Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Tegas Terhadap Anggun


__ADS_3

Anggun tidak menyerah meskipun Alex tidak memberinya uang tapi masih memiliki perhiasan dan juga tas yang bisa dijual.


Koleksi perhiasan miliknya sangat banyak dan juga mahal cukuplah untuk pergi ke Eropa, tapi setelah dia pulang dia akan meminta ganti atas perhiasan yang dia jual kepada Alex.


"Baiklah aku akan menjual perhiasan aku tapi setelah pulang aku mau meminta ganti atas perhiasan yang aku jual."


Sontak Alex tertawa keras, dirinya benar-benar tak habis pikir dengan pikiran Anggun yang seenaknya sendiri.


"Kamu yang memakai uangnya ngapain aku yang harus menggantinya?" tanya Alex.


"Kan kamu tidak bisa menuruti kemauan aku mas jadi kamu harus menggantinya di lain hari," jawab Anggun.


"Enggak, aku nggak mau mengganti perhiasan kamu," sahut Alex.


Sikap keterlaluan Anggun membuat Alex benar-benar tak bisa mentolerir lagi sehingga Alex ingin memberinya shock terapi agar Anggun bisa merubah sikapnya yang keterlaluan.


"Mulai saat ini aku akan memotong jatah bulanan kamu, aku tidak akan lagi memberi kamu uang untuk Hedon dengan teman-teman kamu itu."


Ancaman Alex sontak membuat Anggun terdiam, dia yang memang tidak memiliki kuasa apapun tentu tidak bisa melawan Alex.

__ADS_1


"Kamu biasanya tidak seperti ini Mas kenapa tiba-tiba kamu berubah?" tanya Anggun.


"Aku berubah juga karena kamu Anggun, kamu semakin ke sini semakin tidak mengerti, semakin berfoya-foya dengan geng sosialitamu itu. Kamu pikir di sini aku duduk-duduk saja dan uang mengalir masuk ke rekening ku?" jawab Alex.


"Bukankah kamu bos besar seharusnya uang kamu juga banyak mas," sahut Anggun.


"Memang uangku banyak tapi bukan untuk dihambur-hamburkan Anggun, ada masanya kita harus berhemat bukannya setiap saat menghabiskan uang untuk hal yang tidak perlu," timpal Alex.


Anggun yang tak ingin mendengar kata-kata Alex memutuskan untuk pergi begitu saja, dia harus memutar otaknya agar Alex tidak mengurangi ruang geraknya bersama geng sosialitanya.


Selepas kepergian Anggun, Alex memijat pelipisnya dia benar-benar tidak tahan dengan sikap Anggun tapi bagaimana lagi, dia tidak bisa menceraikan Anggun mengingat sumpah yang telah dia ucapkan dulu pada mending orang tua Anggun.


Sepulang dari kantor, Alex datang ke rumah Anastasia, dia yang pusing dengan Anggun mencoba mencari ketenangan dengan menemui Anastasia.


"Boleh mas," jawab Anastasia.


"Kamu ada masalah mas?" tanya Anastasia.


"Iya," jawab Alex.

__ADS_1


Anastasia beranjak dari tempat duduknya dia menuju dapur untuk membuatkan Alex coklat panas, meski tidak membantu masalah Alex minimal coklat panas membuat Alex lebih rileks.


"Kamu suka coklat?" tanya Alex.


"Bukan saya pak tapi mantan suami saya, setiap saya banyak pekerjaan dia selalu membuatkan saya coklat panas, katanya bisa mengurangi stres," jawab Anastasia.


"Mantan suami kamu sangat perhatian sekali," puji Alex.


Anastasia tersenyum, memang Anastasia akui tidak ada lelaki yang seperti Angkasa, dulu dia selalu sumbar jika Angkasa beruntung memilikinya namun kenyataannya dia lah yang beruntung memiliki Angkasa, mungkin baginya melepas Angkasa adalah kesalahan yang fatal namun bagi Angkasa adalah sebuah ketenangan.


Akhirnya Alex dan Anastasia saling berbagi masalahnya, mendengar cerita Alex membuat Anastasia tersenyum karena sikap Anggun sama seperti dirinya bahkan lebih parah.


"Lantas apa rencana kamu mas?" tanya Anastasia.


"Entahlah An," jawab Alex yang bingung.


"Lalu bagaimana kelanjutan hubungan kita mas?" tanya Anastasia lagi.


"Kamu mau yang bagaimana?" tanya Alex balik.

__ADS_1


"Tentu aku mau hubungan yang serius, nggak mungkin selamanya aku menjadi pemuas kamu tanpa status yang jelas," jawab Anastasia.


"Aku mau kamu menikahi aku mas," sambungnya.


__ADS_2