
Anastasia mematung sembari menatap punggung Angkasa yang menjauh, dirinya sungguh heran dengan sikap suaminya namun dia tidak memusingkannya.
"Daripada mikir dia lebih baik aku bersiap lalu berangkat," gumam Anastasia.
Saat tiba di ruangannya, tiba-tiba Anastasia kepikiran lagi dengan perubahan sikap Angkasa hingga beberapa pekerjaannya ada yang terbengkalai.
"An," panggil Richard.
Anastasia menoleh lalu melemparkan senyuman kepada Richard yang berjalan menuju meja kerjanya.
"Eh mas, ada apa?" tanya Anastasia.
"Aku merindukanmu," jawab Richard.
"Gombal banget sih," sahut Anastasia.
Kedatangan Richard ke ruangan Anastasia untuk meminta Anastasia pergi ke ruangannya, lagi-lagi Anastasia dijadikan TPS oleh Richard.
"Astaga kamu maniac sekali mas," ucap Anastasia.
"Ya lagi pengen aja," sahut Richard.
Sebenarnya Anastasia mulai enggan melayani Richard namun dia takut menolak ajakan Richard.
Setelah hasratnya terpenuhi, Richard memberikan Anastasia cek dengan nominal yang lumayan tinggi selain cek dia juga memberikan tas mewah merek Hermas.
Raut wajah lelah Anastasia sontak berubah menjadi sumringah, uang dan tas yang diberikan Richard mampu mengobati risalah hatinya.
"Terima kasih mas, kamu memang tau apa yang aku mau," kata Anastasia lalu duduk di pangkuan Richard.
"You are welcome sayang, selama kamu mau menyenangkan aku maka apapun akan aku beri," sahutnya.
Sebelum kembali ke ruangannya, Richard memberikan berkas penting kepada Anastasia, dia ingin Anastasia menyelesaikan semua karena rencananya malam ini ada meeting dengan partner bisnisnya yang merupakan sahabat lamanya.
"Kamu selesaikan dan nanti malam ikut aku menemui klien," titah Richard.
"Baik pak," sahut Anastasia lalu pamit kembali ke ruangannya.
Matahari terus merangkak naik jam makan siang sudah telah tiba, Anastasia yang lapar memutuskan untuk makan siang di restoran dekat kantor, saat asik makan tak sengaja matanya melihat Richard makan siang dengan wanita tentu hal ini membuat hatinya kesal.
Ingin sekali mendatangi Richard dan wanita tersebut namun Anastasia mengurungkannya dia tidak ingin membuat keributan.
Setelah selesai dia kembali ke kantor dengan dada yang bergemuruh, hatinya panas melihat Richard tadi meski tidak ada kemesraan diantara mereka namun tetap saja Anastasia merasa cemburu.
"Aku harus menguasai rasa cemburu ini jangan sampai membuat aku tidak fokus bekerja," gumam Anastasia.
Setelah pekerjaannya selesai Anastasia pergi ke ruangan Richard, dirinya yang masih kesal meletakkan berkas di atas meja tanpa berkata apa-apa tentu hal ini membuat Ricard mengerutkan alisnya.
__ADS_1
"Are you okay An?" tanya Richard.
"Aku lagi kesel sama kamu Mas," jawab Anastasia dengan ketus.
"Kenapa kesal sama aku?" tanya Richard.
"Ya soalnya tadi kamu makan siang dengan cewek," jawab Anastasia.
Richard tertawa mendengar jawaban Anastasia, sebenarnya wanita yang makan siang dengan Richard adalah temannya.
"Oh cewek tadi dia adalah temanku,"
"Kamu cemburu?" tanya Richard kemudian.
Richard mencoba merayu Anastasia, dirinya yang belum puas dengan Anastasia tentu tidak ingin kehilangan Anastasia.
"Sudah dong sayang jangan cemburu, dia hanya temanku. kamu kan tau kalau aku adalah seorang CEO jadi terkadang bertemu dengan banyak wanita," bujuk Richard.
Anastasia mengangguk, dan membenarkan ucapan Richard. Sebenarnya dirinya cukup paham kalau Richard Pasti bertemu dengan banyak wanita mengingat Richard adalah seorang CEO tapi mengapa dia masih saja cemburu.
Setelah drama cemburu cemburuannya selesai, Richard mengajak Anastasia untuk bertemu klien yang tak lain adalah teman lamanya.
Mereka membuat janji di sebuah restoran mewah di pusat kota, setelah mereka bertemu Richard meminta Anastasia untuk mempresentasikan berkas yang dia buat tadi.
