sama seperti Angkasa dan ini membuat Anastasia malah menatap Alex dengan tatapan nanar nya.


Dengan mata yang membasah, Anastasia terus menatap Alex yang berada di seberangnya.


Entah mengapa kini yang ada pada diri Alex selalu mengingatkannya kepada Angkasa.


"An, An," panggil Alex.


Panggilan Alex mengeluarkan Anastasia dari lamunannya.

__ADS_1


"Eh iya mas," sahut Anastasia.


Anastasia membuka tudung saji di meja makan, nampak rendang dan sayur singkong tersaji di meja, sebenarnya makanan ini adalah makanan kesukaannya yang Angkasa juga suka.


"Kamu masak ala-ala Padang ya," kata Alex.


"Iya mas, kok tau?" tanya Anastasia.


"Sebenarnya masakan Padang adalah masakan kesukaan aku, dulu waktu kuliah aku selalu makan nasi padang," jawab Alex.


Anastasia melongo mendengar jawaban Alex, dia tidak menyangka kalau orang kaya menyukai masakan Padang juga.


"Biasanya orang kaya makannya makanan restoran mas kok kamu suka masalah warung biasa," sahut Anastasia.


Alex tertawa mendengar sahutan Anastasia, ternyata seperti itu pandangan Anastasia terhadap orang kaya. Tidak semua orang kaya menyukai makanan restoran, ada juga yang malah menyukai makanan di warung biasa bahkan makanan yang dijual di trotoar.


Lagipula dirinya dulu bukanlah orang yang kaya, untuk kuliah saja dia harus bekerja keras hingga sampailah dia di titik saat ini.


"Dulu aku bukanlah orang yang kaya An, berbeda dengan Richard yang sudah kaya sedari bayi," ungkap Alex.


Sontak mulut Anastasia terbuka, dia kira seorang Alex memiliki kehidupan yang mewah dari kecil namun nyatanya tidak. Mungkin kehidupan Alex sama seperti dirinya.


"Aku memulai bisnisku semenjak kuliah, aku dulu yang mengambil jurusan management berusaha menciptakan bisnis yang menguntungkan dan benar saja setelah aku lulus kuliah ada orang baik yang mau membiayai bisnisku hingga bisnisku mengalami perkembangan yang cukup pesat dan aku bisa jadi seperti ini," ungkap Alex.


"Hmmm begitu, aku salut mas sama kamu," puji Anastasia yang membuat Alex malu.


"Ya sudah ayo makan," sambungnya.


Karena sudah lapar Anastasya mengambilkan makanan untuk Alex lalu untuk dirinya sendiri.


Setelah piringnya penuh dengan makanan, Alex memulai memakan makanannya dirasa enak Alex pun makan dengan lahap.


"Gimana mas?" tanya Anastasia.


"Rasanya enak sekali," jawab Alex lalu makan makanannya kembali dengan lahab.


Dia sungguh tak menyangka menemukan rendang dan sayur singkong seenak ini, tanpa menoleh Alex melanjutkan makannya bahkan dia nambah lagi.


Anastasia yang melihat Alex makan dengan lahap menjadi senang bahkan dia membantu Alex mengusap keringat yang keluar di dahinya.


"Masakan kamu sangat enak sekali, kenapa tidak membuka resto saja?" tanya Alex dengan mulut penuh makanan.


"Belum siap mas, ini saja tadi melihat resep dari yutub," sahut Anastasia dengan terkekeh.

__ADS_1


Alex menyarankan Anastasia untuk ikut les memasak, dia yakin kalau masakan Anastasya pasti bisa membuat pelanggan untuk kembali lagi jika dirinya membuka resto kelak.


Anastasia berpikir sejenak lalu memikirkan saran dari Alex, hingga akhrinya dia ingin mencoba peruntungannya menjadi seorang pebisnis kuliner.


"Aku akan selalu mendukungmu baik dalam bentuk materi maupun dukungan, dan yang terpenting aku akan selalu disampingmu," kata Alex.


Entah sudah beberapa kali Anastasia tertawan dengan ucapan Alex, meski kata-kata Alex sangat manis seperti Richard dulu tapi Alex terlihat tulus, berbeda dengan Richard yang tidak ada ketulusan sama sekali.


"Terima kasih Mas," sahut Anastasia.


Setalah makan Alex harus segera kembali ke kantor karena rencananya siang ini ada meeting dengan klien dari luar negeri.


"Ya sudah hati-hati ya," pesan Anastasia.


"Pasti sayang," sahutnya.


Baru beberapa jalan melangkahkan kaki keluar, Alex kembali lagi karena ada yang ketinggalan.


"Apa yang tertinggal mas?" tanya Anastasia.


"Jatah aku," jawab Alex lalu menarik Anastasia masuk ke dalam.


Alex mencium Anastasia, awalnya hanya sebuah kecupan namun magnet di bibir Anastasia membuat Alex ingin menikmati lebih dalam


Suara decakan mulai terdengar, yang berarti keduanya saling menyesap dan menghisap, nafas mereka juga saling memburu mengejar pautan mereka yang semakin panas.


"Sudah mas," kata Anastasya sambil mengusap sisa Saliva di bibirnya.


"Nanti malam aku akan kesini lagi," ucap Alex lalu pergi dari rumah Anastasia.


Sepanjang perjalanan kembali ke kantornya Alex nampak senyum-senyum sendiri, dia mengingat lagi cuman panasnya bersama Anastasia beberapa saat yang lalu.


"Bibirnya manis sekali," gumam Alex.


Setibanya di kantor, Alex bergegas ke ruangannya untuk bersiap meeting dengan klien siang ini namun betapa kagetnya dia saat melihat Anggun sudah berada di dalam.


"Darimana saja kamu mas?" tanya Anggun.


"Makan siang," jawab Alex.


"Ada apa kamu datang kesini?" tanya Alex kemudian.


Anggun memeluk suaminya, tak hanya itu dia juga mencoba mencium bibir Alex namun dengan cepat Alex menghindar.

__ADS_1


"Ini kantor Anggun," kata Alex.


__ADS_2