Aku Adalah Kematian Mu

Aku Adalah Kematian Mu
Chapter 06


__ADS_3

Varya mendengarkan laporan dari Finix dengan tenang. Kecurigaannya benar bahwa Duke Lawrence mengkhianati dan itu sepertinya sudah berlangsung lama. Varya harus memikirkan cara agar kekuasaan nya tak goyah sekarang.


"Yang Mulia... Apakah anda tak terkejut dengan perilaku tunangan anda itu?"tanya Finix saat melihat ekspresi biasa saja dari Varya, setelah ia menceritakan Dirto bermain di belakangnya.


"Tentu saja tidak. Aku sudah menduga akan hal itu. Sekarang aku hanya harus mencari cara agar pertunangan ku, dibatalkan secepatnya. Tapi saat ini tak ada pendukung di belakang ku, sedangkan si br*ngs*k itu punya Duke Lawrence di belakangnya" Gerutu Varya, ia harus menemukan jalan secepat mungkin sekarang.


"Yang Mulia... Apakah hanya Duke Lawrence yang berpengaruh di Astra? Tidak ada kah orang lain yang hampir setara dengannya?" Varya membulatkan matanya.


Ia menemukan jalan keluar itu sekarang. Benar, ia akan menarik orang yang akan menjadi penyokongnya. Dan Varya langsung tau siapa itu.


"Finix, apakah kau masih ingat dengan gadis yang bersama Grace tempo hari di toko itu?"


"Eum, jika tidak salah nama Lady itu adalah Bella. Apa itu benar Yang Mulia?"


"Ya, tepat sekali. Tak lama lagi akan datang undangan dari Marquis Frod, itu adalah pesta ulang tahun anak bungsu nya yaitu Bella Dev Frod. Tentu saja kita harus memberikan hadiah yang istimewa bukan?"seringai Varya memikirkan rencana yang sudah terpancang di otaknya.


"Finix, pergilah ke suatu tempat. Lalu pilihlah hadiah yang paling berharga di sana. Kita tak boleh gagal untuk menarik lawan... Menjadi kawan.."


_________________


Seminggu kemudian, tepat dengan apa yang dikatakan Varya. Ia mendapatkan undangan untuk menghadiri pesta itu, di masa lalu ia tak mau pergi ke sana. Karena ia tau hanya cemoohan yang ada di sana.


Tapi tidak dengan hari ini Varya sudah menuju ke kediaman Marquis Frod. Dimana ia salah satu termasuk orang yang berpengaruh di Astra selain Duke Lawrence.


Tak lama Varya turun dari kereta kudanya yang di sambut oleh pengawal setianya. Pandangan tertuju padanya, seiring ia memasuki pintu besar itu. Kemudian ia melangkah masuk ke tempat dimana acara itu berlangsung.


Semua orang menatapnya, mereka tak menyangka Varya akan hadir ke acara itu. Di sana juga terlihat Grace yang tak suka melihat Varya, terlebih hari ini gadis itu mengenakan gaun yang kemarin ia pilih.


"Selamat datang Yang Mulia di kediaman kami yang seadanya. Saya merasa terhormat anda menghadiri pesta ulang tahun putri saya yang sederhana ini" sambut Marquis bersama istri serta kedua anak perempuannya.


"Acara ini sungguh di luar dari kata sederhana. Semoga di usia yang bertambah Lady Bella dapat menemukan kebahagiaannya"ucap Varya ramah.

__ADS_1


Kemudian Marquis dan istrinya pamit untuk menyapa tamu yang lain. Bella bersama kakaknya tetap menemani Varya di sana.


"Saya sangat senang bisa bertemu dengan anda Yang Mulia. Saya banyak mendengar kecerdasan Yang Mulia sedari kecil."ucap Kakak Bella yang bernama Vella.


"Ah~ benarkah? Aku merasa sangat tersanjung mendengar hal itu Lady. Aku mendengar kau juga banyak menyarankan ide pembangunan kepada Marquis, itu sengat hebat. Kurasa tak salah jika Marquis, selalu membanggakan anda"puji Varya membuat Vella tersenyum malu-malu.


"Lady Bella ku harap kau dapat mengikuti jalan kakak mu." Sambung Varya lalu mendapatkan wajah datar dari Bella.