Melihat keluwesan Anastasia berbicara dan ide yang sangat menarik membuat teman Richard langsung setuju untuk bekerja sama dengan Richard bahkan dia sangat tertarik dengan Anastasia.
"Terima kasih," sahut Anastasia.
Mendapatkan pujian dari klien membuat Anastasia gugup sehingga dia pamit untuk pergi ke toilet.
Saat Anastasia di toilet Richard dan temannya yang bernama Alex membicarakan Anastasia.
"Sekertaris kamu sungguh menarik,"
Alex membuat Richard tersenyum licik, dirinya sudah tau kalau Alex tertarik dengan Anastasia.
"Kamu tertarik?" tanya Richard
"Sedikit," jawab Alex.
"Kalah kamu tertarik boleh tapi jangan saat ini karena aku tengah memakainya," sahut Richard.
Alex dan Richard tertawa, kemurahan Anastasia membuat lelaki brengsek seperti Alex dan Richard mempermainkannya, dirinya bak boneka yang bisa dioper ke orang lain untuk dinikmati.
"Gila, ternyata kamu berani juga mempermainkan bawahan kamu," kata Alex tak percaya.
"Dia itu menghargai dirinya sangat murah, baru aku panggil sayang sudah klepek-klepek lagipula dia memiliki suami misalkan ada hamilnya biar saja suaminya yang bertanggung jawab, kita nikmati saja tubuhnya,"
__ADS_1
Ya begitulah Anastasia di mata Richard dan Alex, dia tak lebih hanya sebagai TPS yang setelah puas dibuang.
"Oh ya bagaimana kabar istri kamu?" tanya Richard.
"Baik," jawab Alex.
Obrolan mereka harus usai setelah Anastasia kembali dan karena waktu sudah larut mereka memutuskan untuk pulang.
"Terima kasih An, berkat kamu Alex mau kerja sama dengan kita," puji Richard.
"Nggak usah terima kasih Mas bukannya tugas aku memang membuat klien untuk setuju kerjasama dengan kita," sahut Anastasia.
Tak berselang lama mobil Richard telah tiba di halaman rumah Anastasia dan ternyata di depan teras ada Angkasa telah duduk sambil mengerjakan sesuatu.
"Lihatlah suami kamu sudah menunggu istri tercintanya," kata Richard.
"Malas banget aku sama dia mas," sahut Anastasia.
"Ya sudah aku turun dulu, kamu hati-hati ya," kata Anastasia kemudian.
Setelah berpamitan Anastasia turun dari mobil Richard, lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah nya, saat melewati Angkasa nampak Angkasa diam saja tentu hal ini membuat Anastasia heran karena biasanya Angkasa akan bertanya.
"Aneh," gumam Anastasia.
Sudah dua jam semenjak dirinya pulang angkasa tak kunjung masuk ke dalam kamar dan lagi-lagi hal ini membuat Anastasia heran dan bingung
Kepo yang berlebih membuatnya keluar kamar untuk mengecek keberadaan Angkasa, saat diluar dia melihat Angkasa di dapur sedang membuat kopi.
"Kamu ngapain?" tanya Anastasia.
"Kamu bisa lihat sendiri kan?" tanya Angkasa balik.
Kopi yang dibuatnya telah siap, tanpa berkata apa-apa Angkasa pergi meninggalkan Anastasia di dapur.
Sikap aneh Angkasa membuat Anastasia benar-benar bingung, karena selama ini tak pernah sekalipun Angkasa mendiamkannya seperti ini.
Ingin menyusul Angkasa ke teras dan bertanya tapi dia gengsi untuk melakukannya sehingga Anastasia membawa rasa bingung dan heran ke alam mimpinya.
Keesokannya lagi-lagi, angkasa tidak membuatkannya sarapan, tentu hal ini membuat Anastasia kesal.
"Kenapa kamu tidak membuatkan sarapan untuk aku?" protes Anastasia.
"Apa kamu pernah membuatkan sarapan untuk aku?" tanya Angkasa balik.
Angkasa tersenyum lalu menyeruput kopi yang masih panas.
Dirinya yang sakit hati benar-benar sudah tidak peduli dengan Anastasia, lagipula gugatan perceraian juga sudah diproses tinggal menunggu panggilan sidang pertama.
__ADS_1
"Mana mungkin mau karena yang kamu puja adalah atasan plus selingkuhanmu kamu itu," sambung Angkasa.