Aku Adalah Kematian Mu

Aku Adalah Kematian Mu
Chapter 38


__ADS_3

5 hari kemudian setelah kejadian itu


Berita pemberontakan di Astra sudah tersebar di seluruh negeri. Bahkan Raja dan Ratu sudah pulang dalam waktu singkat itu. Mereka tak bisa menunggu saat mendengar berita itu menimpa kerajaan mereka.


Putri semata wayang yang begitu lemah lembut menghadapi kejadian itu sendirian. Syukurlah menurut kabar Varya baik-baik saja. Bahkan menurut rumor dialah yang merencanakan penangkapan pemberontakan itu.


"Ayah, ibu! Selamat datang!" Senyum merekah saat Varya menyambut kedatangan kedua orang tuanya.


"Ya ampun anak ku!" Ratu segera memeluk putrinya. Varya dapat merasakan kekhawatiran sang ibu.


"Kenapa kau menyembunyikan semua ini dan menyuruh kami pergi nak..." Lirih Ratu dengan air mata mengalir.


"Aku hanya tidak ingin kalian terluka. Ini sudah aku rencananya dari lama. Ayo kita masuk dulu, aku akan menceritakan semuanya!" Ajak Varya, mereka pun menyetujui apa yang putrinya katakan.


Sesampainya di ruangan, Varya langsung menceritakan semua hal mulai dari kecurigaan pada Duke Lawrence, Apa yang terjadi pada mantan tunangannya dan terakhir tentang dia yang sudah ahli berpedang tak lupa apa yang terjadi pada malam itu ia ceritakan semuanya. Kecuali cerita mengenai dia yang kembali dari masa depan.


"Varya benarkah kau yang membunuh Dirto?" Ucap Raja tak percaya dengan apa yang dikatakan Varya. Pasalnya dulu gadis itu sangat mencintainya.


"Aku hanya melakukan perlawanan diri, karena dialah yang ingin membunuh ku duluan." Jawab Varya dengan tegas.


Raja memegang kepalanya, dia tak menyangka bahwa putri kecilnya kini sudah menanggung tanggung jawab yang sangat besar. Ia sudah sangat dewasa, hingga mampu melindungi dirinya sendiri. Ternyata dia benar-benar sudah memenuhi kriteria pemimpin. Mungkin sudah saatnya Varya menerima apa yang dia inginkan itu.


"Varya... Karena aku sudah menjadi Raja yang lalai. Aku akan menyerahkan mahkota ku pada mu" Varya membulatkan matanya mendengar hal itu.


"Tidak ayah! Ayah adalah Raja yang baik bagi Astra. Lihat lah banyak rakyat yang mencintai ayah. Aku hanya melakukan tugas yang sudah seharusnya aku lakukan. Ayah kan tau darimana aku mendapatkan sifat yang sangat bertanggung jawab ini. Jadi jangan berkata seperti itu, aku sedih" Varya memasang wajah yang begitu lesu. Raja mengerti Putri nya sudah berubah, menjadi orang yang bisa diandalkan.


Raja merentangkan kedua tangannya, Varya langsung berlari ke pelukan hangat sang ayah. Dia sangat bersyukur kali ini dapat melindungi kedua orang tua dan kerajaannya. Dan itu juga dia lakukan dengan tangannya sendiri.


______________________

__ADS_1


Ferlya sekarang damai, sebulan lagi Raja mereka akan melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis yang sangat dia cintai. Banyak gadis di sana yang patah hati, namun tak banyak yang bisa mereka perbuat karena gadis yang beruntung itu berasal dari kerajaan tetangga. Mengusik nya sama juga dengan mengusik Astra.


"Reina, duduklah! Apakah kau tidak lelah mondar-mandir di sana?" Tanya Leon pada kekasihnya yang sedang cemas di depan jendela.


"Aku tidak bisa Leon. Surat dari Astra belum sampai, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Varya" khawatir Reina.


