Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Memutuskan Move On


__ADS_3

Sakit, sedih, kecewa dan marah bercampur jadi satu, istri yang selama ini Angkasa cintai, sayangi dan prioritaskan, tega menikamnya dari belakang. Yang lebih parahnya kerjaan dibuat alasan untuk menutupi kebohongan.


Setibanya di rumah angkasa duduk sembari melihat foto-foto pernikahan mereka dulu, memang sedari dulu angkasa lah yang mengejar Anastasia, dia benar-benar memperjuangkan cintanya, tapi dirinya tidak menyangka setelah Anastasia bekerja dan naik jabatan dia mulai berubah.


Tidak ada lagi sisi kelembutan dari Anastasia, tidak ada lagi canda tawa sepasang suami istri, Semua hilang semenjak Anastasia mendapatkan jabatan barunya.


Angkasa mencoba sabar, berharap suatu hari Anastasia sadar akan sikapnya, namun yang terjadi kini malah sebaliknya, Anastasia telah bermain dengan atasannya.


"Setelah apa yang aku berikan padamu, apakah pengkhianatan caramu berterima kasih," ucap Angkasa.


Angkasa yang tidak tahan lagi dengan sakit hatinya mencoba meluapkan semuanya ke sofa, dirinya memukul-mukul sofa sambil menangis.


"Apa kurang besar cintaku padamu? apa salah caraku mencintaimu? sehingga kamu tega melakukan itu padaku?" teriak Angkasa.


"Kenapa orang yang menggoreskan luka sangat dalam adalah orang yang sangat sangat aku cintai, kenapa bukan orang lain!"


Angkasa terus berteriak meluapkan sakit hatinya,


cinta yang begitu dalam pada Anastasia membuatnya terluka sangat dalam pula.


Setelah puas meluapkan sakit hatinya, Angkasa memutuskan untuk istirahat karena badannya juga masih belum sembuh.


Meski berat dia mencoba mengikhlaskan semua, dia mencoba melepaskan istrinya jika memang istrinya tidak bahagia bersamanya.


"Mungkin Richard adalah yang terbaik untuk kamu. An," gumam angkasa di sela tangisnya.


Waktu berlalu dengan cepat, dirasa istirahatnya cukup angkasa beranjak bangun setelahnya dia memasak karena perutnya sangat lapar.


Tak ingin memikirkan Anastasia yang tidak pernah menganggapnya, angkasa memilih memainkan laptopnya. Saat asyik membaca tak sengaja dia menemukan artikel yang mana isinya adalah program S2, Angkasa nampak tertarik dengan artikel tersebut, siapa tahu setelah mendapatkan ijazah S2 dia bisa menjadi dosen di universitas.


"Daripada memikirkanmu lebih baik aku memikirkan masa depanku sendiri, hati ini terlalu sakit kamu hina dengan kata kere," gumam Angkasa.


Angkasa adalah orang yang cerdas, dulu dia juga lulusan terbaik di universitasnya hingga dia ditawari kerja di sebuah sekolah negeri, saat itu Angkasa ikut tes pegawai negeri dan dia lolos.


Untuk gaji Angkasa sendiri tidaklah rendah bahkan di atas UMR kotanya hanya saja Anastasia tidak pernah bersyukur atas apa yang dia miliki sehingga selalu saja menjudge Angkasa karena gajinya jauh lebih banyak.

__ADS_1


Tiga hari berlalu, Angkasa gencar memberikan les kepada murid-muridnya, dia juga membuka jasa les privat untuk murid yang tidak bisa les diluar rumah dan tentu bayaran untuk sekali les private lebih mahal.


Awalnya Angkasa giat bekerja demi Anastasia, dia ingin membahagiakan istrinya namun Anastasia kini malah mengkhianatinya.


"Untung masih ada waktu dua bulan lagi untuk daftar program S2," gumam Angkasa.


Dia ingin menunjukkan pada Anastasia kalau dirinya bisa lebih mapan meski tanpa Anastasia.


Disakiti Anastasia tidak menjadikan Angkasa lemah, dia tidak ingin menangisi apalagi menyesali semuanya, justru yang harus menyesal adalah Anastasia karena akan kehilangan orang yang sangat tulus mencintainya.


Iman yang kuat serta terus bersandar kepada sang pencipta membuat Angkasa lebih tegar, meski disela doanya dia menangis karena sakit hati yang teramat dalam.


Tak terasa sudah seminggu, hari ini adalah hari dimana Anastasia pulang dari pulau Bali. Setibanya di rumah Anastasia memanggil-manggil Angkasa karena koper yang dibawanya sangat berat.


