
Setelah melakukan perjalanan selama dua Minggu lamanya. Varya beserta rombongannya sampai di Ferlya, orang-orang di sana melihat kereta mereka dengan kebingungan. Varya melarang Reina untuk melihat ke luar jendela. Ia telah menarik perhatian dan ia tak mau sampai ada masalah.
Finix berada di luar dengan kudanya. Ia bertugas mengawasi sekelilingnya. Kerajaan itu terlihat sangat makmur, tetapi banyak juga orang-orang berpakaian kumuh di gang-gang kecil.
Varya tak ingin melihat pemandangan yang mengiris hatinya itu. Jika Varya berhasil memimpin kerajaannya nanti ia pasti akan menepati janjinya, tak kan ia biarkan orang-orang itu kehilangan arah lagi.
Tak lama kemudian Varya sampai di Istana Ferlya. Raja sudah mengetahui kedatangan rombongan Varya seminggu yang lalu. Tepatnya saat mereka sudah di pertengahan jalan. Jadi, Varya dengan mudah mendapatkan izin masuk ke sini.
Kereta berhenti, Varya melihat ke arah jendela dan di detik itu juga Varya membulatkan matanya. Ia tak percaya dengan apa yang ia lihat. Seorang pria berambut perak sudah menanti kedatangannya. Itu adalah musuh dari kerajaannya sejak dulu dan kini dia menunggu kedatangan Varya langsung.
"Reina dengarkan lah aku. Kita sudah merencanakan hal ini. Dan untuk sekarang hadapkan wajah mu ke jendela di kiri. Jangan pernah turun dari kereta sebelum Finix menyuruh mu turun, kau mengerti!" Reina mengangguk dengan cepat. Varya bersyukur gadis itu cept mengerti.
Varya melihat pintu kereta terbuka. Ia mencoba untuk mengontrol ekspresi wajah nya sebaik mungkin. Lelaki itu tersenyum ke arahnya lalu mengulurkan tangan. Tentu saja Varya harus menerima uluran tangan itu. Varya keluar dari kereta, ia melihat istana megah di depan matanya. Mungkin istana ini lebih besar daripada istananya. Varya menerima tawaran untuk memegang lengan lelaki itu, hal itu adalah sebagian dari tata krama. Lagi-lagi Varya tak bisa untuk menolaknya.
"Selamat datang Putri, di Ferlya. Bagaimana perjalanan mu?" Tanya lelaki bermata biru laut itu.
"Perjalanan saya tentu tak mudah Yang Mulia, tetapi saya sangat merasa terhormat karena anda sudah menyambut saya langsung" ucap Varya dengan penuh hormat kepada lelaki itu yang tak lain adalah Raja Ferlya.
"Baguslah jika begitu. Tolong untuk tidak menggunakan bahasa yang formal, terlebih lagi usia kita tidak beda jauh. Panggil saja aku Leon" lelaki itu senyum kepada Varya.
Leon de Ferlya, anak bungsu dari Raja Egra. Saat perebutan tahta berlangsung, ada kejadian aneh hingga akhirnya Leon lah yang meneruskan tahta saat usianya 20 tahun. Ia sudah memimpin Ferlya selama lima tahun yang dimana usianya sekarang adalah dua puluh lima tahun. Tak jauh dari Varya yang akan memasuki usia dua puluh.
__ADS_1
Kejadian aneh yang terjadi saat perebutan tahta dimana ke dua saudara dari Leon tiba-tiba meninggal dengan alasan kematian yang tak di ketahui. Rumor mengatakan bahwa Leon lah yang merencanakan pembunuhan tersebut, padahal ia di kenal sebagai anak yang periang. Banyak orang yang tak mempercayai hal itu dan banyak yang mempercayai hal itu. Ada beberapa fraksi bangsawan menyelidikinya tetapi beberapa hari setelahnya mereka berhenti, seakan sesuatu telah berhasil membungkam mereka.
