
"Jaga mulut kamu Mas, Apa maksud kamu sebenarnya?" tanya Anastasia dengan marah.
"Aku nggak memiliki maksud apa-apa, seharusnya kamu bertanya pada dirimu sendiri An, apa benar Richard adalah selingkuhan kamu atau tidak," jawab Angkasa.
Tak ingin ada debat diantara mereka, angkasa memutuskan untuk berangkat kerja, dia harus menyiapkan soal-soal ulangan untuk muridnya nanti.
"Brengsek kamu mas!" umpat Anastasia.
Angkasa hanya bisa menghela nafas, sakit hati yang Anastasia torehkan membuat angkasa benar-benar tidak bisa memaafkan, baginya perselingkuhan adalah hal fatal yang dilakukan oleh wanita yang memiliki suami.
Selingkuh adalah sebuah penyakit yang tidak akan sembuh, berapa kali dimaafkan hasilnya akan sama apalagi Anastasia telah menganggapnya rendah.
Sepulang dari mengajar, Angkasa pergi ke rumah peninggalan orang tuanya terdahulu, dia berniat untuk membersihkan rumah tersebut karena rencananya dia akan menempati rumah itu setelah berpisah dari Anastasia.
Rumah yang kini ditempati adalah rumah milik Anastasia, dulu mereka sempat tinggal bersama di rumah peninggalan orang tua Angkasa namun setelah bekerja dan naik jabatan Anastasia memutuskan untuk membeli rumah baru yang lebih bagus dari rumah Angkasa.
Rumah yang Anastasia baru beli adalah rumah kredit yang mana angsurannya Anastasia sendiri yang membayarnya.
Awalnya Anastasia meminta bantuan Angkasa untuk mengkredit rumah baru mereka tapi karena Angkasa masih punya angsuran di bank yang nominalnya cukup besar sehingga menolak permintaan Anastasia.
"Meskipun rumah ini kecil dan dan tidak mewah tapi rumah ini memiliki kenangan yang tidak mungkin aku lupakan," gumam Angkasa.
Sedikit-sedikit angkasa mulai mengumpulkan uang untuk membeli cat, untuk perabotannya sendiri masih lengkap dan masih lumayan bagus jadi dia tidak bisa usah membeli perabotan baru.
Tepat pukul 10.00 malam dia baru pulang, dirinya yang lapar langsung memakan makanan yang dia beli di jalan.
Tanpa memikirkan istrinya angkasa makan sendiri di ruang makan dan beberapa saat kemudian Anastasia keluar untuk mengambil minum.
"Enak sekali makan sendiri tanpa ingat istrinya," sindir Anastasia.
"Bukannya kamu juga sama kenapa protes?" sahut Angkasa tanpa menghentikan makannya.
Anastasya yang sudah tidak kuat lagi langsung memarahi angkasa, dia juga mengakui perselingkuhannya dengan Richard.
Semua dia lakukan karena Angkasa tidak mampu menuruti apa yang dia minta.
__ADS_1
"Andaikan kamu menuruti apa yang aku mau pasti aku tidak harus berselingkuh dengan pria lain," maki Anastasia.
Hati angkasa sungguh perih mendengar ucapan Anastasia, meskipun dirinya tidak bisa menuruti semua keinginan Anastasia tapi dia selalu memprioritaskan Anastasia di dalam hidupnya, semua yang terbaik dia persembahkan untuk istrinya.
Keinginan anastasia jauh di luar kemampuannya sehingga Angkasa tidak bisa mengikuti semua kemauannya.
"Jika kamu menginginkan seorang suami yang setia, suami yang sayang, suami yang cinta kepadamu akulah orangnya tapi kalau kamu menginginkan uang, harta, perhiasan, tas mahal dan sepatu mahal aku angkat tangan, semua itu jauh di luar kemampuanku," kata Angkasa dengan mata yang basah.
"Sebisa mungkin aku mencoba mencari pekerjaan Anda agar aku bisa memiliki uang untuk sedikit membahagiakanmu, tapi apa balasanmu? kamu menikamku dari belakang dengan membagi cinta dan tubuhmu dengan pria lain," sambungnya.
"Karena kamu tidak becus membahagiakan aku mas," sahut Anastasia.
"Iya aku tahu aku tidak berguna jadi seorang suami, tapi ingatlah semua telah aku lakukan untukmu," timpal Angkasa lalu pergi meninggalkan Anastasia.
