Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Bahagia Saat Bersamamu


__ADS_3

Alex juga bingung kenapa dia meminta izin terlebih dahulu, entah mengapa tiba-tiba ada rasa takut jika langsung menyerang, dirinya takut kalau Anastasia akan tersinggung.


"Bearti boleh ya," ujar Alex dengan menatap Anastasia.


Anastasia tertawa sambil mengangguk, cara Alex yang sopan seperti ini membuat Anastasia malah tidak bisa menolak.


Perlahan mereka hanyut dalam kenikmatan dunia, kali ini cara bermain Alex juga sangat lembut persis sekali dengan apa yang dilakukan Angkasa sebelumnya.


Permainan Alex membuat Anastasia mulai mengeluarkan suara-suara gaibnya, mendengar suara gaib Anastasia membuat Alex puas, entah mengapa ada rasa bahagia tersendiri melihat lawan mainnya dirundung kenikmatan.


"Enak sayang?" tanya Alex sambil berbisik.


Anastasia mengangguk sambil memejamkan matanya, dia ingin fokus menikmati kenikmatan yang Alex berikan sehingga tak ingin berkata-kata.


Entah berapa lama mereka merasakan kenikmatan dunia, kamar Anastasia menjadi saksi bisu hubungan terlarang mereka yang seharunya tidak mereka lakukan.


Setelah sama-sama mendapatkan pelepasannya keduanya tidur sambil berpelukan dengan rasa gembira yang terukir di wajah mereka masing-masing.


Waktu terus berlalu, tak terasa pagi datang dengan cepat, Alex yang terbangun terlebih dahulu mengelus pipi Anastasia, dia sungguh bahagia memiliki Anastasia meski status Anastasia hanyalah kekasih gelapnya yang keberadaannya akan terus menjadi rahasia.


"Aku tak tau apa yang aku rasakan, yang pasti aku sangat bahagia saat bersamamu," kata Alex.


Alex seakan tak puas memandang Anastasia, seraut wajah polos tanpa make up terlah membuatnya kecanduan di pagi itu.


Anastasia tersenyum seakan mendengar apa yang telah Alex ucapkan.


Beberapa waktu berlalu, Anastasia mulai menggerakkan tubuhnya, ada tanda-tanda jika dia akan bangun dari tidurnya.


Perlahan dia membuka matanya, bola matanya memutar lalu menemukan Alex yang tengah menatapnya.


"Mas kamu sudah bangun?" tanya Anastasia.


"Iya sudah dari tadi," jawab Alex.


Kini keduanya saling tatap, entah apa yang mereka dalam pikiran mereka masing-masing.


"An, bisakah kamu mengangkat kepala kamu? aku ingin ke toilet sebentar," pinta Alex.


Alex yang ingin pergi ke toilet meminta Anastasia untuk mengangkat kepalanya, sedari tadi Alex menahan buang air kecil karena dia tidak ingin membangunkan Anastasia yang tidur sangat nyenyak.


"Astaga mas, maaf," kata Anastasia kemudian mengangkat kepalanya.

__ADS_1


Seolah baik-baik saja Alex langsung pergi ke kamar mandi, padahal tangannya telah mati rasa karena menjadi bantal semalaman.


"Auww pegal sekali tanganku," kata Alex sambil memijat tangannya yang pegal.


Setelah buang Air kecil Alex memutuskan untuk membersihkan diri sekalian jadi nanti di rumah tinggal ganti baju.


Setelahnya dia keluar dan tanpa sengaja bola matanya melihat Anastasia yang sibuk di dapur, memang letak kamar mandi Anastasia berada diluar kamar.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Alex sambil memeluk Anastasia dari belakang.


"Ini menyiapkan sarapan mas," jawab Anastasia dengan tersenyum.


"Kamu duduk gih, itu kopinya dah jadi," titah Anastasia.


Anastasia memandangi Alex yang memakan roti buatannya, dia membayangkan Angkasa yang kini duduk sambil menikmati sarapan buatannya. Andaikan Alex adalah Angkasa mungkin dirinya sangat bahagia saat ini.


"Kamu mengajarkan aku arti ketulusan mas, arti kesabaran dan banyak lagi, aku sungguh menyesal menyia-nyiakan pria setulus kamu," batin Anastasia.