Varya yang mengetahui jelas bagaimana keadaan masa lalu meyakini bahwa rumor itu benar. Ia dapat melihat bagaimana Leon dapat melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, bahkan dengan cara kotor sekali pun. Begitulah Leon, dia benar-benar orang yang mengerikan berurusan dengannya seperti bertaruh hidup dan mati.
Varya sengaja menyembunyikan Reina karena dia adalah senjata andalan Varya nanti. Di masa lalu Leon jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat nya, Varya akan menggunakan hal itu nanti. Ia yakin bahwa Leon akan melakukan hal seperti yang ia rencanakan. Varya tentu sudah mendiskusikan hal ini kepada Reina. Dan gadis itu setuju untuk melakukannya.
"Jika itu keinginan mu, aku tidak akan sungkan Leon" Varya tersenyum kepada Leon dengan maksud yang tak diketahui
Leon membimbing Varya ke kamar yang telah ia persiapkan. Mereka banyak mengobrol di sepanjang jalan meskipun Varya memaksakan dirinya untuk bisa mengimbangi pembicaraan dengan lelaki itu. Tak terasa mereka sudah sampai di tempat yang dituju.
"Istirahatlah dulu, aku akan menunggu mu saat makan malam nanti. Ku harap kau nyaman di sini."
Leon lalu pergi dari sana, Varya segera membuka pintu kamar nya. Di situ sudah ada Reina dan Finix yang menunggu nya. Ternyata mereka lebih cepat sampai di sini.
"Yang Mulia apakah anda baik-baik saja? Apakah raja menyakiti anda?" Reina menghampiri Varya dengan raut wajah khawatir.
"Tentu tidak, lihat lah aku tidak memiliki luka saat ini di tubuhku " Reina bernafas lega setelah memeriksa keadaan Varya.
"Finix, apakah kalian diberikan kamar yang bagus?"
"Kami diberi kamar yang cukup bagus Yang Mulia, mereka juga memperlakukan kami dengan baik" ucap Finix dengan wajah yang tenang.
__ADS_1
"Huff. Kurasa kita akan aman, karena aku masih diketahui menjalin hubungan dengan Dirto. Jika tidak kita bisa kehilangan nyawa di sini" Varya mengistirahatkan dirinya di kursi.
"Ah! Itu sangat menakutkan Yang Mulia!" Panik Reina.
"Tenang saja kita akan baik-baik saja selama kalian melakukan apa yang ku perintah kan. Aku harap kalian terus berhati-hati dan jangan pernah percaya dengan orang yang ada di sini"Reina dan Finix segera mengangguk.
Untung lah tadi Leon tak menanyakan Reina, saat pemeriksaan masuk tadi Varya mengatakan bahwa Reina adalah pelayan pribadi nya. Mungkin sebab itu Leon tak menanyakan lagi siapa gadis yang bersama Varya.
Varya juga harus memalsukan identitas mereka. Ia tau pasti Leon akan menggali informasi tentang orang yang berada di sekitar Varya saat ini. Leon pasti juga telah memberi tau Dirto tentang kedatangan Varya.
"Yang Mulia anda harus beristirahat dulu. Kami akan kembali saat jam makan malam akan tiba. Saya pasti akan berjaga-jaga di depan kamar anda" ucap Finix, Varya setuju untuk menenangkan diri nya dulu. Ia tak boleh membuat rencana nya terganggu akibat diri nya.
_______________
"Yang Mulia saya sudah mendapatkan informasi yang anda minta" ucap seorang lelaki sambil memberikan berkas kepada majikannya.
Lelaki itu dengan seksama membaca informasi yang dimuat di sana. Ia kemudian menyeringai setelah selesai membacanya. Banyak informasi yang menarik tentang orang-orang di kertas itu.
"Ah~ tunangan mu benar-benar menarik Dirto. Dia benar-benar berubah seperti yang kau laporkan. Aku tak sabar apa yang akan ia bawa padaku nanti"
...To Be Continued...
__ADS_1