
Setelah berpisah dengan Anastasia Angkasa nampak lebih tenang, tidak ada lagi orang yang merendahkannya, tidak ada lagi orang yang selalu memerintahnya, tidak ada lagi orang yang selalu menghinanya kini, dia tenang dengan kesendiriannya namun meskipun begitu dia tetap memberi nafkah setelah bercerai kepada Anastasia, memang dalam keyakinan yang dianut ada aturan seperti itu yang mana mengharuskan mantan suami memberikan uang nafkah kepada mantan istri selama beberapa bulan.
Meski tidak banyak tapi angkasa tetap mentransfer uang tersebut ke rekening Anastasia, meski terkadang jawaban Anastasia tidak mengenakan hatinya tapi angkasa masa bodoh dengan hal itu.
Suatu hari saat Angkasa makan di kafe tak sengaja dia melihat Anastasia dan Richard, tak ingin ada masalah Angkasa pura-pura tidak tahu tapi Richard malah menyapanya sehingga membuat Anastasia mengajak Richard untuk bergabung dengan angkasa.
"Gimana kabar kamu An?" tanya Angkasa.
"Kabar aku sangat baik mas, malah sekarang lebih bahagia tanpa adanya suami," jawab Anastasia.
"Syukurlah aku ikut senang," sahut Angkasa.
Angkasa melanjutkan makannya karena memang dia sangat lapar, pagi tadi dia kesiangan sehingga tanpa sarapan dia langsung berangkat, rencannya jam istirahat makan di kantin tapi lagi-lagi pekerjaannya membuatnya tidak bisa pergi ke kantin.
"Baru beberapa hari kita pisah kamu kelihatan kurus, apa kamu menyesal berpisah dengan aku?" tanya Anastasia.
Pertanyaan Anastasia membuat angkasa tersedak, dia langsung mengambil minum dan tisu.
"Apa maksud kamu An?" tanya Angkasa.
"Asal aku tau, aku tidak menyesal sama sekali berpisah sama kamu, justru aku bahagia karena beban di pundakku hilang sudah," sambungnya.
"Kamu yakin mas?" tanya Anastasia.
"Yakin lah," jawab Angkasa.
Tak ingin ada debat yang membuat dirinya kesal dan terbuka lah luka lama, Angkasa memutuskan untuk pamit terlebih dahulu. Dia beralasan kalau masih ada urusan diluar.
"Aku minta maaf ya karena harus pergi, senang bertemu kalian," kata Angkasa sambil bersiap.
"Silahkan," sahut Richard.
Melihat sikap Angkasa yang pergi buru-buru membuat Anastasia memiliki pikiran lain, dia mengira kalau Angkasa gugup bertemu dengannya yang pada kenyataannya tidak sama sekali.
"Jika angkasa mengajak kamu untuk rujuk kembali apakah kamu mau?" tanya Richard.
Mendengar pertanyaan Richard membuat Anastasia tertawa ya walaupun kenyataannya ada sedikit rasa ingin sekali rujuk dengan angkasa.
__ADS_1
"Mana mungkin mas, aku bersyukur memiliki kamu jadi aku tidak berharap rujuk dengan Angkasa lagi," jawab Anastasia.
Richa tersenyum sinis mendengar jawaban Anastasia, walaupun dia tahu Anastasia mencintainya tapi Richard tidak mungkin menikahi Anastaia karena memang apa yang dia lakukan saat ini hanya karena dia butuh bukan cinta.
Setelah makan Richard mengantar Anastasia pulang, malam ini dia ada acara keluarga sehingga tidak bisa check in dengan Anastasia.
"Kamu nggak mampir dulu mas," ajak Anastasia.
Sapat Anastasia menawari Richard untuk mampir adal pikiran jelek yang terselit di otak Richard, dirinya yang dua hari tidak melakukan pelepasan ingin meminta jatah pada pela-cur pribadinya.
"Baiklah, aku mampir sebentar,"
Saat mereka memasuki rumah, Richard langsung saja menutup pintu rumah Anastaia sehingga membuat Anastaia heran.
"Kenapa ditutup mas?" tanya Anastaia.
"Aku ingin mengajak kamu olahraga malam," jawab Richard.
