Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Tega


__ADS_3

Dengan perasaan yang kesal dan marah kepada istri pertamanya Alex kembali ke rumah istri keduanya ia mencoba menumpahkan keluh kesannya kepada Anastasia.


Anastasia berusaha menjadi pendengar yang setia dengan sesekali dia mengeluh punggung suaminya berharap emosi suaminya bisa reda.


"Anggun benar-benar keterlaluan dia tidak pernah mau intropeksi diri," kata Alex dengan menggembung-gebu.


"Mas apa yang kita lakukan benar-benar menyakitinya Seharusnya kamu harus lebih Sabar menghadapinya," hibur Anastasia.


Anastasia berusaha menjadi air agar emosi Alex bisa mereda, dirinya paham dan sadar kalau kehadirannya telah membuat rumah tangga Alex dan anggun menjadi retak.


"Andaikan Dia sepertimu sayang," kata Alex sambil mengelus pipi Anastasia.


"Kalau dia seperti aku, pasti kamu nggak kan mencari kehangatan diluar mas," sahut Anastasia sambil tersenyum.


Semua yang ada di dunia ini ada sebab akibatnya, adanya Anggun seperti itu sehingga membuat Alex mencari kehangatan diluar sehingga dia menemukan rumah yang cocok untuk dirinya.


Anggun tidak tau dimana rumah Alex dan Anastasia meminta orang untuk membuntuti Alex, dia ingin memberikan pelajaran kepada Anastasia karena telah membuat Alex menjauhinya.


Benar saja setelah mendapatkan alamat Alex yang baru, Anggun segera pergi ke rumah Alex dengan membawa pisau yang sudah disiapkan.


Dendam dan sakit hati membara di hati Anggun, sehingga membuat nafsu ingin belas dendam menyala-nyala yang ingin dia lupakan kepada Anastasi si perebut suaminya.

__ADS_1


Setelah diizinkan security masuk, Anggun segera menuju rumah Anastasia dan Alex, meski tidak sebagus rumahnya tapi rumah Alex dan Anastasia kali ini tergolong mewah dan ini membuat api-api dendam semakin menyala dan membesar.


Anggun memencet bel, saat Anastasia membuka pintu, Anggun langsung menusukkan pisau ke perut Anastasia, tentu hal ini membuat darah segar keluar dengan banyak.


"Matilah kamu perempuan ja-lang," kata Anggun lalu tertawa dengan keras.


Anastasia memegangi perutnya, Setelah Anggun pergi sekuat tenaga Anastasia menghubungi Security dengan ponsel yang kebetulan ada di sakunya.


Melihat majikannya menelpon, security segera masuk ke dalam rumah dan betapa terkejutnya dia saat melihat Anastasia sudah meringkuk di lantai dengan darah yang begitu banyak.


"Nyonya," teriak Security.


Setelah tau kalau istrinya masuk rumah sakit, Alex segera menghentikan meetingnya lalu pergi ke rumah sakit.


"Mana nyonya? ada apa sebenarnya? kenapa Nyonya bisa masuk ke rumah sakit?"


Alex melontarkan banyak pertanyaan sehingga membuat Security bingung.


Akhirnya security menceritakan semua kepada Alex.


Entah mengapa saat mendengar cerita Security Alex sudah langsung bisa menebak kalau yang datang ke rumahnya adalah Anggun.

__ADS_1


Di sisi lain Anggun yang ketakutan segera membersihkan dirinya, dia yang panik ingin segera keluar dari rumah dan kabur, hanya dengan begitu dia bisa terbebas dari hukuman.


Setelah mengepak bajunya, Anggun segera keluar namun saat membuka pintu sudah banyak orang yang berjaga di depan kamar Anggun, ya mereka semua adalah orang suruhan Alex yang diminta untuk menjaga Anggun sampai Alex datang.


Anggun Yang ketakutan nampak berusaha menerobos orang-orang yang ada di depan kamarnya namun mereka meminta Anggun untuk kerja sama.


Tak bisa melewati orang-orang tersebut, Anggun masuk ke dalam kamar dengan keringat dingin, dia tidak sanggup menghadapi kemarahan Alex nanti.


Dan beberapa saat kemudian, Alex datang dengan tangan yang mengepal, rahangnya mengeras dan siap memangsa Anggun.


Plak


Sebuah tamapran mendarat sempurna di pipi Anggun, meskipun sama-sama istrinya tapi cinta Alex kepada Anastasia sangat besar sehingga dia tidak rela kalau Anastasia disakiti.


"Mas kenapa kamu menampakkan?" tanya Anggun yang pura-pura tidak tau.


Plak


Alex menampar Anggun sekali lagi, matanya berkaca sambil menatap Anggun yang memegangi pipinya.


"Kenapa kamu tega menyakitinya, lihatlah dia seorang berbaring lemah di meja operasi dan kamu tau kamu telah membunuh janin yang baru saja ingin tumbuh," kata Alex.

__ADS_1


__ADS_2