
Setelah melayani Alex Anastasia membersihkan dirinya, di bawah guyuran air dirinya menangis menyesali semuanya, niat hati ingin menjadi nyonya CEO kini malah dirinya seperti ja-lang yang harus melayani CEO hidung belang.
"Kalian brengsek," umpat Anastasia.
Anastasia terus saja mengumpat tanpa dia sadari kalau semua bermula dari dirinya yang gila harta, andaikan cukup dengan Angkasa mungkin semua ini tidak akan terjadi.
Setelah mandi, Anastasia pamit kepada Alex untuk pulang namun Alex melarangnya karena dia masih menginginkan tubuh nikmat Anastasia.
"Aku masih memiliki waktu dua jam lagi sebelum pulang jadi aku masih memerlukan dirimu," kata Alex.
Anastasia menggelengkan kepala, dia ingin pulang dan tidak mau melayani Alex lagi tentu hal ini membuat Alex kesal pasalnya dia sudah membayar Anastasia dengan mahal.
"Saya akan mengembalikan uang pak Alex tapi saya mohon ijinkan saya pulang dan jangan meminta saya lagi untuk melayani anda,"
Sontak Alex marah pada Anastasia, dia mengancam Anastasia akan mengadukan semua pada Richard dan tak hanya itu dia juga mengancam akan membatalkan kerja sama dengan perusahaan Richard yang mana nanti akan menyebabkan kerugian besar untuk perusahan Richard.
Anastasia menangis mengenangkan nasib dirinya yang jadi seperti ini, mau nggak mau suka nggak suka dia harus melakoni perannya sebagai simpanan Alex.
Untuk kedua kalinya Alex menindih tubuh Anastasia dan mengambil kenikmatan atas tubuh manager sahabatnya, tanpa henti Alex terus mengerang karena nikmat surga dunia yang kini dia rasakan.
Setelah puas dia mengajak Anastasia membersihkan diri dan terjadilah kembali cocok tanam di kamar mandi.
"Aku tambah lagi bayaran kamu." Alex menyodorkan lima puluh lembar uang warna merah kepada Anastasia.
Sebelumnya Alex telah memberi uang sebesar tiga puluh juta pada Anastasia dan saat dia akan pulang dia menambah lagi sebesar lima juta.
Meski mendapatkan uang yang banyak namun itu tidak membuat Anastasia senang justru dia malah menangis.
Puas menangis Anastasia berdiri sambil menghapus air matanya lalu dia berjalan keluar kamar dan pulang.
Keeoskannya saat di kantor dia meminta Richard untuk tidak bertidak sesuka hatinya, dia juga menjelaskan kalau dulu dirinya berselingkuh dengan Richard karena tertarik dengan Richard.
"Sudahlah Anastasia jangan protes, layani saja dia," sahut Richard.
"Tapi saya tidak mau pak," protes Anastasia.
"Kalau kamu tidak mau maka siap-siaplah pergi dari perusahaan aku, tapi perlu kamu ingat kalau kamu resign akan aku pastikan kalau kamu tidak akan diterima oleh perusahaan manapun dan kamu akan benar-benar jadi gelandangan karena kamu tidak akan bisa membayar rumah, mobil dan lain-lain," kata Richard dengan tertawa.
Tubuh Anastasia mematung, dirinya benar-benat tidak percaya kalau Richard selicik itu, resign tak sanggup bertahan di perusahaan Ricard juga tak tak sanggup.
"Kejam sekali kamu mas," ucap Anastasia dengan lirih.
__ADS_1
"Memang beginilah Anastasia jadi terima saja, lagipula kamu tidak memiliki suami jadi anggap saja Alex suami kamu," timpal Richard.
Anastasia kembali dengan pikiran yang tak karuan, dirinya kini terjebak dalam keadaan yang benar-benar sulit saat itulah dia mengingat Angkasa kembali. Entah mengapa rasa rindu untuk sang mantan suami mencuat membuat jiwanya yang sudah rapuh semakin rapuh.
Tak tahan dengan rasa rindunya dengan Angkasa, Anastasia pergi ke rumah mantan suaminya itu, kebetulan sekali Angkasa juga baru pulang kuliah.
"Mas,"
Anastasia mendekati Angkasa yang memarkirkan sepeda motornya.
"Ada urusan apa An?" tanya Angkasa.
