
Gairah liar Richard benar-benar luar biasa meksipun ada rasa sakit yang Anastasia rasakan tapi dia terus melayani Richard hingga atasannya tersebut mendapatkan pelepasannya.
Setelahnya mereka berdua membersihkan diri lalu mereka melanjutkan pekerjaan yang belum terselesaikan.
Tepat pukul dua belas sing, Richard mengajak Anastasia untuk menemui kliennya. Dirinya berharap kalau Anastasia bisa membuat kliennya untuk bekerja sama.
"Tadi pagi klien kita sudah kecewa dengan presentasi kamu jadi aku harap siang ini kamu bisa memperbaikinya," kata Richard.
"Baik mas," sahut Anastasia.
Kelihatannya dewi Fortuna berpihak kepada Richard dan Anastasia sehingga kliennya kali ini terpukau dan mau bekerja sama dengan mereka.
Awalnya klien tersebut bekerja sama dengan nominalnya sudah disepakati namun saat mendengar presentasi dari Anastasia klien tersebut berubah pikiran dengan menambah nilai investasinya, tentu hal ini membuat Richard sangat senang.
"Terima kasih an karena berkat kamu klien menambah nilai investasinya," kata Richard.
"Sama-sama mas bukankah memang presentasi adalah tugas aku," sahut Anastasia.
Sebagai rasa terima kasih atas apa yang telah dilakukan anastasia, Richard mengajak Anastasia pergi ke mall, dia ingin membelikan Anastasia barang-barang berharga tapi sesudahnya Anastaia harus memberinya jatah Kedua.
"Kamu minta lagi mas?" tanya Anastasia.
"Iya dong sayang, kalau kita cocok tanam di kantor nggak begitu puas, kita nggak bisa leluasa," jawab Richard.
Setelah berbelanja mereka menuju hotel, hasrat yang terus meniru membuat Richard memerlukan tempat sampah untuk pelepasannya.
Anastaia yang bodoh selalu mau dijadikan tempat sampah asal ada benda benda mewah dan uang sebagai balasannya.
Dua jam kemudian mereka kembali ke kantor, karena banyaknya pekerjaan yang belum terselesaikan membuat Richard dan Anastasia harus lembur malam ini.
Tepat pukul sembilan Anastaia tiba di rumah barengan dengan angkasa yang juga baru pulang memberi les privat.
Tanpa menyapa dan bertanya angkasa langsung masuk ke dalam rumah, dia tidak memperdulikan Anastasia yang berdiri dengan Richard di halaman rumah.
"Suami kamu terlihat cuek," kata Richard.
"Iya mas, dia pasti menyesal telah menggugat aku," sahut Anastasia dengan PD nya.
"Biarkan saja, nanti palingan dia yang ngemis ingin ngajak balikan," timpal Richard.
__ADS_1
Richard yang harus segera pulang memutuskan untuk pamit, dia meminta Anastasia untuk segera masuk.
"Masuklah aku harus pulang," kata Richard.
"Iya mas, kita barengan ya. Kamu masuk mobil kamu masuk rumah," sahut Anastaia.
Saat hendak masuk ke dalam kamar, Angkasa keluar dari kamar tamu dan memanggilnya.
"An,"
Anastasia menghentikan langkahnya lalu menatap Angkasa dengan tatapan sinis. Dirinya mengira kalau Angkasa akan meminta maaf dan membatalkan gugatannya.
"Dua hari lagi sidang pertama digelar...."
Belum sempat melanjutkan kata-katanya Anastasia sudah menyela, dirinya bilang kepada Angkasa kalau dia tidak akan datang tak hanya itu dia mengolok Angkasa dengan bilang hal yang membuat Angkasa ingin tertawa.
"Lihatlah kamu pasti akan menyesalinya, dan saat kamu ngemis-ngemis untuk rujuk maka pintu maafku tertutup untuk kamu," sambung Anastasia.
Anak angkasa menggelengkan kepala sambil tersenyum, 100% dia tidak akan menyesali keputusannya, malah bisa jadi anastasianya dan nantinya akan mengemis cinta padanya.
"Aku nggak akan menyesalinya," tukas Angkasa lalu kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Kita lihat saja siapa yang nanti akan menyesal," kata Anastasia.
