Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Keinginan Anggun


__ADS_3

Malam ini Alex dan Anastasia tengah menikmati waktu mereka berdua, seperti biasa mereka bersua di atas tempat tidur mereka.


Baik Alex dan Anastasia merasa beruntung karena bisa saling memiliki.


"Aku sangat bahagia sayang," kata Alex.


"Sama aku juga mas," sahut Anastasia.


Keduanya kini hanyut dalam malam panas yang memabukkan nikmatnya bercinta membuat mereka enggan untuk mengakhiri malam panas mereka.


Lenguhan dan desa-han mereka saling memburu untuk mengejar suatu kenikmatan surga dunia.


...****************...


Pagi menyapa dengan cepat dua pasangan yang dimabuk cinta masih saja berpelukan dalam tidur mereka yang seolah mereka enggan untuk meninggalkan alam mimpi yang membuat mereka tidak terpisahkan.


Matahari sudah merangkak naik namun keduanya masih saja enggan untuk membuka matanya hingga suara panggilan dari ponsel Alex harus membawa Alex keluar dari alam mimpi.


Alex yang mendengar ponselnya berbunyi sontak melepaskan pelukannya, dengan nyawa yang belum sempurna dia mengambil ponselnya di atas nakas dan melihatnya.


Nampak terlihat jelas Aggun memanggil kemudian Alex pun segera mengangkatnya.


"Ada apa Anggun?" tanya Alex dalam sambungan telponnya.


"Kamu dimana mas?" tanya Anggun balik.


Entah apa yang mereka bicarakan selanjutnya sehingga Alex bergegas memakai pakaianya lalu membangunkan Anastasia.


"Sayang aku pulang dulu ya," kata Alex sambil menggoyang tubuh Anggun.


Perlahan Anastasia membuka matanya, dia nampak heran dengan Alex yang ingin pulang padahal rencannya mereka hari ini akan pergi bersama.


"Kenapa pulang mas?" tanya Anastasia.

__ADS_1


"Anggun sudah pulang," jawab Alex.


Anastasia harus menelan pil pahit, keinginan untuk bersama sang suami seharian pupus sudah karena kehadiran istri pertama suaminya.


Melihat raut wajah Anastasia yang berubah membuat Alex merasa bersalah janji yang terucap saat bersua kemarin harus teringkari.


"Maafkan aku sayang," kata Alex.


"Iya mas nggak papa," sahut Anastasia dengan tersenyum.


Meski kecewa namun Anastasia berusaha tersenyum dia tidak ingin rasa kecewanya membuat Alex sedih.


Sebelum pulang, Alex memeluk sang istri dengan erat, ada perasaan enggan meninggalkan tapi Alex harus pulang.


Dengan kecepatan yang lumayan tinggi Alex melajukan kendaraannya untuk pulang, dia sungguh heran dengan istrinya yang tiba-tiba pulang padahal belum waktunya kembali.


Sesampainya di rumah Alex langsung memarkirkan mobilnya sembarang kemudian dia berjalan cepat menuju kamarnya dan benar saja sudah terlihat Anggun dengan mata yang membengkak.


"Masih kamu tanya kenapa Mas? apa yang kamu lakukan di belakangku?" tanyanya.


Alex merasa bingung dengan jawaban serta pertanyaan ambigu dari Anggun, apa sebenarnya maksud dari istrinya tersebut.


"Apa sih maksud kamu Anggun? aku tidak mengerti," tanya Alex kemudian.


"Nggak usah pura-pura tidak mengerti Mas, bukankah di belakangku kamu memiliki wanita lain?" tegas Anggun.


Alex terdiam menatap Anggun, kini rahasia yang dia simpan rapat rapat sudah terbongkar, borok yang selama ini dia tutupi sudah terbuka dan mengangah.


"Kenapa kamu hanya diam mas! Katakan sesuatu! kenapa kamu tega berbuat seperti itu!" teriak Anggun.


Mendapati teriakan istrinya membuat Alex tersenyum adanya dia berlaku seperti ini juga karena Anggun yang tidak memperhatikan dirinya sama sekali selama ini yang dipikirkan oleh Anggun hanya uang, pergi liburan dengan geng sosialitanya dan juga belanja sepuasnya tanpa memikirkan Alex sedikitpun.


"Seharusnya kamu berkaca Anggun, kenapa aku seperti ini," kata alex.

__ADS_1


"Apa maksud kamu Mas kenapa kamu sekarang malah menyalahkan aku lagi dan memintaku untuk berkaca sudah jelas-jelas kamu yang bersalah," sahut Anggun yang tidak terima.


Alex menarik nafas dalam-dalam kemudian dia melepas dasinya serta jas yang dikenakannya lalu duduk di sofa.


Alex tahu dia juga bersalah namun semua kesalahannya berawal dari Anggun istrinya yang lebih mementingkan geng sosialitanya daripada dirinya yang selama ini menafkahi dan mencintainya.


"Pernahkah kamu berpikir sedikit saja tentang aku? kamu selalu sibuk dengan geng sosialita kamu itu bahkan kamu tidak memperdulikan aku sama sekali lantas menurutmu apa yang aku lakukan ini murni kesalahanku?" ungkap Alex.


"Seorang kucing tidak akan mencari makan di luar kalau tuan rumahnya tidak memberinya makan, begitu pula dengan aku yang tidak akan mencari kepuasan di luar kalau kamu sebagai istri mengerti akan kewajibanmu."


Alex mengeluarkan unek-uneknya selama ini, mungkin kali ini sudah waktunya untuk menyadarkan istrinya, namun Alex salah bukannya sadar, Anggun malah semakin marah dia mengatakan kalau apa yang dilakukannya itu wajar dilakukan oleh seorang istri, suami seharian bekerja di kantor Jadi wajar kalau istri juga mencari kesenangan di luar dengan teman-temannya.


Alex tertawa mendengar alasan Anggun, kalau memang seperti itu seharusnya Anggun tidak mempermasalahkan jika Alex mencari kepuasan di luar toh yang terpenting Alex memberinya uang jatah bulanan dan juga kebebasan dia bersosilalita dengan teman-temannya.


"Kalau begitu kamu jangan mempermasalahkan kegiatanku di luar yang terpenting aku pulang dan memberimu jatah bulanan," ucap Alex.


"Mana boleh seperti itu kamu milikku!" sahut Anggun.


Alex menggelengkan kepala menurutnya Anggun sangat tidak tahu diri dan juga serakah dia tidak mau melakukan kewajibannya tapi selalu menuntut hak dan juga meminta Alex untuk setia.


"Anggun, Anggun kamu ini tak tahu diri sekali," sahut Alex.


"Aku nggak mau tahu Mas, kamu harus meninggalkannya! tidak cukupkah satu wanita untuk dirimu?"


"Cukup kalau wanitanya perhatian dan sayang tapi coba lihat dirimu," tukas Alex.


Anggun mendekati Alex yang duduk di sof, dia sungguh tidak terima jika Alex memiliki wanita lain.


"Aku ingin kamu ceraikan dia, aku tahu kalian sudah menikah secara diam-diam!"


Alex sungguh tak menyangka kalau Anggun tau perihal pernikahannya dengan Anastasia.


"Aku tidak mau kalau kamu tidak terima kamu saja yang bercerai dariku!"

__ADS_1


__ADS_2