Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Rasa Nyaman Alex


__ADS_3

Hubungan Alex dan Anastasia semakin jauh, Alex yang sudah kecanduan tubuh Anastasia sering datang ke kantor Richard untuk mengunjungi budak ranjangnya tersebut.


"Halo sayang,"


Alex kini mengganti panggilan ke Anastasia dengan panggilan sayang tentu hal ini membuat Anastasia tersenyum, minimal dia setingkat lebih maju untuk bisa membuat persahabatan Alex dan Richard hancur.


"Hai mas," balas Anastasia.


Alex mengajak Anastasia untuk makan siang, kedudukan Anastasia yang merupakan manager di perusahaan membuat Alex tidak harus takut saat bersama Anastasia diluar.


Saat makan siang bersama, Anastasia mengadukan perlakuan Richard ke Alex, dia mengatakan kalau Richard sering memarahinya bahkan dia mengaitkan hubungan mereka.


Mendengar hal itu membuat Alex tersenyum, dia meminta Anastasia untuk sabar karena memang begitulah sahabatnya.


"Kamu sabar saja, karena memang begitulah Richard," bujuk Alex.


Anastasia mengangguk, baru permulaan jadi Anastasia tidak berharap lebih.


Seusai makan siang mereka kembali lagi ke kantor, saat di loby kebetulan mereka berpapasan dengan Richard.


Beberapa waktu kemudian Anastasia dipanggil Richard ke ruangannya, setelah menghadap Richard Anastasia langsung dimarahi karena laporan yang dibuatnya.


Banyak sekali ketidak sesuaian antara laporan yang Anastasia buat dengan laporan yang dikirim oleh staf lainnya.


"Kamu ini bisa bekerja enggak sih An! makin ke sini kinerja kamu semakin menurun," maki Richard.


"Maafkan saya pak," sahut Anastasia.


"Maaf maaf, memangnya maaf kamu bisa mengembalikan segalanya," timpal Ricard.


Richard meminta Anastasia untuk memperbaiki lagi laporan yang dibuatnya, dia ingin Anastasia mengecek kembali seluruh laporan yang dibuatnya sebelum diberikan kepada Richard.


Tak ingin membuang waktu lagi Anastasia segera mengambil laporan yang berada di atas meja lalu dia pamit untuk kembali ke ruangannya.


berapa waktu berlalu laporannya sudah selesai dikerjakan dan juga dicek lalu dia membawanya ke rumah Richard.


"Oh ya An, tolong buat presentasi untuk produk baru kita," titah Richard.


"Baiklah pak," sahut Anastasia.


"Oh ya apa kamu punya ide untuk promosi?" tanya Richard.


"Tidak pak," jawab Anastasia lalu pamit untuk kembali ke ruangannya.


Sebelumnya Anastasia selalu memiliki ide brilian untuk promosi, berkat ide-ide brilian Anastasia produk mereka selalu bisa diterima masyarakat bahkan produksi meningkat namun beberapa saat ini produksi menurun.


Richard yang kesal dengan Anastasia memutuskan untuk menyusul Anastasia ke ruangannya.

__ADS_1


"An," panggil Richard.


"Apa?" tanya Anastasia.


"Kamu adalah general manager seharusnya kamu bekerja lebih giat demi perusahan bukanya malah malas-malasan," jawab Richard dengan nada yang agak meninggi.


Mendengar jawaban Richard membuat Anastasia tertawa, dia sungguh tak habis pikir dengan Richard, setelah apa yang dilakukannya masih saja dia berharap kalua Anastasia akan memberikan ide-ide briliannya.


"Hatiku kamu patahkan, hidupku kamu hancurkan, tubuhku kamu oper ke orang lain, masih kamu menginginkan aku seperti dulu lagi?"


Ucapkan Anastasia bak anak panah yang melesat tepat di jantung Ricard sehingga membuat Richard terdiam tanpa bisa berkata-kata apa lagi.


"Kalau tidak ada yang ingin dibahas lebih baik anda keluar daripada anda membuka luka lama saya,"


Secara tidak langsung Anastasia mengusir Richard dari ruangannya, dirinya benar-benar enggan berbicara, bertatap muka maupun berdiskusi dengan Richard, hatinya masih terlalu sakit jika mengingat apa yang dilakukan Richard terhadapnya.


Dengan raut wajah yang kesal, Richard memutuskan untuk keluar.


Sebenarnya Anastasia ingin pergi dari perusahaan Ricard tapi rencananya belum berhasil jadi dia memilih bertahan.


Sepulang dari kantor Anastasia memutuskan untuk pergi ke kafe, rencannya dia ingin makan malam diluar, saat menunggu makanan dia tidak sengaja melihat Alex dengan istrinya dan timbullah rencana untuk mengerjai Alex.