Dua hari berlalu, benar saja Anastasia tidak hadir dalam persidangan pertamanya, tentu hal ini membuat hakim yakin kalau memang tidak ada itikad untuk rujuk.
Hingga ke persidangan yang ketiga Anastasia tetap tidak hadir dan hakim langsung mengabulkan gugatan cerai dari Angkasa.
Setelah dirinya resmi bercerai dengan Anastasia bebannya hilang sudah meski ada Penyesalan dalam hatinya, bukan penyesalan karena berpisah tapi lebih ke penyesalan kenapa dia mencintai anastasia begitu dalam sehingga membuatnya bodoh dan buta.
Disakiti, dilukai, dihina dan diejek habis-habisan tapi selalu bisa memaafkan.
Setelah mendapatkan surat cerai dari pengadilan, angkasa memutuskan untuk mengambil barangnya ke rumah Anastasia sekalian dia pamit.
"An, aku pamit ya, maafkan aku jika selama menjadi suami kamu aku kurang bisa membahagiakan kamu," kata Angkasa.
"Aku berharap kamu bahagia dengan Richard An, semoga dia lebih bisa mencintai kamu lebih dari aku," sambungnya.
Entah mengapa mendengar kata perpisahan dari Angkasa membuat mata Anastaia berkaca, ada rasa sedih dari lubuk hati Anastasia yang paling dalam, apa tandanya Anastasia sudah merasakan penyesalan?
__ADS_1
Sampai angkasa pergi ke Anastasya tetap diam, tanpa terasa air matanya mengalir dari ujung matanya.
"Untuk apa aku malah menangisi suami nggak guna seperti dia, bukankah bagus kalau dia sudah pergi karena tidak ada lagi yang mengganggu hidupku," kata Anastaia sambil menghapus air matanya yang mengalir.
Hari tanpa Angkasa dimulai, biasanya ada yang mencucikan baju kini tidak ada, biasanya ada yang menghandle pengeluaran rumah kini tidak ada, biasanya ada yang masak untuknya kini tidak ada dan ini membuat Anastaia agak keteteran.
"Kamu kelihatan lelah sekali?" tanya Richard.
"Iya mas, aku dan Angkasa kan sudah bercerai jadi apa-apa aku handle sendiri," jawab Anastasia.
"Lama-lama pasti terbiasa," sahut Richard.
Richard tersenyum sinis, dengan berpisahnya Anastasia dari angkasa tentu membuatnya lebih leluasa, dirinya bisa mengajak Anastasia check in di hotel kapanpun dia mau tanpa takut ada yang marah.
"Oh ya malam ini mari kita rayakan berpisahnya kamu dengan Angkasa," ajak Richard.
Mendengar ajakan Richard membuat Anastasia senang, dia mengira kalau Richard bahagia mendengar dia dan angkasa bercerai karena dengan begitu Richard bisa menikahinya.
Benar saja Richard membawa Anastasia pergi ke hotel, lagi-lagi tubuh Anastaia dijadikan TPS.
"Oh ya An, jangan lupa selalu minum obat penunda kehamilan aku tidak mau kalau kamu sampai hamil," kata Richard.
"Memangnya kamu tidak ingin memiliki anak dari mas," sahut Anastasia.
"Bukannya tidak mau kamu kan tahu kalau aku adalah CEO, Aku tidak mau memiliki anak diluar nikah, Aku tidak mau mempermalukan keluarga besarku dengan kehamilanmu bersamaku diluar nikah," ungkap Richard.
"Ya sudah kalau begitu kita menikah saja,"
Kata Anastasia membuat Ricard shock, tentu dirinya tidak mau menikahi wanita seperti Anastasia, walaupun dia adalah pria yang brengsek tapi untuk teman hidupnya dia tetap memilih wanita baik-baik bukan wanita gila harta dan tukang selingkuh seperti Anastasia.
"Untuk masalah menikah gampang lah An, lagi pula kamu kan baru bercerai dengan Angkasa masih diperlukan waktu agar kamu bisa menikah lagi,"
Untung alasan Richard sangat tepat sehingga membuat Anastasia mengangguk paham.
Dia menunggu sampai Richard mau menikahinya yang tentu hal tersebut tidak akan terjadi.
Tak ingin membahas yang tak perlu, Richard mengajak Anastaia bersenang-senang diatas ranjang.
"Ayo kita have fun sayang," bisik Richard.
__ADS_1