Tak ingin Alex mengetahui air matanya, Anastasia berpura-pura mengambil air putih di dalam kulkas sesegera mungkin dia menghapus air matanya yang keluar.


"Kamu pintar sekali membuat roti bakar," puji Alex.


"Aku dapat resepnya dari mantan suami aku mas," sahut Anastasia.


Setelah sarapan Alex pamit untuk pulang karena dia harus ganti baju dan pergi ke kantor.


"Aku pulang dulu, nanti siang aku akan meminta asisten aku untuk melunasi semua cicilan kamu, termasuk rumah ini dan mobil," kata Alex.


Anastasia tersenyum senang, dia tak menyangka jika Alex memenuhi janjinya dalam waktu dekat ini.


"Terima kasih mas,"


Tak hanya ucapkan terima kasih, Anastasia juga melayangkan sebuah kecupan di pipi Alex. Rasa bahagia mengendalikan diri untuk memeluk orang yang telah membuatnya bahagia.


"Hanya kecupan saja," kata Alex sambil tertawa.


"Kamu mau minta apa?" tanya Anastasia.


"Dirimu, apa lagi," jawab Alex.


Maksud Alex dengan kata dirimu adalah Anastasia, dia ingin Anastasia selalu menjadi miliknya meski dirinya masih belum bisa menjadikan status jelas untuk kekasihnya tersebut.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Alex senyum-senyum sendiri baru kali ini dia melihat Anastasia sebahagia itu.


Sesampainya di rumah, Alex langsung masuk ke dalam kamar untuk ganti pakaian dan diambang pintu nampak istri Alex Anggun yang memandang ke tajam ke arah Alex.


"Kamu nggak mandi mas?" tanya Anggun.


"Aku sudah mandi," jawab Alex.


"Dimana?" tanya Anggun lagi.


"Semalam kamu tidur dimana?" tanya Anggun yang seakan interogasi Alex.


Alex melemparkan tatapan tajamnya ke arah Anggun sehingga kini tatapan setajam silet saling bertemu.


"Tidur di hotel," jawab Alex asal.


"Bersama siapa?" tanya Anggun lagi.


Pertanyaan Anggun benar-benar membuat Alex marah, dia sungguh muak sekali dengan istrinya yang selalu bertanya, apa yang dilakukan Alex juga bukan tanpa alasan karena Anggun lah yang menjadi pelopor dari sikap Alex.


"Kenapa?" tanya Alex.


Lagi dan lagi terjadilah cek cok diantara mereka, istri Alex yang curiga terus saja mendesak Alex dengan pertanyaan pertanyaan yang menyudutkan.


Tak tahu harus menjawab apa Alex langsung pergi begitu saja meninggalkan istrinya dengan amarah yang masih di ubun-ubun karena amarahnya belum tersalurkan.


"Mas aku belum selesai bicara!" teriak Anggun.


Alex yang tidak peduli terus berjalan keluar rumahnya, dia tidak ingin pagi-pagi menguras tenaga hanya untuk berdebat dengan istrinya.


"Andaikan kamu sehangat Anastasia Anggun, pasti aku akan betah di rumah," batin Alex.


Alex mengendarai mobilnya dengan perasaan yang tak karu-karuan, dirinya suka jajan bukan tanpa alasan, Anggun sama sekali tidak memikirkan perasaannya sama sekali, semenjak menikah Anggun terus saja keluar dengan geng sosialitanya.


Arisan, belanja dan touring adalah hoby geng Cincau, terkadang dalam sebulan Anggun mengabiskan uang puluhan juta hanya untuk keluar dengan teman-temannya.


Sesampainya di kantor Alex langsung masuk ke dalam, dia melihat laporan mengenai kerja samanya yang batal dengan Richard.


"Andaikan kamu tidak mengusik milikku maka semua ini tidak harus terjadi Richard," gumam Alex.


Di sisi lain, Richard mulai kacau. Setelah Alex yang membatalkan kerjasamanya kini beberapa klien juga membatalkan kerjasamanya. Tak hanya itu beberapa klien baru yang ingin kerja sama juga harus mundur karena tidak puas dengan presentasi yang dibawakan oleh manajer baru Richard.

__ADS_1


"Brengsek kalian semua," umpat Richard.


__ADS_2