
Jam menunjukkan 19.00 hanya terdengar suara kendaraan yang lalu lalang, sepi sekali rasanya tinggal sendirian, ternyata Ika juga sudah pulang.
Untung saja masih ada makanan jadi aku tidak perlu keluar membelinya, ku ambil nasi beserta lauknya dan kembali ke kasur ku.
Kring...kring...kring (suara hp ku berbunyi)
''Halo!''
''Samira, nak! gimana kabarmu?'' Ternyata ibuku yang menelpon.
''Baik ibu, ibu apa kabar?''
''Sehat, bagaimana hari pertamamu sekolah, apa sudah punya teman?'' Tanya ibu.
''Tidak usah terlalu memikirkan ku bu, disini aku senang kok. Ika nama temanku dan baru saja ia pulang, ibu do'a kan saja supaya lancar semua urusanku.'' Ujarku menahan air mata.
''Selalu, baiklah nak jaga diri baik-baik ya! Kamu disana sendiri jadi kami tidak bisa mengawasi seperti dulu, hanya kaulah yang bisa menjaga harga dirimu, jika apapun yang terjadi kabari ibu secepatnya.''
Tiba-tiba saja nasi ini menjadi hambar, air mataku bercucuran mengalir deras, menahan rindu yang tak bisa aku katakan.
Aku teringat waktu ketika berkumpul bersama keluargaku tertawa bersama, makan bersama, ketika itu aku sangat ingin pergi sekolah ke tempat yang sangat jauh, ternyata semuanya tak seindah khayalan ku.
Ingin rasanya ku katakan kepada mereka bahwa aku ingin kembali dan tak ingin berada di tempat ini, tapi tidak mungkin akulah yang telah memilih bersekolah disini.
__ADS_1
Sekarang aku tidak bisa pulang sebelum menyelesaikan pendidikan ku hingga 3 tahun ke depan.
Aku tertidur dengan air mata yang terus mengalir.
...****************...
Pukul 06.30 waktunya berangkat kesekolah dan hari ini di adakan Mos, untuknya hari ini tidak kesasar lagi, aku bisa dengan mudah mencari ruangan kelas yang kemarin.
Ternyata baru ada beberapa orang yang datang dan itupun laki-laki. Aku sangat canggung berada dikelas sendirian dan satu-satunya perempuan.
Ku ambil tasku lalu duduk di depan kelas sembari menunggu yang lainnya datang, 15 menit berlalu tapi satu pun belum ada yang datang.
''Hai...!'' Tiba-tiba ia duduk disampingku.
''Adrian, kamu siapa?'' ia mengulurkan tangannya.
''Aku samira, oh ya... Terima kasih telah membantuku. Jika tidak! mungkin aku akan mengelilingi seluruh gedung sekolah,''
''Maukah kau berteman dengan ku?''
''Gimana ya...!'' Aku terdiam seribu bahasa.
''Samira aku hanya meminta mu menjadikan ku teman bukan pacar,'' Gumamnya tersenyum lebar.
__ADS_1
''Aku bingung mau jawab apa.'' ujarku menundukkan kepalaku.
''Ya sudah... kalau kamu tidak ingin aku menjadi teman mu, aku bisa mengerti kok! aku tau diri. Tidak akan pernah bisa mempunyai teman sebaik dirimu.'' Ujarnya lalu beranjak pergi meninggalkan ku.
Aku sangat merasa bersalah atas apa yang terjadi, orang yang telah baik terhadapku kini pergi meninggalkanku karena kecewa.
''Samira...woy...'' Ika berlari kearahku.
''Kenapa harus berlari? Kan bisa berjalan biasa saja.'' Ujarku.
''Si ganteng mau ngapain datang kesini? kami tapi berpapasan tapi, ketika ku tegur ia sama sekali tidak melihatku dan pergi begitu saja, sakit bangat tau hati ini,'' ujarnya dengan nafas yang ngos-ngosan.
''Adrian namanya bukan siganteng, duduk dulu nanti nafas kamu abis.'' Kutarik tangnnya kesampinku.
''Kamu tau! ternyata ia idola para gadis, kakak kelas kita 2 Smk dan laki-laki terganteng yang ada disini.''
''Lalu aku harus memujanya?'' Ujarku menatapnya dengan nada kesal.
''Ya... tidak seperti itu juga!''
''Tadi ia datang kesini dan memintaku menjadi temannya, tapi tidak ku jawab dan ia pergi.''
''Samira...samira...kenapa?'' ia mencubit tangan ku karna geram.
__ADS_1
Bersambung