
Mereka bilang pacaran di usia muda itu sangat tidak baik, bahkan menjadi larangan keras karna manfaatnya tidak ada.
Tapi yang aku rasakan sama sekali tidak seperti itu, aku sangat bahagia juga lebih semangat belajar.
Semenjak datang ke kota ini, orang yang paling pengertian terhadap situasi dan kondisiku adalah Adrian, lalu bagaiamana mereka berfikir bahwa pacaran tidak ada gunanya.
Dua hari telah berlalu...
''Adrian, setelah pulang sekolah nanti ikutlah bersamaku,ya...'' Gumamku menghampiri Adrian yang sedang duduk di taman.
''Ada apa? Kamu tidak perlu repot-repot menyiapkan apapun untukku, karena kamu sudah lebih dari spesial di hidupku.'' Ujarnya memegang tanganku.
''Hmmm... Gombal, pokoknya kamu harus ikut dengan ku, aku tidak ingin mendengar alasan apa pun, apalagi tentang gadis-gadis bodoh yang selalu berlari dibelakangmu.''
''Cemburu ya... Sayank ku! mereka semua tidak ada apa-apanya dibandingkan kamu, yang selalu membuat hati ku terpesona.''
''Kado apa yang paling kamu ingin kan?''
''Tidak...tidak... Aku tidak mau apa pun, semua ini sudah cukup!''
''Katakan, aku mau mewujudkan sesuatu yang paling kamu inginkan,''
''Jika aku katakan kamu tidak akan mau memenuhinya, Sayank sudahlah tidak perlu di bahas lagi,'' ia memandangku dan mengelus-elus rambutku dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
''Udah deh! Jangan kebanyakan drama, katakan saja apa itu, jangan membuatku semakin penasaran.''
''Sepulang sekolah nanti, aku akan ikut kemana pun kau bawa, walau ke ujung dunia sekalipun. Kamu senang? Hum...''
''Sebentar lagi pelajar di mulai aku masuk dulu, ingat tunggu disini, jangan pergi kemana pun. Jika tidak aku akan marah.''
''Siap! tuan putriku tersayank!''
Aku berlari riang gembira mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulutnya, aku merasa wanita yang paling bahagia dan beruntung.
''Samira, kau...''
''Ada apa? Apa kau tidak mengenaliku hello...?'' Kulambaikan tangaku melompat kegirangan menarik tangan Ika.
''Lalu apa lagi? Apa ada yang salah dengan ku?''
''Samira...samira... Ko kamu ada disini?''
''Lalu aku harus pergi kemana lagi, apa kamu hilang ingatan?'' ujarku melihatnya.
''Beberapa orang disekolah berkumpul, mereka akan merayakan ulang tahun Adrian, lalu apa yang kamu lakukan disini?''
''Sudahlah! Biarkan saja mereka melakukan apapun, aku tidak mau ambil pusing.'' gumamku menghindari Ika, meski sebenarnya hatiku sakit mendengarnya tapi aku berusaha menutupinya.
__ADS_1
''Kamu cemburu ya...'' ia menarik tanganku.
''Siapa bilang, biasa aja tuh...'' Gumamku melepaskan genggamanya.
''Yey... Biasa aja kali jawabnya, tapi jujur ya... kalau aku yang jadi kamu pasti aku cemburu.''
''Yang penting aku pacarnya sampai sekarang, yang lain coba aja berusaha, Tapi jangan mimpi kesampaian.''
''Kayaknya kamu deh... Yang kecintaan. Sedangakan Adrian biasa aja tuh, cintanya ngga sedalam kamu, ih... hati-hati loh kebablasan.''
''Sok tau kamu, yang tau Adrian itu luar dalam cuma aku, sedangkan kalian kan cuman liat luarnya aja,''
''Iya... iya... Aku percaya deh! Ngomong-ngomong kau akan merayakan ulang tahun Adrian dimana?''
''Aku juga masih bingung Ika, belum ada rencana. Padahal dari kemarin-kemarin aku sudah mencari tempat yang pas, tapi belum ketemu juga.''
''Yang benar, kamu bohong ya...! Aku yakin pasti kalian sudah membuat rencana sepulang sekolah,'' ia mencubit pipiku.
''Memang rencananya kami akan pergi untuk merayakannya, untuk tempatnya belum ditentukan.''
''Selamat bersenang-senang ya... Dari sahabatmu yang selalu kau lupakan,''
''Hmm...jangan meledek dong...''
__ADS_1
Bersambung...