
Anastasia terduduk lemas di lantai, dia menangis sejadi-jadinya memohon terus pada angkasa agar mau rujuk kembali tapi hati Angkasa telah sakit sehingga keinginan Anastasia untuk rujuk tidak akan dia terima.
"Aku mohon mas, aku tidak bisa hidup tanpa kamu," kata Anastasia di tengah tangisannya.
Angkasa menghela nafas kemudian dia duduk di hadapan Anastasia. Kalau memang Anastasia tidak bisa hidup tanpanya lantas kenapa dia berselingkuh? kenapa dulu sikapnya sangat menyakitkan?
"Bukankah jalan ingin yang kamu mau? bukankah kamu menginginkan perpisahan ini? bukankah kamu lebih memilih Richard daripada aku? lantas kenapa kamu sekarang memohon padaku agar kembali?" Angkasa memberondong Anastasia dengan berbagai macam pertanyaan.
Tangis Anastasia semakin pecah, dia sangat menyesal telah menduakan Angkasa dengan Richard yang selalu dia puja dan agungkan kala itu.
"Aku menyesal mas," ucap Anastasia dengan lirih.
"Sudahlah An, kita memiliki jalan masing-masing sekarang. Kita tidak cocok bersama, aku bukan seleramu aku bukan pria kaya yang bisa memberimu dunia," sahut Angkasa.
Memori Angkasa kembali ke masa saat Anastasia selalu mengejek dan menghinanya apalagi istrinya tega menduakan cintanya yang begitu dalam.
"Kita bisa mulai dari nol mas, aku akan menjadi istri yang nurut, istri yang sayang suami, aku janji mas," timpal Anastasia.
Angkasa hanya tersenyum, dulu saat Anastasia meminta untuk kuliah dia juga berkata demikian, dia berjanji tidak akan lupa waktu, tidak akan meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri namun kenyataannya tidak demikian, setelah lulus kuliah dan naik jabatan Anastasia menjadi istri yang durhaka, tak hanya itu dia selalu menjadikan harta dan jabatan kiblat dan tolak ukuran suatu kebahagiaan.
"Mohon maaf An, aku tidak bisa," tukas Angkasa.
Angkasa meminta Anastasia untuk memakai pakaiannya kembali lalu pulang, dia tidak ingin dituduh warga melakukan hal yang tidak senonoh di dalam rumah dengan mantan istrinya sendiri.
Setelah memakai pakaiannya kembali, Angkasa yang mengantar Anastasia ke depan. Dia ingin mantan istrinya tersebut cepat pulang karena dia tidak ingin ada masalah dengan warga sekitar.
"Setiap hari aku akan terus ke sini mas, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan cinta kamu kembali," kata Anastasia lalu berjalan menuju mobilnya.
"Up to you An," batin Angkasa.
__ADS_1
Selepas kepergian Anastasia, angkasa cepat-cepat menutup pintu rumahnya dan pergi ke kamar, dia tidak ingin Anastasia datang kembali dan memaksa untuk bermalam di rumahnya.
"Cukup sudah hatiku berdarah karena lisanmu An, walaupun segunung sesalmu tak mungkin aku kembali padamu lagi," gumam Angkasa sambil berjalan menuju kamarnya.
Kelihatannya Anastasia tidak menyerah, setiap hari dia selalu datang ke rumah Angkasa untuk mengantarkan makanan, hal ini lama-kelamaan membuat Angkasa risih dan muak.
Dulu saat Angkasa masih di sampingnya tak pernah sekalipun Anastasia perhatian, malah Angkasa lah yang trus melayani Anastasia.
"Apa sih mau kamu An!" tanya Angkasa dengan nada yang tinggi.
"Tak mudah melupakan kamu mas, aku mohon ijinkan aku kembali lagi padamu," pinta Anastasia.
"Aku nggak bisa dan selamanya nggak akan bisa, mengertilah An," sahut Angkasa dengan mengusap rambutnya dengan kasar.
Anastasia seakan tidak terima dengan ucapan angkasa sehingga dia terus memaksa angkasa agar mau rujuk dengannya.
Walaupun Angkasa telah mengungkapkan semua tapi Anastasia seakan tidak peduli, baginya perselingkuhan adalah sesuatu yang wajar yang mana masih bisa dimaafkan asal mau berubah.
