Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Lelah Berdebat


__ADS_3

Setelah bersiap Anastasia turun ke bawah untuk sarapan, saat melihat nasi yang disiapkan oleh sang suami membuat Anastasia mengerutkan alisnya.


"Apa ini?" tanya Anastasia.


Angkasa menatap istrinya dengan heran, bukankah ini adalah nasi padang favoritnya kenapa masih bertanya?


"Sayang masak kamu nggak tau, inilah makanan kesukaan kamu?" tanya Angkasa balik.


"Mas, aku ini seorang manager mana mungkin suka makanan ternak seperti itu."


Ucapan Anastasia sontak membuat Angkasa menatapnya seperti orang bodoh, dia tak habis pikir dengan kesombongan sang istri yang bilang nasi Padang adalah makanan ternak padahal diluar sana banyak konglomerat yang memfavoritkan nasi Padang karena rasanya yang sangat enak.


"Istighfar kamu An, meskipun kamu manajer kamu tetap makan nasi, heran aku sombong sekali kamu sekarang," tukas Angkasa.


"Bukannya sombong tapi memang sekarang aku nggak level makan makanan seperti ini, bagiku makanan seperti ini makanan orang kere seperti kamu." sahut Anastasia.


Angkasa menatap Anastasia dengan tatapan marah dan kesal, semakin hari istrinya semakin kufur akan nikmat dari Tuhan. Tidak ingatkah dulu dirinya juga orang kere? bak kacang lupa akan kulitnya


"Terserah kamu An, mau sarapan ya terserah nggak mau sarapan ya terserah, lelah aku menghadapi sikap kamu yang semakin kesini semakin menjadi,"


Tak ingin debat dengan sang istri, Angkasa memilih menikmati makanan yang sudah melambai-lambai di depannya. Perutnya yang lapar enggan menggubris sang istri yang tidak mau makan.


"Memang mas kamu itu lelaki yang nggak guna, ngasih makan istri aja nggak mampu," celoteh Anastasia.


Angkasa meletakan sendoknya, tatapan matanya kini berubah arah, yang tadinya asik menatap makanan kini harus menatap sang istri tercintanya.


"Hari apa jam berapa dan tahun berapa aku tidak memberi kamu makan?" tanya Angkasa dengan sedikit ngegas.


Anastasia hanya terdiam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan angkasa karena memang selama ini angkasa selalu memprioritaskan dirinya dan tidak pernah absen memberinya makan hanya saja apa yang diberikan Angkasa sesuai dengan kemampuannya.


"Jawab!" bentak Angkasa.


"Tapi kamu memberikan aku makanan yang tidak layak Mas!" sahut Anastasia.


Hati Angkasa sangat perih, sebisa mungkin dia selalu memberikan yang terbaik untuk Anastasia tapi Anastasia tidak pernah menghargainya. Apa-apa sudah diberi untuk sang istri tapi semua tidak ada artinya


"Meskipun aku tidak memiliki uang yang banyak namun kamu tetap aku prioritaskan, lihatlah makananku lalu lihatlah makananmu." Raut wajah sedih Angkasa semakin nampak


"Dalam makanan kamu sudah lengkap mulai dari nasi, sayur dan juga lauk serta kerupuknya sedangkan makananku cuma nasi, sambel dan kerupuk, masih kah kamu bilang jika aku memberikan makanan yang tidak layak?" tanya Angkasa di akhir kalimatnya.


Mata angkasa membasah, naf-su makan yang menggebu kini hilang sudah. Ekspektasi sarapan berdua dengan Anastasia musnah sudah karena ejekan, hinaan serta tuduhan Anastasia.


Tak ingin debat lagi angkasa memutuskan untuk berangkat terlebih dahulu tanpa melanjutkan sarapannya.

__ADS_1


"Mas!" teriak Anastasia.


Angkasa menghentikan langkahnya, "Adanya itu An, kalau nggak suka kamu bisa membuangnya."


Anastasia yang kesal juga memutuskan untuk berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu.


Lagi-lagi Anastasia membawa masalahnya ke kantor, tentu hal ini membuat Richard tergerak untuk menghiburnya meski tujuan dia menghibur adalah untuk mendapatkan tubuh Anastasia.


"Pasti bertengkar lagi dengan suami kamu yang nggak guna itu kan?" tanya Richard.


Anastasia menghela nafas, memang hanya Richard yang sanggup melegakan segala kegundahan hatinya.


"Aku ada dua tiket jalan-jalan ke Pulau Bali, kamu mau nggak jika aku mengajakmu jalan-jalan ke Pulau Bali selama seminggu," bisik Richard sambil mengendus jenjang leher Anastasia.