Berhubung Angkasa tak kunjung keluar Anastasia memutuskan membawa koper serta belanjaannya sendiri masuk ke dalam rumah.


"Dasar budeg," maki Anastasia.


Beberapa saat kemudian Angkasa baru keluar kamar, dia menatap Anastasia sekilas lalu berjalan menuju dapur tanpa menyapa.


"Aku haus ambilkan minum," titah Anastasia.


"Perhitungan amat sih, aku tuh capek pulang kerja,"


Angkasa hanya diam, dia lebih memilih memainkan ponselnya daripada melayani sang istri.


"Kamu ini budeg atau gimana sih," maki Anastasia sambil berjalan mendekat ke Angkasa.


Dengan santai Angkasa meletakan ponselnya kemudian menatap Anastasia yang marah.


"Punya kaki dan tangan kan untuk ambil minum sendiri,"


Ucapan Angkasa sontak membuat Anastasia melongo, dia tidak menyangka kalau Angkasa bisa berucap demikian karena selama ini suaminya selalu menurut dengan apa yang dia ucapkan.


"Kamu kenapa sih!" tanya Anastasia dengan nada yang tinggi.

__ADS_1


Tak ingin menggubris pertanyaan sang istri Angkasa beranjak dari tempat duduknya dan ingin kembali ke kamar.


"Mas! apa begini perlukan kamu pada istri yang baru pulang kerja!"


Tatapan geli Angkasa tertuju ke Anastasia, Anastasia mengkalim dirinya pulang kerja padahal dia di pulau Bali bersenang-senang dengan Richard.


"Kerja apa? bukankah kamu berbohong padaku," sahut Angkasa.


"Apa maksud kamu mas?" tanya Anastasia yang pura-pura tidak mengerti.


"Sudahlah An, apa kamu nggak capek berbohong. aku yang kamu bohongi merasa capek Lo," ungkap Angkasa.


Tanpa ragu Angkasa meninggalkan Anastasia di tempatnya tanpa bertanya sudah makan apa belum? kamu lelah apa tidak? dan juga lain-lain.


"Awas kamu mas! apa maksud kamu menuduh aku berbohong. Dasar suami gila, udah kere nggak guna juga,"


Mendengar hinaan sang istri membuat Angkasa tersenyum, dirinya terus berjalan tanpa membalikan badan berbeda dengan sebelumnya, karena biasanya saat dirinya dihina dirinya memilih akan berdebat dengan Anastasia.


"Sebentar lagi kamu akan bebas An, nggak kan ada lagi suami yang gak berguna ini di sampingmu, enggak kan ada lagi suami kere ini di sampingmu dan nggak akan ada lagi suami yang selalu salah di matamu," batin Angkasa dengan menitikkan air mata.


Hati yang terus disakiti menyerah sudah, batin yang selalu tersiksa melambaikan tangan, setumpuk luka di dada akan sirna seiring berjalannya waktu.


Angkasa mengambil tas dan laptopnya lalu keluar karena dia akan memberi les private kepada anak didiknya, Anastasia yang masih belum tau jika Angkasa mengetahui perselingkuhannya nampak tenang dia berpikir kalau Angkasa masih seperti dulu yang mengemis cinta padanya.


Tepat pukul sembilan Angkasa baru pulang, setibanya di rumah dia langsung masuk kamar untuk mengambil selimutnya karena dia tidak ingin seranjang dengan Anastasia.


Dirinya memutuskan tidur di kamar sebelah karena dia ingin tidur sendiri toh selama ini tidur sendiri atau tidak juga sama saja.


Keesokan paginya, Angkasa hanya membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Berbeda dengan Anastasia, Angkasa selalu bersyukur atas nikmat yang dia makan, meski hanya makan dengan telur dan sayur seadanya.


"Kamu kok makan sendiri, mana sarapan untuk aku?" tanya Anastasia.


"Kamu kan banyak uang, mana mungkin mau sarapan telur dadar dan tumis kangkung, daripada buang-buang makanan ya lebih baik aku masak sendiri saja," jawab Angkasa.


"Ada masalah apa sih mas, dari kemarin sikap kamu keterlaluan sekali sama aku! teriak Anastasia.

__ADS_1


Angkasa tertawa, ucapan Anastasia seharusnya untuk Anastasia sendiri bukan untuk dirinya.


"Yang keterlaluan itu kamu An, bukan aku. Sudahlah aku nggak mau good mood pagi ini berubah jadi bad mood," sahut Angkasa lalu pergi meninggalkan Anastasia dan sepiring sayur kangkung di meja.


__ADS_2