"Terserah apa katamu An, aku tidak peduli lagi. please jangan membuat aku membencimu karena sikapmu yang seperti ini." Gantian Angkasa yang memohon.
Sekeras apapun Anastasia meminta membujuk dan memohon angkasa tetap tidak mau kembali kepadanya, luka hatinya sangat dalam sehingga tak mungkin lagi bisa terobati.
Tak bisa mendapatkan angkasa kembali Anastasia mencoba mengancam angkasa, dirinya bilang kalau akan bunuh diri jika angkasa tidak mau kembali padanya.
Mendengar hal itu tentu membuat Angkasa tertawa, walaupun Anastasia bunuh diri, gantung diri di pohon kencur bahkan cabai sekalipun dia tidak peduli karena baginya Anastasia bukan siapa-siapa lagi, dia hanya serpihan masa lalu yang tidak memiliki nilai apapun di hati Angkasa.
"Kamu lucu sekali, dulu mungkin aku kalang kabut saat mendengar kamu akan bunuh diri tapi tidak untuk saat ini An, kalau memang bunuh diri bisa mengurangi masalahmu silahkan toh kamu sendiri yang menanggung dosanya," kata Angkasa.
"Apa rasa itu telah hilang mas? apa cinta itu telah pergi?" tanya Anastasia.
__ADS_1
"Semua rasa cinta dan sayangku untukmu telah musnah jadi sekeras apapun kamu ingin kembali hatiku tidak akan mau menoleh lagi," jawab Angkasa.
Karena kesal akhirnya Anastasia memutuskan untuk pergi dari rumah Angkasa, menurutnya Angkasa sangat-sangat berubah bukan seperti Angkasanya dulu.
********
Lagi-lagi Alex meminta Anastasia untuk melayaninya, meskipun Anastasia enggan tapi Alex terus memaksa bahkan mengancamnya sehingga mau tak mau Anastasia harus mengikuti kemauan Alex.
Menjadi ja-lang Alex tak menyurutkan niat Anastasia untuk kembali lagi ke Angkasa, sesuai ucapannya waktu itu Anastasia selalu pergi ke rumah Angkasa untuk mengantar makanan namun saat Anastasia datang dia tidak pernah bertemu dengan Angkasa karena Angkasa sendiri sudah enggan bertemu dengan Anastasia, kalau pun dia datang malam Angkasa tidak akan membukakan pintu.
Di suatu malam, Richard yang ingin melepas masa lajangnya meminta Alex untuk datang ke apartemennya, karena pasti akan ada minuman akhirnya Alex mengajak Anastasia, awalnya Anastasia enggan namun lagi-lagi ancaman yang bekerja sehingga mau nggak mau Anastasia ikut dengan Alex.
"Kenapa anda selalu memaksa saya," protes Anastasia.
"Karena kamu adalah budak ranjang aku Anastasia," sahut Alex dengan tertawa.
Hati Anastasia sangat tercabik dengan ucapan Alex, dirinya hanya dijadikan budak ranjang yang tidak memiliki masa depan yang mana akan dibuang bila bosan.
"Dengan mas Angkasa aku dijadikan ratu tapi dengan Alex dan Richard aku dijadikan ja-lang pribadi dan seorang budak ranjang," batin Anastasia dengan air mata yang merembes keluar.
Inilah hukum tebar tuai, dia sendiri yang menginginkan menjadi milik orang kaya dan sekarang Tuhan mengabulkannya dengan menjadi simpanan bahkan budak orang kaya.
"Sudahlah jangan menangis, bukankah aku memberi kamu sebuah kenikmatan dan kehangatan? kenapa kamu malah menangis?" tanya Alex.
Malas menjawab pertanyaan Alex, Anastasia hanya terdiam, dia benar-benar muak dengan kehidupan yang dia jalani saat ini.
Di apartemen Richard dirinya lagi-lagi dijadikan bu-dak naf-su oleh Alex, tanpa ada simpati di hati Alex terus saja menikmati tubuh Anastasia tanpa mau berhenti.
"Pak sudah pak, saya lelah," pinta Anastasia.
__ADS_1