Air Mata Penyesalan

Air Mata Penyesalan
Bertemu di Restoran


__ADS_3

"Aku memang tega tapi semua juga berawal darimu Anggun Andaikan kamu paham dan mengerti kewajibanmu sebagai seorang istri maka aku juga tidak akan seperti ini," sahut Alex.


Anggun hanya terdiam dia tidak menjawab ucapan Alex hatinya sungguh perih melihat suaminya lebih memilih wanita lain daripada dirinya.


Sesampainya di rumah, Anggun lebih dahulu berlari masuk ke dalam dan meninggalkan Alex yang masih di mobil.


Anggum yang marah membuang semua benda yang ada di kamarnya termasuk laptop ,TV bahkan kaca di meja riasnya juga dilempari benda-benda sehingga semua pecah dan berserakan.


"Awas kamu Anastasia aku akan membuat hidupmu seperti di neraka," teriak Anggun yang didengar oleh Alex saat dia masuk kamar.


Sontak Alex menjadi marah dengan ucapan Anggun dengan langkah cepat dia langsung membuang tubuh Anggun ke atas tempat tidur


"Ingat Anggun, kalau kamu sampai menyakitinya maka tangan ini yang akan menyakitimu," ancam Alex dengan rahang yang mengeras.


Selama menikah dengannya ini baru kali pertama Alex marah seperti ini tentu hal ini membuat Anggun sakit, hanya demi wanita ***-*** Alex sampai memarahinya bahkan mengancamnya seperti ini.


"Dia juga istriku kalau kamu memang tidak bisa menerimanya kamu bisa pergi dari hidupku, aku tidak memaksamu untuk bersamaku karena memang aku akui cintaku untukmu telah menghilang karena sikapmu yang tidak pernah memperdulikanmu," ungkap Alex.


"Aku Bertahan selama ini hanya karena pesan dari kedua orang tuaku maupun kedua orang tuamu," sambung Alex.

__ADS_1


Anggun berteriak tak terima mendengar ucapan Alex Dia mengira selama ini Alex sangat menyayanginya karena Alex selalu memberikan apa yang dia minta tapi kenyataannya ternyata berbeda.


"Aku membencimu Mas," teriak Anggun.


Itu hak kamu Anggun, aku berusaha menjadi suami yang baik untukmu tapi kamu tidak pernah melihat pengorbananku, keasikanmu dengan teman sosialitamu telah menghilangkan cintaku, kamu lebih memilih menghangatkan suasana bersama teman-temanmu daripada mengingatkan aku suamimu, kamu lebih memilih bercanda tawa dengan teman sosialitamu daripada menemani aku di rumah dan bercanda tawa bersama, kamu lebih memilih menghabiskan uang bersama mereka daripada menyimpan uang belanja yang aku berikan, apa kamu sadar dengan kesalahanmu itu Anggun!" tegas alex.


Anggun hanga terdiam, namun diamnya bukan diam karena merenungi kesalahannya tapi melainkan dia berpikir bagaimana cara untuk membalas dendam kepada Anastasia.


...****************...


Hari-hari berlalu dengan cepat Anggun masih saja memendam rasa dendamnya kepada Anastasia, apalagi kini Alex terang-terangan pamit tidur di rumah Anastasia daripada di rumah.


Dan saat kebetulan Anggun juga datang ke restoran yang sama untuk makan siang dan saat itulah mereka bertemu.


"Oh pelakor makan di sini juga," kata Anggun yang sontak membuat semua mata memandangnya.


Anastasia hanya diam menatap Anggun dia tidak menjawab maupun mengelak dengan apa yang diucapkan oleh Anggun.


Tentu sikap Anastasya ini membuat Anggun semakin kesal inginnya dia mempermalukan Anastasia namun respon Anastasia hanya daftar-datar saja.

__ADS_1


"Di mana suamiku yang kamu rebut?" tanya Anggun.


Anastasia mengerutkan alisnya jelas-jelas Alex berada di kantor kenapa Anggun masih bertanya?


"Maaf kelihatannya anda salah alamat,"kata Anastasia lalu pergi meninggalkan Anggun.


Anggun yang tidak diterima diabaikan oleh Anastasia segera berlari dan mendorong tubuh Anastasia sehingga makanan yang dibawa Anastasia berantakan di lantai bahkan tangan Anastasia harus tergores pecahan piring.


"Auwww apa maumu sebenarnya," teriak anastasia.


Kini semua mata menatap anggun dengan marah begitu pula dengan pelayan maupun manajer restoran yang kebetulan berada di sana. Apa yang dilakukan Anggun ini merugikan banyak orang sehingga Anggun diusir dari restoran tersebut.


Luka yang cukup dalam membuat tangan Anastasia berlumuran darah dan saat bersamaan seorang laki-laki segera membungkus tangan Anastasia dengan sapu tangannya.


"Lulanya dalam ini An," kata Pria tersebut.


Suara pria itu membuat mata Anastasia membasah, perlahan Anastasia mendongakkan kepala.


"Mas Angkasa,"

__ADS_1


__ADS_2