Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Kos


__ADS_3

''Tapi lebih asik gini sih...! aku tinggal disini dengan orang tuaku dan mereka sangat over protektif.''


''Kan itu demi kebaikan kamu juga,'' Ujarku


''Aku merasa tertekan tau... Kemana-mana harus permisi dulu, pokoknya setiap langkah kakiku wajib mereka tau.'' Gumamnya dengan kening yang mengkerut.


''Sekarang kan kamu di sini, apa orang tuamu sudah tau?''


''Sudah! aku sudah ijin tadi, dan mereka ngebolehin asal aku pulang sebelum asar.''


''Syukur deh!'' Kupejamkan mataku.


''Eh... Jangan tidur dulu, nanti aja kalau aku udah pulang baru kamu tidur,''


''Lanjut nanti aja, aku mengantuk Ika.''


''Ngomong-ngomong cowok di kelas kita ngga ada yang ganteng ya...!''


''Emang kamu sebenarnya niat mau sekolah apa cari cowoh sih!''


''Ya... Kalau bisa ya dapat dua-duanya.'' Ucapnya dengan senyuman.


''Ih... Amit-amit ya, aku sudah tekad bulat datang kekota ini hanya untuk belajar, tidak untuk pacaran, no debat.'' Ujarku dengan tegas.

__ADS_1


''Samira sayang! Kamu belum tau aja gimana indahnya dunia ini ketika punya pacar,''


''Emang kamu udah pernah pacaran?''


''Belum sih....!''


''Terus... dari mana kamu tau kalau pacaran itu indah?''


''Pokoknya aku mau punya cowok seperti yang mengantarmu pagi tadi, keren, tampan, maco pokoknya idaman banget deh.'' Ia mencubit pipiku karna gemes.


''Sudah sana pulang aku mau tidur...!''


''Ih... samira dengerin aku dulu dong, tau ngga sih dirumah aku cuman sendiri. Kakak aku semua sekolahnya di asrama dan rumahku sepi bangat.''


''Anak terakhir dari 4 bersaudara jadi sekarang tinggal aku sendiri dirumah, orang tuaku setiap hari kerja. Kamu anak ke berapa?''


''Anak pertama dan satu-satunya perempuan, dua lagi adik ku laki-laki.''


''Kamu enak di rumah ngga sepi selalu ada yang nemanin, lah aku...!''


''Tapi sekarang aku sendiri dikota yang besar ini, orang tuaku sangat jauh dikampung, mereka membiarkan ku bersekolah sejauh ini memang karna sudah percaya, selama ini aku tidak pernah membuat mereka kecewa, dan semoga saja aku tetap bisa menjaga kepercayaan itu.'' Ujarku dengar mata yang berkaca-kaca.


''Jangan sedih dong! Sekarang kan kita bestie dan kamu bisa curhat apa pun kepadaku.''

__ADS_1


''Aku sangat ingin bisa mengangkat derajat orang tuaku, sehari-hari mereka bertani untuk mencukupi semua kebutuhan kami.''


''Sama aja orang tuaku juga berangkat pagi pulang malam, kamu perawatan dimana?''


''Perawatan? Maksudmu?''


''Kamu ko cantik bangat sih! pertama kali aku melihatmu aku sampai ngira kalau kamu anak orang kaya,''


''Ngawur kamu! Ini semua masih asli tau, belum tersentuh apa pun bahkan lipstik juga belum pernah pakai.''


''Ah... Masa sih! Aku g' percaya.'' Ia berjalan ke arah cermin dan disana tertata beberapa bedak.


''Kamu cuman pakai bedak sama poundation? Itu pun sudah yang jadul. Aku ngga nyangka, di jaman yang seperti ini macam-macam make up sudah banyak kamu masih pakai bedak jaman purba Ha...ha...ha..!'' Ia tertawa cekikikan dan terus memegang perutnya.


''Hus...pelanin suaramu nanti tetangga terganggu,''


''Kamu ko aneh bangat ya...! untuk kamu cantik,''


''Walaupun hidup dikampung tapi aku terlahir sudah cantik, jadi tidak perlu lagi memakai bedak yang aneh-aneh, lagian kan mau sekolah bukan pengantenan,'' Ujarku.


''Sombong ni...! Kapan-kapan nanti kamu main kerumah ku ya, pasti orang tuaku senang melihat aku sudah ada teman.'' ia duduk di sampingku.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2