
"Kamu berangkat kapan?" tanya Alex.
"Besok pagi mas," jawab Anggun.
Di dalam kamarnya, Alex meminta Anggun untuk menemaninya namun Anggun menolak karena dia harus packing baju dan lain-lainnya.
Saat seperti ini Alex merindukan Anastasia, entah istri simpanannya sedang apa di rumah.
Ingin kesana takut ada pertengkaran dengan Anggun hanya diam di rumah juga dia kesepian karena Anggun sibuk sendiri dengan urusannya.
Tak tau harus ngapain akhirnya Alex berusaha mengalihkan rasa bosannya dengan mengecek laporan yang tadi dikirim ke emailnya.
Sebisa mungkin dia mengalihkan rasa rindunya kepada Anastasia namun semakin keras dia menghalau rindu yang datang bayangan Anastasia semakin berkeliaran dalam pikirannya.
"Kalau begini terus aku tidak akan tenang," batin Alex.
Alex berpikir keras bagaimana caranya untuk bisa keluar dan akhirnya meeting dengan klien adalah alasan yang tepat.
"Anggun, aku ada meeting dengan klien jadi aku harus keluar," kata Alex.
"Iya mas keluar saja, ga papa kok," sahut Anggun.
__ADS_1
Di dalam hati Alex sangat bahagia karena akhrinya dia bisa menemui Anastasia dan sebagai rasa terima kasih Alex menambah uang jajan Anggun untuk liburan ke Bali.
"Oh ya aku tambah lagi uang jajan kamu sebesar sepuluh juta," kata Alex yang sontak membuat Anggun sangat senang.
Setelah bisa keluar dari rumah, Alex segera melajukan mobilnya ke rumah Anastasia, rindu yang membara memicu Alex untuk mempercepat laju mobilnya hingga tak memerlukan waktu lama untuk bisa sampai ke rumah istri simpanannya.
Dnegan semangat 45, Alex mengetuk pintu dan beberapa waktu kemudian Anastasia membukakan pintu.
"Lo mas, kok...."
Belum sempat melanjutkan kata-katanya, Alex sudah menarik tangan Anastasia masuk ke dalam, Alex yang sangat merindukan istrinya langsung saja melahap bibir Anastasia.
Suara decakan dua bibir yang bertemu semakin keras terdengar sehingga membuat keduanya saling menggebu.
Alex seakan tidak membiarkan Anastasia bertanya, dia yang sudah sangat rindu hanya ingin melampirkan hasrat kerinduan yang seharian dia pendam kepada sang istri.
Tanpa melepas pautannya Alex membawa Anastasia masuk ke dalam kamar. Mereka akan lanjut bergulat di dalam.
Setelah beberapa waktu berlalu kini keduanya sudah di dapur untuk mengganti energi yang keluar setelah bertempur tadi.
"Aku sangat merindukan kamu sayang," kata Alex.
__ADS_1
"Bagiamana dengan istri kamu mas?" tanya Anastasia.
"Kalau aku memberinya uang dia tidak akan mempermasalahkan apapun yang aku lakukan sayang, kelihatannya Anggun hanya mau sama uangku saja," jawab Alex.
Ucapan Alex membuat Anastasia tersindir, dia juga sama seperti Anggun yang awalnya hanya mau uang Alex saja hingga namun kini Anastasia akan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri yang baik karena dia tidak mau menyesal untuk kedua kalinya.
"Oh ya mas aku buatkan mie instan ya, aku ini mau buat mie instan kesukaan aku," kata Anastasia.
"Iya sayang," sahut Alex.
Meski hanya mie instan namun topingnya tidak kaleng-kaleng. Semua bahan premium Anastasia masukkan ke dalam mie instan buatannya.
Setelah matang dia segera menyajikan untuk Alex yang sudah menunggu sambil memegang sendok dan garpu.
"Aku sudah sangat lapar sayang," kata Alex.
Anastasia hanya tertawa, lagi-lagi dia membayangkan Angkasa, dulu dia dan Angkasa juga seperti ini.
"Kamu tuh seperti anak kecil aja mas," sahut Anastasia.
"Nggak papa sayang biar terus dimanja dan disayang sama kamu," timpal Alex.
__ADS_1
Melihat Alex makan dengan lahap membuat Anastasia senang, tak terasa air matanya mengalir.
"Aku janji mas meski hanya istri simpanan tapi aku akan berusaha membahagiakan kamu," batin Anastasia.