
TEK! TEK! TEK!
Suara pedang kayu saling bertabrakan, di sana nampak dua orang sedang mengayunkan nya. Hingga akhirnya pedang sang gadis terlempar ke tanah.
"Hari ini sudah cukup sampai di sini Yang Mulia. Anda harus beristirahat sekarang" Gadis itu mengerti lalu pergi duduk di tempat yang teduh.
Sudah sebulan Varya kembali ke masa lalu, ia sangat giat berlatih pedang dengan Finix. Meski tak mudah tetapi kemampuan Varya sudah berkembang. Ia juga cepat dalam mempelajari suatu hal termasuk berpedang.
"Finix, apakah aku sudah cukup bisa melindungi diriku sendiri sekarang?" Tanya Varya kepada Finix yang baru saja datang dengan nampan nya.
"Untuk dasar pertahanan anda sudah cukup baik Yang Mulia tapi untuk penyerangan anda masih perlu berlatih lebih lama lagi. Terlebih lagi teknik pedang saya lebih sulit dari teknik pedang biasa."Finix menyajikan jus kepada Varya.
"Jika seperti itu kita sudah bisa melakukan perjalanan panjang Finix."
"Tentu saja Yang Mulia, saya pasti akan melindungi anda kemanapun dan kapan pun. Jadi anda tidak perlu khawatir"ucap Finix dengan percaya diri.
Varya meminum minuman itu, ia merasa sudah siap untuk pergi menjalankan rencananya. Hanya perlu izin dari ayahnya maka Varya akan melangsungkan rencananya tanpa menunggu lebih lama lagi. Karena ia juga tak punya waktu lama, hari itu semakin dekat. Varya tak boleh lalai.
"Finix, apa ada informasi dari penyelidikan mu?"
"Tentu Yang Mulia. Saya melihat akhir-akhir ini Tuan Dirto sering bertemu dengan Duke Lawrence di kediaman nya. Saya tidak bisa menyelidiki lebih dalam karena mereka masuk ke tempat yang susah untuk saya jangkau."
"Eum~ Seperti si br*ngs*k itu akan mempercepat rencana atau ia akan membuat rencana lain, karena kemarin aku berhasil mengejutkannya"
"Maafkan saya Yang Mulia. Seharusnya saya patahkan saja tangan nya yang kotor itu" sesal Finix mengingat ia hanya meninggalkan bekas di pergelangan Dirto.
__ADS_1
"Pfttt. Yang benar saja, itu sudah lebih dari cukup Finix. Kita akan membuat ia tersiksa ke depannya. Jika kita ingin mempelajari tentang musuh, maka kita harus masuk ke tempat persembunyian nya bukan? Dan yang akan kita lakukan adalah menghancurkan tempat persembunyiannya lalu dia akan kehilangan segalanya" Varya menyeringai tak sabar akan kehancuran lelaki itu.
Ia bersumpah akan membuat semua tempat yang di datangi oleh Dirto hancur. Sehingga lelaki itu tak mempunyai tempat di mana ia akan kembali.
________________
Varya melangkahkan kaki menuju ke ruang kerja ayahnya. Ia mengetuk pintu dengan pelan, ketika sang ayah sudah memberikan izinnya ia melangkah masuk.
"Apakah ayah sedang sibuk? Tanya Varya melihat ayah nya dengan setumpuk kertas di mejanya.
"Tidak. Ayah ini tidak akan sibuk untuk putri nya" jawab raja sambil tersenyum lalu menghampiri Varya yang sedang duduk.
"Terima kasih ayah. Aku akan menyita waktu ayah sedikit saja" Varya tersenyum manis kepada ayahnya.
"Ayah, aku ingin meminta ayah memberikan ku izin untuk pergi ke Kerajaan Ferlya. Aku sangat ingin berkunjung ke sana, aku mendengar bahwa mereka mempunyai laut yang sangat indah. Ku mohon berikan ku izin untuk pergi"Varys menunjukkan wajah memelasnya.
