Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Mos


__ADS_3

''Dari awal aku datang kesini niat ku cuman satu belajar,'' Gumamku lalu beranjak memasuki kelas.


''Jadi, menurutmu apa teman tidak perlu?''


''Sudahlah tidak perlu di bahas lagi, jika ia datang lagi akan ku buat kalian berteman, puas...''


''Jadi pacarku juga boleh!'' Ia melompat-lompat kegirangan seperti mendapatkan sesuatu yang istimewa.


Pukul 08.00 bel berbunyi semua siswa-siswi berlarian menuju lapangan, disana sudah berkumpul semua guru menunggu.


Setelah semuanya berbaris rapi, satu persatu kegiatan yang akan dilakukan di bacakan oleh bapak kepala sekolah, tak lupa ia memperkenalkan diri juga lingkungan sekolah.


Aku sangat penasaran mengikuti semua kegiatan Mos yang akan dilakukan, karna belum pernah sama sekali aku lakukan.


Salah satu kegiatannya adalah mengelilingi sekolah dengan mata tertutup, yang di pimpin satu kakak kelas smk.


Jujur saja aku belum tau semua seluk beluk sekolah ini, kami pun di bagi dalam beberapa kelompok.


Kelompok ku juga ika berbeda, setiap kelompok terdiri dari 10 orang laki-laki dan perempuan.


''Hay... Teman-teman perkenalkan namaku Acha kelas 2 Smk, hari ini aku yang akan mendampingi teman-teman semua,'' Ia sangat cantik juga kata-katanya yang sangat lembut, membuat siapapun yang melihatnya pasti akan menyukainya.


Di awali dari perkenalan satu persatu, sampai akhirnya kami diarahkan untuk mengambil penutup mata yang telah di siapkan.

__ADS_1


Ditengah-tengah permainan kudengar seseorang memanggil namaku, suaranya tidak asing di telingaku.


Aku tidak menghiraukannya sama sekali, tapi suara itu semakin dekat bahkan ada beberapa orang yang ikut meneriaki namaku.


''Samira...'' ia membuka penutup mataku.


Kututup kembali tanpa mengatakan apapun dan berjalan terus mengikuti teman-teman ku.


''Apa kamu kenal dekat dengan Adrian?'' Tanya kak Acha setelah selesai kegiatan Mos.


''Kenal gitu aja sih kak...! Kemarin pertama kali datang kesekolah, aku sempat kesulitan dan kak Adrian yang membantuku menemukan ruangan kelas,'' gumamku menjawabnya.


''Oh... Sebaiknya tidak usah terlalu dekat dengannya,''


''Tidak ada, pelan-pelan pasti kamu akan tau sifatnya,'' ia berdiri dan meninggalkanku.


Akhirnya hari yang melelahkan ini berakhir juga besok belajar aktif sudah di laksanakan.


Sampai ke kos aku langsung tidur tanpa membersihkan diri, rasanya seluruh tubuhku pegal sekali.


Kring...kring...kring...


Handpone berbunyi dengan sangat keras disampingku, mataku sudah tidak bisa dibuka lagi.

__ADS_1


''Iya ibu... aku baik-baik saja. Bu besok ku telpon kembali ya aku sangat mengantuk?'' gumamku dengan suara yang berat.


''Ia nak, apa kau mau jadi temanku?''


Rasa ngatuk yang tadinya membuatku tidak bisa melalukan apapun tiba-tiba hilang seketika, mendengar suara yang sangat asing.


''Kamu siapa? Maaf salah sambung.'' gumamku langsung mematikan panggilan.


Kring...kring...kring...


Nomor yang sama aku sangat kesal melihat ada orang yang mengerjaiku di saat seperti ini.


''Heh...Aku tidak mengenalmu, jadi tolong jangan telpon ke nomor ini lagi, sebaiknya periksa dulu nomornya dengan benar sebelum menghubungi siapapun,'' Uajarku mengomel panjang lebar.


''Jangan matikan handponenya!'' Gumamnya.


''Aku cape! jadi cari saja orang diluar sana yang mau meladenimu, jangan ganngu aku.'' kumatikan handpone nya.


Jam menunjukkan 23.45 wib di tengah malam masih ada saja orang gila yang asal menelpon.


Sebenarnya aku sangat lapar, tapi di jam segini tidak mungkin lagi aku keluar mencari makanan.


Aku kembali berbaring memejamkan mataku berharap perutku bisa di ajak kompromi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2