Bella sangat mencemburui kakaknya, ia selalu merasa iri akan pujian yang orang-orang lontarkan kepada Vella. Ia juga ingin mendapatkan hal itu, selama ini ia mencoba menarik perhatian ayah nya, namun ayahnya tak pernah mengindahkan hal tersebut. Ini juga membuat hubungan Bella dan kakaknya renggang.


"Mohon maaf Yang Mulia, sepertinya saya harus ke kamar kecil sekarang. Semoga anda menikmati jamuan nya"pamit Bella lalu pergi dari sana.


"Kau mempunyai adik yang sangat imut Lady.."kekeh Varya kecil, membuat Vella sempat bingung sesaat.


"Te-terima kasih Yang Mulia"


____________________


"Sial!"teriak Bella kencang.


"Sialannn!" Teriak Bella lagi.


"Apakah amarah mu sudah reda Lady?" Bella menoleh ke belakang saat mendengar suara itu.


"Kau? Siapa? Beraninya pengawal seperti mu ke sini!" Ucap Bella saat melihat seorang lelaki berseragam menghampirinya.


"Mohon maaf Lady, tetapi saya hanya ingin menjemput anda untuk menemui majikan saya."


"Siapa dia?" Tanya Bella lagi.


"Mohon ikuti saya agar anda dapat mengetahuinya sendiri." Lelaki itu kemudian menuntun Bella ke ruang tamu di kediamannya.

__ADS_1


Saat tiba, Bella terkejut ternyata itu adalah Varya. Gadis itu tersenyum melihat Bella yang sudah datang.


"Ah~ terima kasih Lady telah memenuhi panggilan ku. Aku ingin memberikan sesuatu pada mu. Finix tolong tutup pintu itu" pinta Varya lalu Finix menutup pintu dan berjaga di luar.


Bella masih bingung dengan apa yang harus ia lakukan, Varya menyuruhnya untuk duduk. Gadis itu sangat ramah kepada Bella, membuat gadis berambut hitam pekat itu sungkan padanya.


"Maaf Yang Mulia, bolehkah saya tau maksud tujuan anda?" Tanya Bella terus terang.


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun pada mu dan... Ini hadiah yang telah ku siapkan untuk mu" Varya memberikan sebuah kotak kepada Bella.


Bella menaikkan satu alisnya melihat kotak berwarna merah yang terbuat dari kayu itu.


"Boleh kah saya membukanya?"


"Tentu saja Lady. Itu membuat saya sangat senang" ucap Varya dengan senyum ramah nya.


Bella membuka kotak itu, lalu menemukan suatu gulungan kertas. Ia melirik Varya yang sedang meminum air nya. Bella membuka gulungan itu lalu membaca tulisan yang ada di sana. Tak lama matanya membulat, ia tak percaya apakah ini nyata atau tidak.


"Ya-yang Mulia benarkah anda memberikan ini kepada saya?"


"Ah~ Tentu saja. Apakah ada orang lain di sini selain diri mu?"


"Tetapi ini surat yang berharga Yang Mulia. Bahkan ayah saya gagal mendapatkannya. Jadi bagaimana bisa saya menerima ini?" Tanya Bella dengan rasa khawatirnya.


Itu adalah surat tanah di wilayah yang sudah diincar oleh Marquis sejak lama. Bella mendengar bahwa surat itu gagal jatuh ke tangan Marquis, tetapi sekarang ia dengan kedua tangannya sudah memegang surat sepenting itu.


Jika ayahnya mengetahui hal itu, pasti ia akan mendapatkan perhatian dan pujian dari ayah nya. Pasti tempat Vella akan langsung digantikan oleh dirinya.


"Aku memberikan itu karena kita adalah TEMAN. Bukan kah begitu Lady?"seringai Varya membuat Bella menelan ludahnya.


"Ten-tu Yang Mulia. Saya sangat senang bisa berteman dengan anda. Saya pastikan akan menjadi teman terbaik untuk anda" seringai Bella membuat Varya tertawa sekarang.

__ADS_1


"Aku sangat senang. Ini sangat menyenangkan Bella"


......To Be Continued ......


__ADS_2