Meski malas namun Anastasia tidak memiliki pilihan lain, dia tahu kalau Richard tidak ingin sebuah penolakan dan tanpa basa basi mereka berdua cocok tanam di ruang tamu.
Kali ini Richard benar-benar meminta Anastaia melayaninya, dia meminta Anastaia melakukan hal lebih pada miliknya.
Uang seratus juta tentu membuat anastasia langsung melakukan apa yang diminta Richard, cocok tanam kali ini full servis untuk Richard.
Dua jam telah berlalu akhirnya sampai lah Ricard diatas titik puncak kenikmatan dunia.
Dengan nafas yang terengah engah dia beranjak dari sofa, lalu dia pergi ke toilet yang tentu setelah dia bertanya pada Anastasia dimana toiletnya berada.
Setelah membersihkan diri Richard pamit untuk pulang karena pasti keluarganya sudah menunggu.
"Aku pamit dulu, uangnya nanti aku transfer ya," kata Richard lalu mencium bibir Anastaia.
"Hati-hati mas," pesan Anastaia.
Keeoskannya jam setengah tujuh Anastasia baru bangun, dia yang lapar pergi ke dapur untuk membuat sarapannya sendiri, karena di dalam kulkas hanya ada mie instan akhirnya dia membuat mie instan sendiri.
Tiba-tiba memorinya kembali pada saat dia memarahi Angkasa yang waktu itu membuatkannya mie instan untuk makan malam.
__ADS_1
Saat itu dia memaki Angkasa dengan mengatakan kalau mie instan adalah makanan sampah yang tak layak untuk dirinya.
Dan pagi ini saat dia lapar mau nggak mau dia membuat mie instan yang ada di dalam kulkas.
"Arrrgggg masa bodoh, lagian dia tidak tau kalau aku sarapan mie instan," gumam Anastasia.
Setelah sarapan Anastaia bergegas untuk mandi karena dia harus pergi ke kantor, saat membuka lemari dia tidak menemukan pakaian kerja di dalam lemari sehingga membuat Anastasia kesal.
"Arrrrrgggg bagaimana aku bisa lupa kalau bajuku belum dicuci," katanya kesal.
Karena tidak menemukan baju kerja dia pun memakai dress yang dipadukan dengan blazer warna senada.
Dua jam setelah dia tiba di kantor, Anastasia pergi ke ruangan Ricard namun dia tidak melihat Richard.
"Apa nggak masuk ya," gumam Anastasia.
Karena khawatir Anastasia langsung menghubungi Richard namun panggilannya tidak mendapatkan jawaban.
Sampai jam makan siang, Richard tidak merespon panggilan maupun chat yang dikirim tentu hal ini membuat Anastasia tidak tenang.
"Kenapa sih,"
Berkali-kali Anastasia melihat ponselnya namun tidak ada jawaban dari Richard.
Sampai jam pulang ponselnya masih sama tak ada notifikasi dari Richard.
Hati Anastaia nampak gundah gulana, secara tidak langsung apa yang dia lakukan ke Angkasa telah dibalas, dahulu dia sering sekali mengabaikan pesan maupun panggilan dari Angkasa, padahal dia tau kalau Angkasa cemas memikirkannya.
Tak ingin terus menunggu jawaban Richard, Anastasia memutuskan untuk pulang, setibanya di rumah dia mencuci baju-baju kerjanya, banyaknya baju yang belum dicuci membuatnya harus mengulang sampai tiga kali.
Setelah menggantung baju-bajunya Anastasia pergi ke dapur untuk memanasi makanan yang tadi dibelinya.
Setelah makan, Anastasia memutuskan untuk merebahkan dirinya di tempat tidur, dia melihat sampingnya, bayangan Angkasa yang tersenyum singgah di kepalanya.
Memorinya kembali ke saat dia masih bersama Angkasa, dia hampir tidak pernah melakukan pekerjaan rumah, semua sudah angkasa siapkan.
"Kenapa aku merindukannya ya," gumam Anastasia.
__ADS_1
Sontak Anastaia memegangi kepalanya, dia mencoba menghalau ingatan akan Angkasa, dia tidak mau teringat akan Angkasa walaupun kenyataannya memang dia mengingat mantan suaminya tersebut.
Apakah Anastasia mulai merasakan berartinya Angkasa di dalam hidupnya?