Anastasia nampak senang, berlibur ke Pulau Bali adalah impiannya apalagi berliburnya bersama Richard atasannya tapi jika dirinya pergi berlibur bagaimana dengan Angkasa?


"Pasti kepikiran suami kamu kan?" tanya Richard.


"Iya mas," jawab Anastasia.


"Suami kamu memang pengganggu kesenangan kita," sahut Richard.


"Tapi jangan khawatir, karena aku aku bisa membuatkan kamu surat untuk perjalanan mengunjungi cabang yang ada di Pulau Bali," sambung Richard.


"Baiklah mas," sahut Anastasia.


Richard yang menginginkan tubuh Anastasia meminta Anastasia untuk ikut ke dalam ruangannya.


"Supaya tidak ada yang curiga, aku kembali terlebih dahulu setelah itu menyusul lah," bisik Richard.


Lagi-lagi anastas jadikan budak naf-su oleh Richard, bersama pasangan halalnya dia sangat perhitungan bahkan enggan disentuh oleh namun bagi pasangan haramnya Anastasia selalu siap sedia, dia tidak pernah sekalipun menolak permintaan Richard.


Anastasia menggeliat seperti cacing kepanasan, sentuhan Richard membuat Anastasia merasakan kenikmatan yang bertubi-tubi.


"Ayo mas, aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi," desak Anastasia.


Richard tersenyum menyeringai, dia sungguh puas sekali membuat Anastasia mengemis padanya untuk segera dilakukan penyatuan.


"Sabar dong sayang, kita main-main dulu," bisik Richard.


Richard berdiri lalu membuka celana yang dia kenakan, nampak sesuatu yang sudah berdiri tegak lurus tanpa condong sedikit pun seperti tugu Monas.


"Bisakah kamu melakukan hal lebih padanya Anastasia?" tanya Richard.

__ADS_1


Anastasia menggeleng namun Richard menawarkan bayaran yang lebih jika Anastasia mau melakukan apa yang dia minta.


"Bagiamana kalau aku memberi kamu uang lebih," tawar Richard.


Mendengar kata uang membuat jiwa kismin Anastasia meronta tanpa pikir panjang dia mau menerima tawaran dari Richard.


Anastasia benar-benar seperti seorang kupu-kupu malam, yang menuruti segala kemauan tamunya. Demi uang Anastasia merendahkan dirinya padahal dengan Angkasa dirinya dijadikan ratu.


Satu jam berlalu, Anastasia keluar dari ruangan Richard dengan senyum yang mengembang, bermodalkan kata sayang dan uang, Richard sudah mampu membuat Anastasia melakukan apa yang dia minta.


*********


Tepat pukul tiga sore, angkasa baru tiba di rumahnya. demi mendapatkan uang tambahan dia rela mengadakan les tambahan untuk siswanya.


Saat masuk rumah, Angkasa melihat dua nasi sisa tadi pagi yang masih tergeletak.


Angkasa melihat nasi Anastasia benar saja semua masih utuh beserta lauk rendang dagingnya.


Saat akan membuangnya Angkasa merasa sayang, dia pun mengambil seiris daging lalu memakannya.


Waktu berlalu dengan cepat, setelah magrib Anastasia pulang dengan membawa paper bag yang berisi belanjaan.


"Kamu belanja lagi An?" tanya Angkasa.


"Iya dong, kan uang aku banyak jadi ya sering belanja, memangnya kamu mas yang belanjanya setahun sekali saat mendekati lebaran," ejek Anastasia.


"Ups, maaf mulut aku suka benar soalnya."


"Ya nggak papa An, aku kan lebih mikir ke tanggung jawab daripada belanja yang nggak jelas, lagipula baju juga sudah banyak, sepatu juga masih bagus," sahut Angkasa.


"Tanggung jawab Apaan, aku saja mencukupi kebutuhan aku sendiri tanpa uang kamu sedikit pun," timpal Anastasia.


Angkasa hanya tersenyum, dia yang malas berdebat dengan sang istri memutuskan pergi ke kamar untuk mengerjakan pekerjaannya.


"Astagfirullah, hamba pasrahkan semuanya ya Tuhan," gumam Angkasa.


Anastasia seakan tidak melepaskan Angkasa, dia yang merasa diabaikan nampak kesal dan marah menyusul ke kamar, mungkin ribut dan debat adalah hobi Anastasia.


"Mas, kamu tuh ya kalau aku lagi ngomong itu jangan main tinggal saja, nggak menghargai banget," protes Anastasia.


Angkasa mengalihkan pandangannya dari laptop miliknya ke Anastasia yang kini menatapnya marah.


"Aku hanya menjaga kesehatan mental aku dari kamu An, aku lelah debat dengan kamu," sahut Angkasa.

__ADS_1


__ADS_2