Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Ciuman pertama


__ADS_3

Pukul 06.30 aku sudah siap berangkat kesekolah.


Tittt...tittt...titttttttt......( suara klakson berbunyi)


Aku setengah berlari membuka pintu.


''Adrian, sepagi ini, ada apa tidak biasanya?'' ujarku menghampirinya.


''Sudah siap? Apalagi kesekolah, mulai hari ini kita akan pergi dan pulang bareng.''


''Kenapa? Apa yang terjadi padamu semalam?''


''Aku baik-baik saja! Tapi aku tidak ingin kau jauh dari walaupun hanya sesaat,''


''Ih... Gombal, tapi aku senang sih...''Ujarku memalingkan wajahku yang memerah.


''Apa boleh aku cium keningmu?'' Gumam Adrian.


''Ngga ah! Kamu kok aneh ya.. dari tadi,''


''Kamu tau, ciuman dikening itu sebagai tanda kasih sayang, dan bukan aneh-aneh. Boleh ya? Aku hanya ingin kamu merasakan perasaan seperti yang ku rasa''


''Tapi kan, tidak harus ciuman juga,''


''Berarti selama ini aku yang mencintaimu sampai tergila-gila, sedangkan kamu hanya sekedar saja. Kamu tau banyak perempuan yang mengejarku tapi aku memilihmu lalu kamu, sudahlah!'' Andrian pergi meninggalkanku.


Di dalam hatiku yang paling dalam aku tidak ingin melakukannya, tapi melihat Adrian kecewa membuatku merasa bersalah.

__ADS_1


Aku mencarinya di seluruh sekolah tapi aku tidak menemukannya, entah kemana ia pergi dan apa yang ia fikirkan tentangku.


''Samira, Kamu mencari Adrian?'' Namanya Mila seangkatan Adrian.


''Ia, tapi aku tidak menemukannya? Kakak tau ia dimana?'' Gumamku.


''Sepertinya ia berada di ruang UKS, soalnya saat jam pelajaran baru di mulai ia tiba-tiba sakit,''


''Owh... Terimakasih!''


Seandainya saja aku tidak menolak, pasti semua ini tidak terjadi.


''Adrian?'' ia berbaring terkulai lemas diatas tempat tidur.


''Samira...''Gumanya dengan suara bergetar.


''Jangan menangis, aku tidak apa-apa!''


''Pasti gara-gara aku menolak permintaaan kamu ya, makanya kamu sakit.''


Ia terdiam tak menjawab kata-kataku.


''Apa yang harus ku lakukan supaya kamu sehat lagi, aku tidak sanggup melihatmu seperti ini,''


''Aku tidak ingin memaksamu melakukan hal yang tidak kamu inginkan, tapi satu hal yang harus kamu ingat, bahwa aku hanya mencintaimu dan tidak akan pernah ada orang lain.''


Ku hapus air mataku dan melihat sekeliling, di ruangan ini hanya ada kami berdua. Kudekatkan keningku ke arah wajahnya sebagai tanda aku siap.

__ADS_1


'' Kamu tidak terpaksa kan?'' Ucap Adrian sambil mengelus-elus wajahku.


''Aku hanya ingin kamu sehat, apapun itu aku akan lakukan demi kebaikanmu.''


''Tutup matamu, cukup rasakan saja cintaku padamu,''


Jantungku berdegup kencang tak karuan, ini pertama kalinya seseorang akan menciumku. Adrian duduk menatapku dengan penuh cinta, aku meresapi elusan dan tatapan yang membuatku terlena. ku tutup mataku! tapi, hal yang terjadi diluar yang ku duga.


Ia benar-benar mencium keningku tapi tidak sampai disitu saja, bibirnya mendekati bibirku sembari memeluk dengan erat.


''Adrian ummm... ''Aku berusaha melepaskan pelukannya.


''Maaf! karena cintaku padamu, aku... ''


''Hmmm... Sudahlah tidak perlu di jelaskan, sekarang kamu harus sehat, aku sedih tau! Kalau kamu sakit.'' Gumamku dengan manja.


''Ia, aku sudah bugar dan sehat, karna cinta yang kau berikan, terimakasih sayank...''


''Aku takut, ada orang yang melihat kita ketika...''


''Tenang saja! kalaupun ada, mereka tidak akan berani mengatakan apapun, apa kamu marah saat ku cium bibirmu?''


''Hmmm....!'' Aku tersipu malu.


''Tapi jujur aku menyukainya, bibirmu sangat lembut membuatku tak bisa melupakannya, terimakasih ya... Telah mencintaiku sedalam ini!''


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2