Merasa kesal karena ditinggal Angkasa begitu saja membuat Anastasia membuang semua benda yang ada di meja makan, dia berteriak keras seperti orang kesurupan tapi Angkasa tetep tidak menggubrisnya.
Keesokannya sebelum Anastasia berangkat kerja, ada pihak pengadilan yang datang ke rumahnya, orang tersebut mengantarkan surat panggilan sidang untuk Anastasia.
Tahu kalau dirinya digugat cerai oleh angkasa membuat Anastasia marah, berhubung Angkasa telah berangkat maka dia membawa kemarahannya ke kantor.
Setibanya di kantor dia disuruh bersiap-siap oleh Richard karena ada meeting penting dengan klien dari luar negeri.
Mengetahui hal ini membuat Richard sangat marah, dirinya memarahi Anastasia habis-habisan bahkan mengusir Anastasia dari ruangannya.
Mengetahui sikap Richard yang kasar membuat Anastasia sangat sakit hati, dia tidak menyangka Richard memarahinya habis-habisan hanya karena presentasinya yang kurang bagus pagi ini.
Setelah mengusir Anastasia Richard mendapatkan telepon dari asisten kliennya yang mana atasannya mau dipikir kembali untuk kerjasama dengan Richard asalkan Richard memperbaiki presentasinya pagi tadi.
Dirasa masih memerlukan Anastasia akhirnya Richard datang ke ruangan Anastasia untuk memintanya membuat presentasi baru.
"Maafkan aku, aku tadi sangat kecewa dan marah padamu, aku mohon kalau kamu ada masalah dengan suamimu di rumah jangan bawa ke kantor," kata Richard.
Anastasia mengangguk sambil menghapus air matanya, dia yang masih sakit hati dengan sikap Richard tadi enggan berbicara dengan atasannya tersebut.
"Kamu masih marah?" tanya Richard.
__ADS_1
"Tidak," jawab Anastasia dengan singkat.
"Yakin tidak marah?" Richard meyakinkan.
Mau nggak mau Richard harus mengambil hati Anastasia, dirinya memeluk Anastasia yang berdiri sambil penumpukan tubuhnya di ujung meja.
"Maafkan aku," bisik Richard.
"Maafkan aku juga mas, masalah tadi pagi di rumah benar-benar membuat ku down," sahut Anastasia.
"Memangnya kenapa?" tanya Richard.
Akhirnya Anastasia menceritakan semua kepada Richard, karena ingin mengembalikan mood Anastasia yang buruk, Richard menawarkan janji yang indah untuk Anastasia yaitu janji-janji manis yang mampu membuat Anastasia ke awan.
"Kalau suamimu mau menceraikan kamu, tenang saja ada aku di sampingmu," bujuk Richard.
Bujukan maut Richard membuat Anastasia tersenyum senang, dan benar saja seketika Mood Anastasia menjadi baik.
Saat itulah Richard memintanya untuk memperbaiki berkas yang tadi pagi dia persentasikan, dirinya juga mengajak Anastasia untuk mempresentasikan ulang dengan kliennya nanti siang.
"Ingat jangan sampai gagal lagi," ancam Richard.
"Kalau aku bisa memperbaikinya dan membuat klien kamu kerja sama, kira-kira aku mendapatkan apa?" tanya Anastasia sambil menggoda Richard.
"Apa yang kamu mau," jawab Angkasa.
Mendapati Anastasia menggodanya membuat Richard berhasrat, langsung saja dia mengajak Anastasia untuk pindah ke ruangannya.
Lagi-lagi ruangannya menjadi saksi bisu perbuatan bejad mereka, saat semua lagi sibuk bekerja mereka berdua asyik bercocok tanam.
"Kecilkan volume suaramu An," kata Richard yang resah dengan desa-han maut Anastasia.
"Sudah mode getar mas," sahut Anastasia disela kenikmatan yang dia rasakan.
"Silent saja," timpal Richard.
__ADS_1
Karena Anastasia terus saja mende-dah dengan kuat akhrinya dasi yang Richard kenakan harus dia gunakan untuk menyumpal mulut Anastasia.
Melihat Anastasia yang mulutnya dia sumpal dengan dasi, membuatnya menginginkan permainan yang liar dan keras.