
Richard yang selama dua hari ini menemani calon istrinya libur tidak bercocok tanam sehingga sepulang dari kantor dia mengajak Anastasia untuk ke hotel.
Anastasia yang bodoh mau saja dijadikan TPS kembali oleh Richard, dia dicari saat dibutuhkan saja bukan menjadi sebuah prioritas.
Tak terasa dua bulan bulan telah berlalu, Angkasa yang sudah mengumpulkan uang mencoba mendaftar program S2 lewat jalur undangan. Dengan lewat jalur undangan dia hanya membayar uang kuliah separuhnya saja.
Seminggu kemudian Angkasa kembali lagi ke kampus untuk melihat pengumuman dan benar saja dirinya masuk sebagai mahasiswa jalur undangan.
Angkasa sangat bersyukur karena dirinya bisa kuliah S2 dengan biaya yang tidak mahal.
Dirinya tidak akan menyia-nyiakan waktu sedikitpun, dirinya akan benar-benar belajar dengan giat agar menjadi lulusan terbaik di kampusnya.
Setelah kuliah banyak yang bilang kalau Angkasa cupu, tapi dia tidak menggubris semua itu karena dalam pikirannya adalah masa depan yang cerah.
Segala bentuk hinaan serta ejekan benar-benar menjadi cambuk untuk Angkasa, termasuk apa yang telah Anastasia lakukan dulu.
Di sebuah bangku Angkasa mengingat kembali perlakuan Anastasia dulu, tak terasa mata Angkasa membasah.
"Aku akan tunjukan kepadamu An, kalau aku bisa sukses," gumam Angkasa.
Angkasa benar-benar belajar dengan baik, dirinya benar-benar bisa membagi waktu dengan efisien sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.
Pagi hari dia mengajar di sekolah sampai sore, setelahnya dia kuliah hingga malam, untung fakultas yang dia ambil libur dihari Sabtu dan Minggu sehingga dua hari tersebut dia manfaatkan untuk memberi les privat.
Lelah iya, capek pasti tapi hinaan dan cacian Anastasia dulu lebih menyakitkan daripada sekedar rasa lelah yang dia rasakan.
Tak terasa waktu telah berlalu, cicilan Angkasa di bank telah selesai sehingga kini dia bisa bernafas lega. Akhrinya kini bisa menabung lebih banyak uang untuk membeli rumah suatu saat nanti.
Berbeda dengan Angkasa kini Anastasia yang merasa kesulitan materi bagiamana tidak semua pengeluarannya dia tanggung sendiri.
Mulai mencicil rumah, mencicil mobil belum lagi biaya rumah lainnya.
"Aku harus meminta Richard uang, pusing rasanya kelapaku memikirkan kebutuhan yang banyak sekali," gumam Anastasia.
Keesokannya Anastasia ingin mengantarkan berkas ke ruangan Richard dan ingin meminta uang pada Richard namun saat membuka pintu betapa kagetnya dia melihat kerja dan seorang wanita bermesraan.
Anastasia mematung di tempatnya sambil menjatuhkan berkas yang dibawanya.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Anastasia dengan lirih namun bisa didengar oleh Richard.
__ADS_1
Vilia calon istri Richard protes dengan apa yang dilakukan oleh Anastasia.
"Dia kenapa malah berdiri di situ sambil menatap kita?" tanya Vilia.
"Sebentar sayang aku akan menasehatinya,"
Richard berjalan mendekati Anastasia yang masih saja mematung di ambang pintu ruangannya.
"Ikut aku," titah Ricard.
Dengan mata yang berkaca Anastasia mengikuti tubuh Richard yang menuju ke ruangannya.
Sesampainya di ruangan Anastasia, Richard menutup pintu.
"Siapa wanita itu mas?" tanya Anastasia.
"Dia adalah calon istriku," jawab Richard.
Tubuh Anastasia seperti disambar petir, dunianya runtuh mengetahui kebenaran akan Richard.
Tak terasa air matanya mengalir keluar, harapannya menjadi nyonya Richard kini pupus sudah.
"Bisa-bisanya kamu memiliki wanita lain saat kita masih berhubungan Mas," kata Anastasia.
"Bukankah dirimu juga sama?" tanya Richard.
Anastasia merasa ambigu dengan pertanyaan Richard yang mengatakan kalau dirinya sama.