Tak ingin timbul fitnah, Angkasa hanya mempersilahkan Anastasia duduk di teras depan rumahnya.
"Aku membelikan makanan ini untuk kamu mas,"
Dia menyodorkan makanan kesukaan Angkasa, bukannya senang Angkasa malah nampak sedih lalu dia meminta Anastasia untuk membawa makanannya kembali.
"Aku sudah makan An, kamu bawa saja makanannya," kata Angkasa.
"Aku susah payah antri mas untuk membeli makanan ini," sahut Anastasia.
Dengan sedikit debat akhrinya Angkasa mau menerima makanan dari Anastasia.
"Ya sudah aku terima, tapi sebelumnya aku minta maaf An bukannya mengusir tapi ini sudah larut, aku mau istirahat,"
Ucapan Angkasa membuat Anastasia kecewa padahal dia sangat merindukan mantan suaminya tersebut.
"Aku rindu padamu mas," kata Anastasia.
Angkasa menggeleng sambil tersenyum, kata-kata itu ingin sekali dia dengar saat dirinya pulang kerja dulu bukannya sekarang saat pernikahan mereka telah usai.
"Kata rindu kamu sudah terlambat An, kita sudah bukan pasangan suami istri lagi," jelas Angkasa.
"Kita bisa rujuk mas, aku akan meninggalkan semua demi kamu, kita bisa mulai dari nol lagi," bujuk Anastasia.
Angkasa membalikan badannya, dirinya sudah tidak berniat kembali pada Anastasia meski tak bisa dipungkiri rasa cinta untuk mantan istrinya masih ada.
"Pulanglah An," usir Angkasa.
"Tidak mas, aku ingin bersama kamu lagi,"
__ADS_1
Anastasia terus membujuk Angkasa namun Angkasa tetap bersikeras dengan keputusannya, kalau dia kembali lagi pada Anastasia berarti dia adalah lelaki paling bodoh sedunia.
Angkasa menjelaskan kepada Anastasia kalau dirinya tidak bisa kembali lagi, cukup sudah hatinya berdarah karena Anastasia.
Sebelum pulang Anastasia meminta ijin untuk menggunakan toilet, Angkasa pun mengantar Anastasia ke dalam.
"Setelah selesai kamu pulang ya," pinta Angkasa.
"Iya mas," sahut Anastasia.
Setelah dari kamar mandi Anastasia malah masuk ke dalam kamar Angkasa tentu hal ini membuat Angkasa kaget.
"An, apa yang kamu lakukan?" tanya Angkasa lalu segera memakai kembali koas yang dia lepas.
"Mas aku sangat merindukan kamu, aku ingin malam ini saja menghabiskan malam bersama kamu," pinta Anastasia.
Angkasa mengusap rambutnya dengan kasar, dia sungguh tak paham dengan mantan istrinya tersebut.
"An, kita sudah bercerai. Kita bukan suami istri lagi," kata Angkasa.
"Aku tidak peduli mas!" teriak Anastasia.
Apa yang dilakukan Anastasia sungguh diluar dugaan, dirinya melapas semua pakaiannya di depan Angkasa.
Angkasa yang kaget langsung menutup matanya, dirinya berjalan menuju lemari untuk mengambil selimut.
"Tutupi tubuh kamu dengan selimut ini An," pinta Angkasa sambil melempar selimut miliknya.
"Kenapa sih mas, bukankah ini yang kamu mau," teriak Anastasia sambil mendekati Angkasa dengan tubuh telanjangnya.
Anastasia memeluk Angkasa dari belakang dan ini membuat Angkasa melepaskan tubuh Anastasia dengan kasar.
"Apa sih mau kamu An!" teriak Angkasa.
"Dulu aku selalu mengemis meminta hal ini padamu tapi kamu selalu menghinaku dengan berbagai macam hinaan dan kini saat kita sudah bercerai kamu malah melakukan cara seperti," sambung Angkasa.
"Aku merindukan kamu mas, aku masih mencintai kamu," sahut Anastasia.
Angkasa membalikkan badannya lalu mengambil selimut di lantai dan menutupkannya di tubuh telanjang Anastasia.
"Aku minta tolong jangan rendahkan dirimu seperti ini lagi. Semua apa yang terjadi saat ini adalah yang kamu inginkan sendiri An,"
__ADS_1