"Aku yakin bahwa dia baik-baik saja. Ada pengawalnya juga yang sangat kuat di sana." Ucap Leon menenangkan gadis berambut merah itu.


Mata Reina berhenti di luar jendela. Ia melihat ada kereta kuda dengan lambang Astra di bawah. Reina segera bersiap dan mengajak Leon untuk segera turun.


Tak lama kemudian mereka sampai di bawah. Utusan itu menyerahkan surat terlebih dahulu pada Leon. Reina menunggu dengan sabar ketika lelaki itu membaca surat itu. Mata Leon membulat setelah membaca apa yang tertulis di surat.


"Dimana peti itu?!" Varya tak mengerti apa yang dikatakan Leon hingga kemudian utusan itu mengeluarkan peti putih dari kereta yang besar.


"Cepat buka peti itu sekarang!" Menuruti pinta Leon mereka segera membukanya.


Reina ikut tertegun setelah membaca nya. Ia sungguh tak menyangka bahwa mayat itu adik dari kekasihnya dan mantan tunangan dari Varya. Leon tak pernah menceritakan bahwa Dirto adalah adiknya. Dan dia kembali lagi ke tanah kelahirannya dengan tubuh yang tanpa nyawa.


GREP!


Reina memeluk tubuh Leon dari belakang. Dia sekarang sudah benar-benar sebatang kara. Hanya Reina yang dia punya. Leon yang terdiam membisu, ia tak menyangka Dirto tetap melakukan pemberontakan tanpa dukungan darinya. Sekarang dia kembali dengan kondisi mengenaskan.


"Leon... Tak apa aku akan selalu bersama mu... Aku berjanji akan terus berada di sisi mu" Lirih Reina dengan air mata mengalir. Ia bisa tau bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat kau cintai.


Leon berjanji akan memakannya dengan layak di samping kuburan ibunya. Meski hingga akhir hayat hubungan mereka tak diketahui oleh semua orang, Leon tetap menganggapnya sebagai adik satu-satunya.


'Selamat jalan adik ku...'


___________________

__ADS_1


"Finix aku akan segera meminta ayah untuk menyegerakan pernikahan kita!"


TING!


Sendok di tangan Finix jatuh saat mendengar hal mengejutkan itu dari Varya yang sedang tersenyum manis memandang nya.


'Yang benar saja! Aku akan menikahi seorang Putri yang akan menjadi Ratu!' Finix mematung.


"Finix kau baik-baik saja?" Varya melambaikan tangan di depan wajah Finix.


"Varya bukankah tak baik jika terburu-buru?" Varya mendengus kesal.


"Kau tidak mau menikah dengan ku?" Sekarang wajah Varya merenggut membuat Finix semakin panas dingin.


"Bukan seperti itu. Kita akan menjadi panutan bagi rakyat nanti sedang kan aku hanya lah rakyat biasa." Jelas Finix.


"Aku tak peduli. Kau tentu saja bisa menjadi pendamping yang baik. Aku menikah dengan mu untuk menjadi pendamping hidup ku bukan boneka rakyat!" Celetuk Varya. Dia kemudian pergi meninggalkan Finix sendirian.


Varya sungguh kesal, ia bahkan menghentakkan kakinya beberapa kali ke lantai. Mengapa dengan ekspresi lelaki itu? Dia bahkan tak menampakkan raut wajah bahagia sedikit pun.


"Apa mungkin itu karena masa lalunya?" Gumam Varya.


Dia baru mengenal Finix di kehidupan kali ini. Varya bahkan tak tau bagaimana kehidupan lelaki itu. Apakah ada sesuatu yang tak bisa dikatakan olehnya? Varya tak boleh tinggal diam. Dia harus menanyakan pada Finix nanti. Varya juga akan menceritakan tentang dirinya pada Lelaki itu agar dia nyaman.


Tapi apakah Finix akan percaya tentang apa yang dia ceritakan? secara logika itu sama sekali tak masuk akal bukan?


"Sial aku harus bagaimana?!"


...To Be Continued ...

__ADS_1


__ADS_2