"Apa maksud kamu mas?" tanya Anastasia.
"Masa kamu tidak paham Anastasia, dirimu juga sama sepertiku, saat kamu berhubungan denganku bukankah kamu juga memiliki seorang suami?" jelas Richard.
Anastasia mundur selangkah, ucapan Richard seperti tamparan keras yang seketika membuat seluruh tubuhnya melemas.
"Kita itu sama, tapi lebih parah kamu. Dulu jelas-jelas kamu berselingkuh saat masih terikat sebuah pernikahan," sambung Richard.
"Tapi bagaimana setiap kata yang kamu titip di hatiku Mas?" tanya Anastasia.
"Kata tinggal lah kata, janji tinggallah janji An, bukankah setiap aku memakai dirimu aku selalu memberi imbalan yang setimpal untuk itu, apa yang kamu mau aku berikan jadi aku rasa hubungan kita bukan suatu hubungan yang suka rela melainkan hubungan saling butuh, kamu butuh uangku aku butuh tubuhmu," jawab Richard.
__ADS_1
Tiba-tiba ucapan Angkasa waktu itu terlintas di pikirannya yang membuatnya langsung terduduk lemas.
"Kalau kamu masih mau kerja disini jangan mengganggu hubunganku dengan calon istriku," ancam Richard.
Tak ingin calon istrinya menunggu lama, Richard meninggalkan Anastasia yang masih duduk di lantai dengan menangis.
"Brengsek kamu Richard!" teriak Anastasia.
Dirinya kini benar-benar tidak bisa berkutik, ingin membeberkan semua pada calon istri Richard tapi dia tidak ingin dipecat oleh Richard.
Anastasia yang kesal memukulkan tangannya di sofa berulang kali, dirinya kini benar-benar hancur, Harapan menjadi nyonya Richard pupus sudah, setelah pernikahannya kandas hubungan asmara dengan atasannya juga kandas pula.
Lagi-lagi Penyesalan selalu datang di akhir yang menyisakan air mata serta rasa sakit yang begitu mendalam.
Dengan terisak Anastasia beranjak bangun dan menuju meja kerjanya, dia mencoba menghapus air matanya meski air matanya tidak ingin berhenti.
Hatinya yang perih membuatnya tak fokus bekerja, padahal berkas-berkas yang menumpuk harus diselesaikan hari ini juga.
Setelah calon istrinya pulang, Richard pergi ke ruangan Anastasia untuk mengambil berkas namun Anastasia belum mengerjakannya sama sekali sehingga membuat Richard marah dan menggebrak meja Anastasia.
"Kamu becus kerja apa nggak? kalau sudah bosan bekerja disini silahkan mengundurkan diri," maki Richard.
"Jangan mas, maafkan aku. Setengah jam ke depan akan aku antar" kata Anastasia sambil menangis.
Melihat tatapan Anastasia membuat Richard iba sehingga dia memutuskan untuk kembali ke ruangannya.
Setelah Ricard kembali, tangis Anastasia semakin pecah, Richard kini benar-benar seperti orang lain yang sudah tidak memperdulikannya lagi.
Dengan cepat Anastasia mengerjakan pekerjannya dan satu jam kemudian dia mengantar berkas ke ruangan Richard.
Tanpa bicara apa-apa Anastasia langsung kembali ke ruangannya.
Tak terasa jam kantor telah usai, berbeda dengan biasanya dia pergi ke ruangan Richard lebih dahulu kali ini dia langsung pulang.
Setibanya di rumah Anastasia tidak menemukan makanan sama sekali di kulkas besar miliknya.
Dirinya melihat sisa uang yang dia miliki namun sisa uangnya tinggal sedikit yang mau nggak mau Anastasia harus berhemat sampai bulan depan.
Malam ini Anastasia memutuskan untuk belanja keperluan dapur karena tidak mungkin terus makan di restoran.
__ADS_1
Saat di lampu merah dirinya melihat pria dan wanita berboncengan, dia pun teringat kembali akan kenangan dirinya dengan Angkasa dulu, tak terasa air matanya meleleh, Angkasa benar-benar tulus mencintainya sungguh berbeda dengan Richard.
"Baru aku sadari tulusnya cinta kamu," batin Anastasia.