"Sayang, kamu dimana?"


Anastasia mengirim pesan singkat kepada Alex, tapi Alex yang tau jika ada pesan dari Anastasia sengaja tidak membuka pesan tersebut.


Beberapa waktu kemudian, Anastasia kembali mengirim pesan singkat dan lagi-lagi pesan dari Anastasia tidak dibalas, tentu hal ini membuat Anastasia semakin tertantang untuk mengerjai Alex.


Dari kejauhan nampak istri Alex yang mulai bertanya mungkin dia heran dengan ponsel Alex yang sering berdering tapi selalu ditolak.


Karena makanannya sudah datang, Anastasia meletakan ponselnya, dia sudah tidak lagi mengganggu Alex dengan istrinya.


Setelah makan dia memutuskan untuk pulang karena pekerjaan rumah begitu menumpuk.


Sesampainya di rumah Anastasia mulai mencuci baju, dia mengeluarkan semua baju-baju kotor dan tanpa sengaja dia melihat baju Angkasa yang masih tertinggal, air matanya merembes keluar lagi-lagi ingatan tentang Angkasa masuk ke dalam pikirannya.


"Aku begitu menyesal telah menyia-nyiakan kamu, kini yang aku miliki kenangan betapa kejamnya perlakuanku terhadapmu dulu, andaikan kamu mau kembali aku akan berjanji akan mengabdikan hidupku mas," kata Anastasia dengan menangis.


Kenangan cinta dan sayang Angkasa membuat Anastasia lagi dan lagi masuk ke dalam lubang penyesalan tanpa dasar.


Puas menyesali semuanya, Anastasia melanjutkan mencuci bajunya, meski mencoba menghalau tapi bayangan Angkasa semakin jelas.


***An, bajunya aku cuci besok ya


An, nanti kamu angkat ya


An, An, An, An, An***

__ADS_1


Aarrrrggggggg


Anastasia memegangi kepalnya sambil berteriak, dia mencoba menghalau pikirannya sendiri hingga tanpa dia sadari kalau ada Alex yang memeluknya dari belakang.


"Kamu kenapa? apa gara-gara aku yang selalu menolak panggilan kamu tadi sehingga kamu marah?" tanya Alex.


Anastasia mematung, dia tidak menyangka Alex memiliki pemikiran seperti ini, padahal tadi dirinya memang sengaja mengerjai Alex.


Alex melepas pelukannya lalu membalikan tubuh Anastasia, dia mencoba menjelaskan semua pada budak ranjangnya tersebut.


"Tadi aku bersama istriku," ungkap Alex.


"Iya ga papa kok mas," sahut Anastasia.


Bola mata Alex tak sengaja melihat cucian Anastasia yang sangat banyak sehingga membuatnya tak tega.


"Kenapa tidak menggunakan jasa Art?" tanya Alex.


"Menghemat pengeluaran mas," jawab Anastasia.


"Kenapa nggak bilang?"


Anastasia menggeleng, sebenarnya bukan masalah pengeluaran juga tapi dia ingin mengikuti jejak mantan suaminya dulu, dia ingin turut merasakan lelahnya Angkasa waktu itu.


"Aku tidak mau merepotkan Mas," jawab Anastasia.


Benar saja keesokannya, ada art yang diambil Alex dari yayasan untuk bekerja di rumah Anastasia, bahkan untuk biaya makan dan lain-lain semua sudah ditanggung Alex.


Dibanding Richard Alex jauh lebih tulus, kehadiran Anastasia yang awalnya hanya untuk ja-lang pribadi akhirnya malah membuat Alex merasa nyaman.


"Kamu nggak perlu melakukan itu mas," protes Anastasia.


"Nggak papa, aku nggak mau kamu lelah saja," sahut Alex dalam sambungan telponnya.


Setelah menutup sambungan telponnya Anastasia memutuskan untuk pergi ke kantor, sesampainya di kantor dia baru ingat kalau hari ini adalah hari dimana dia ditugaskan Richard untuk membuat presentasi mingguan.


"Astaga aku lupa," batin Anastasia.


Meskipun begitu dia tetap santai dan pergi ke ruangannya, dan saat bersamaan Richard memanggilnya.


"Ayo kita presentasi sekarang," ajak Richard.


Anastasia menggeleng, tentu hal ini membuat Richard merasa kesal padahal ini adalah tugas Anastasia.


"Pak maksud kamu?" tanya Richard dengan raut wajah yang berubah.


"Aku lupa belum mengajarkannya," jawab Anastasia.

__ADS_1


Tatapan Ricard bak elang yang siap menukik untuk menyerang mangsanya sangat jelas terlihat kalau Richard sangat marah.


"Semakin hari semakin tidak becus bekerja," maki Richard.


__ADS_2