"Varya, kita memang telah membangun hubungan dengan mereka. Tapi ayah masih khawatir, mereka sudah memusuhi kita sejak lama. Jadi agak berbahaya bagi mu untuk ke sana sendirian"khawatir Raja melihat putri semata wayangnya ingin pergi ke kandang musuh.
Ferlya adalah kerajaan yang paling dekat dengan Astra. Mereka memiliki kekayaan laut yang melimpah serta banyaknya kapal yang singgah di pelabuhan mereka. Namun hubungan nya dengan Astra tidak baik sedari dulu. Setahun silam kedua kerajaan ini mulai berdamai dan menjalin hubungan baik, itu terjadi di karenakan pernikahan politik yang akan dilakukan oleh Varya putri dari Astra dan Dirto anak yang memiliki kekuasaan tinggi di Ferlya. Dirto Axia adalah tangan kanan Raja di Ferlya sekarang.
Maka dengan terjalin nya hubungan kedua orang penting di kedua kerajaan, terjalinlah hubungan diplomatik antara keduanya. Hal itu baru saja terjadi, Raja Astra belum sepenuhnya percaya pada mereka. Ia takut putri kesayangan akan terluka jika berada di sana.
"Ayah, bukankah di perjanjian tertulis bahwa mereka tak boleh menyakiti Astra sedikit pun, selagi aku masih menjalin hubungan dengan salah satu di antara mereka? Percaya lah ayah, semua akan baik-baik saja. Aku memang berniat untuk memutuskan pertunangan ini tapi aku belum melakukan nya secara resmi. Jadi mereka tak kan bisa menyentuh ku, jika aku ke sana pasti aku akan membawa pulang hal baik ke Astra. Aku janji" Varya menggenggam tangan Ayahnya, ia menatap ayahnya dengan tatapan penuh permohonan.
"Huff. Ayah memang tak punya pilihan lain nak. Ayah akan mengirimkan surat kepada mereka, lalu kau harus membawa banyak pengawal ke sana. Kau juga tidak boleh berlama-lama di sana kau mengerti?" Mata Varya berbinar-binar, ia langsung mengangguk dengan cepat. Varya kemudian berdiri dan memeluk ayahnya.
__ADS_1
"Terima kasih ayah! Ayah memang yang terbaik! Aku sayang ayah!"riang Varya.
Di dalam hati Varya berkali-kali meminta maaf kepada ayahnya karena menggunakan alasan yang bukan sebenarnya untuk pergi ke sana. Ia bersumpah tidak akan membawa pulang masalah ke Astra. Ini juga demi dia dan masa depan kerajaan nya.
_____________
TREEEKK!
Sebuah pintu terbuka membuat semua orang di dalam ruangan itu mengalihkan pandangannya ke arah sana. Lalu muncullah seseorang dengan memakai jubah. Awal nya semua di sana waspada dan curiga, tapi akhirnya orang itu menurunkan tudung nya.
"Boss!"teriak mereka serentak melihat lelaki berambut hitam itu.
Lelaki itu tak lain adalah Finix, ia kembali ke markas nya lalu disambut meriah oleh bawahan nya di sana. Finix juga tak menyangka ia akan ke sini sebelum lima bulan.
"Boss! Akhirnya kau kembali! Kami benar-benar merindukan mu" ucap seorang lelaki yang baru saja datang.
"Sebenarnya ini di luar dugaan ku. Alasan ku kemari karena aku akan memberikan sebuah tugas penting kepada kalian"ucap Finix langsung ke intinya. Ia tak ingin bertele-tele, ini tugas yang penting dan ia tak boleh terlalu lama di sini.
"Apakah kita akan membunuh seseorang lagi boss?"tanya salah satu dari mereka.
"Tidak. Kali ini tugas kalian adalah melindungi seorang gadis yang sangat berharga. Dan kalian akan melakukan tugas ini bersama ku. Saat kalian melakukan tugas jangan pernah memanggil ku "BOSS" kalian mengerti! Untuk lebih detail nya akan ku serahkan kepada Rey. Ku harap kalian bisa melakukan tugas ini dengan baik!"
"Siap kami bisa Boss!"
...To Be Continued ...
__ADS_1